Trenz Indonesia
News & Entertainment

CERDAS LASTRI: Lastri Makan Nasi Anjing

Oleh: Sutrisno Buyil

William Shakespeare pernah mengungkapkan: “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi).  Sebaliknya, bagi sebagian besar umat muslim nama adalah doa, memberi nama anak sama artinya dengan mendoakan anak.

Gara-gara Nasi Anjing, maka Lastri yang kebagian Nasi Anjing yang diberikan tetangganya langsung mencak-mencak.

“Juragan ini orang kurang ajar bener, masa Inyong dikasih nasi anjing apa maksude. Kere-kere kayak gini Inyong Ira sudi makan nasi anjing,” ujar Lasri ngadu Inyong sebagai juragane.

“Wah ngece, nglecehin ini orang yang kasih Kowe nasi anjing dikira Inyong gak bisa kasih makan ngkali,” kataku sewot.

“Laporin aja ke Polisi,” kata bojoku nimpali.

“Iya, biar kapok tuh orang, becandanya kelewatan,” ujarku ngegas.

“Waduh gayeng benar, obrolan keluarga bahagia ini,’ ujar tetanggaku yang bertamu.

“Iya pak Prakasa, masa Lastri dikasih nasi anjing, kan semena-mena, ngece bener” kataku dengan esmosi.

“Kenapa mesti gegerkan, gegara nasi anjing? Kenang apa, kalian tidak protes ketika wong Yogya dan Solo kasih nama nasi kucing dan malah pada bangga nongkrong di angkringan,” kata tetanggaku yang terkenal bijak.

“Kan kucing hewan yang lucu dan tidak diharamkan agama, sementara asu (anjing, RED), kan hewan yang diharamkan,” kata Lastri dengan nada meninggi.

“Yuk kita cek dulu isi makanannya ada lauknya yang berbau anjing” kata pak Prakasa ngajak memeriksa isi bungkusan makanan nasi anjing.

“Ini nasi biasa, lauknya cumi, daging sapi dan sayuran yang halal. Kalau kemudian dikasih nama nasi anjing. Karena porsinya lebih banyak ketimbang nasi kucing,” jelas pak Prakasa.

“Tapi kan ora elok pemberian nama nasi anjing, jadi membuat orang banyak gagal paham,” kata bojoku.

“Alasan orang yang memberi nama nasi anjing, selain porsinya lebih banyak ketimbang nasi kucing. Juga ada filosofinya, jadi nggak sekedar kasih nama yang membuat orang gagal paham,” kata Lastri kesal.

“Kalian tahu kan? Anjing itu hewan yang setia, tahan banting menghadapi situasi apapun. Nah, dengan dinamakan nasi anjing, diharapkan masyarakat yang tengah menghadapi ujian wabah pandemi Covid 19, bisa tetap tabah, setia kepada Allah, pemimpinya. Karena pandemi Corona adalah ujian dari Allah, jadi mesti disikapi dengan bijak. Tetap sabar dan tawakal, jangan saling menyalahkan,” jelas pak Prakasa.

“Oh, kayak kue, kalau begitu, gak jadi ah lapor polisine,” Kata Lastri nglokro.

“Makanya kita sebagai umat muslim, harus bijak menerima setiap informasi yang masuk, jangan gampang bekam mentah berita hoax. Penjara menanti Lo,” kata pak Prakasa.

‘Juragan, ngapunten, muaaaf. Inyong arep njaluk nasi Anjing 10 bungkus, buat saur. Biar Inyong ora masak. Yuk ah?” kata baturku mbradad, lari kencang….

Pondok Rangon, 1 Mei 2020

 

Singkatan:
CERDAS: Cerita Pedas.
LASTRI: Nglarasing Ati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.