Liburan panjang tidak selalu harus diisi dengan bepergian. KapanLagi.com merangkum 12 film petualangan yang mengangkat kisah perjalanan, mulai dari liburan keluarga yang kacau hingga perjalanan jauh untuk menemukan jati diri. Daftar ini mencakup komedi, drama, biografi, hingga thriller, sehingga pilihan tontonan bisa disesuaikan dengan suasana.
Perjalanan darat dan komedi keluarga
Vacation (2015) berdurasi 1 jam 39 menit dan bergenre komedi. Film ini mengikuti Rusty Griswold (Ed Helms) yang ingin mengulang kenangan liburan masa kecil sekaligus mendekatkan diri dengan istri dan dua anaknya. Ia mengajak keluarga melakukan perjalanan darat ke Walley World. Rencana yang semula menyenangkan berubah menjadi rangkaian masalah, dari kendaraan bermasalah hingga pertemuan dengan orang asing. Film ini juga dibintangi Christina Applegate dan Chris Hemsworth. Sinopsis resmi Netflix menyebut cerita berpusat pada usaha Rusty mendekatkan kembali keluarganya melalui perjalanan berisiko menuju Walley World, dengan humor yang cukup dewasa.
EuroTrip (2004) berdurasi 1 jam 33 menit, bergenre komedi dan petualangan. Scott Thomas mengalami kesalahpahaman dengan sahabat penanya di Jerman, lalu memutuskan pergi ke Eropa bersama teman-temannya. Perjalanan yang semula sederhana berkembang menjadi petualangan panjang penuh kejadian konyol. Mereka mengunjungi sejumlah kota dan menghadapi kendala bahasa, budaya, serta kebiasaan warga lokal. Film ini menampilkan sisi spontan perjalanan bersama teman, tetapi memiliki humor dewasa yang kurang sesuai untuk anak-anak.
National Lampoon’s Vacation (1983) berdurasi 1 jam 38 menit dan bergenre komedi. Film yang digambarkan sebagai klasik ini mengikuti Clark Griswold (Chevy Chase) yang mengajak istri dan anak-anaknya melakukan perjalanan darat ke Walley World. Ia merencanakan liburan dengan semangat agar keluarganya mendapat pengalaman terbaik. Namun, kesulitan di jalan, perubahan rencana, dan kejadian absurd membuat perjalanan melelahkan. Alih-alih liburan ideal, keluarga Griswold menghadapi kekacauan yang menguji kesabaran. Film ini memperlihatkan bahwa perjalanan keluarga tidak selalu sesuai harapan, tetapi masalah tersebut menjadi bagian dari kenangan.
Mr. Bean’s Holiday (2007) berdurasi 1 jam 30 menit, bergenre komedi dan keluarga. Mr. Bean (Rowan Atkinson) memenangkan undian perjalanan ke French Riviera, Prancis. Niatnya menikmati liburan dan pantai berubah menjadi petualangan rumit setelah bertemu Stepan dan ayahnya. Pertemuan itu membawanya ke berbagai situasi tak terduga, termasuk perjalanan ke Festival Film Cannes. Kekuatan film ini terletak pada komedi fisik dan ekspresi khas Mr. Bean, dengan latar kota dan pesisir Prancis. Artikel KapanLagi.com mengingatkan pentingnya memperhatikan klasifikasi usia dan konten sebelum menonton bersama anak-anak.
Perjalanan panjang dan pencarian diri
The Secret Life of Walter Mitty (2013) berdurasi 1 jam 54 menit dan bergenre petualangan, komedi, drama. Film garapan Ben Stiller ini mengikuti Walter Mitty, pekerja bagian pengelolaan foto majalah Life yang menjalani hidup monoton. Walter pemalu dan sering berpetualang lewat khayalan. Kehidupannya berubah ketika negatif foto penting milik fotografer Sean O’Connell (Sean Penn) hilang. Ia pergi mencari foto itu dan melintasi Greenland, Islandia, hingga Himalaya. Pengalaman tersebut membuatnya menghadapi kejadian yang sebelumnya hanya berani dibayangkan. Film ini menampilkan keindahan alam dan pertemuan dengan orang baru, serta memberi pesan bahwa perjalanan jauh bisa menjadi kesempatan mengenal diri sendiri.
Wild (2014) berdurasi 1 jam 55 menit, bergenre drama, petualangan, biografi. Diadaptasi dari memoar Cheryl Strayed, film ini mengikuti Cheryl (Reese Witherspoon) yang mendaki Pacific Crest Trail untuk menghadapi persoalan hidupnya. Tanpa pengalaman mendaki memadai, ia berjalan seorang diri dengan perlengkapan berat. Ia melewati gurun, pegunungan, jalur berbatu, dan kondisi alam yang sulit diprediksi. Di tengah kelelahan dan kesepian, Cheryl mengingat pengalaman masa lalu. The Guardian memasukkan film ini dalam daftar film perjalanan karena penggambaran lokasi alam di Amerika Serikat; ceritanya menyoroti keberanian, daya tahan, dan pemulihan diri.
Into the Wild (2007) berdurasi 2 jam 28 menit dan bergenre drama, petualangan, biografi. Christopher McCandless (Emile Hirsch), lulusan perguruan tinggi, meninggalkan kehidupan lamanya. Ia menyumbangkan sebagian besar uang dan hartanya, lalu melintasi Amerika Utara menuju Alaska. Ia berpindah tempat dengan menumpang kendaraan orang lain dan bertemu banyak orang dari latar belakang berbeda yang memberinya pengalaman dan pandangan baru. Film garapan Sean Penn ini memperlihatkan keinginan hidup bebas dari tuntutan masyarakat, tetapi juga sisi lain kehidupan di alam liar. Latar danau, sungai, hutan, dan bentang alam terbuka menjadi daya tarik visual; ceritanya bernuansa emosional dan sebagian cukup berat.
Tracks (2013) berdurasi 1 jam 52 menit, bergenre drama, petualangan, biografi. Film ini diangkat dari kisah nyata Robyn Davidson yang melintasi pedalaman Australia selama sembilan bulan bersama beberapa unta dan seekor anjing. Diperankan Mia Wasikowska, Robyn berangkat dari Alice Springs menuju Samudra Hindia. Ia menghadapi cuaca panas, keterbatasan air, dan kondisi alam keras. Dalam sebagian perjalanan, ia ditemani fotografer Rick Smolan (Adam Driver). The Guardian menyoroti perjalanan Robyn sebagai inspirasi bagi orang yang tertarik melakukan perjalanan solo; film ini menunjukkan kemampuan melewati kesulitan dan menikmati waktu sendiri.
Liburan ke tempat asing yang mengubah cara pandang
Under the Tuscan Sun (2003) berdurasi 1 jam 53 menit, bergenre drama dan komedi romantis. Frances Mayes (Diane Lane), penulis yang berusaha bangkit setelah perceraian, pergi ke Italia atas dorongan teman-temannya. Awalnya ia hanya ingin menikmati liburan di Tuscany. Keputusan spontan membuatnya membeli rumah tua Bramasole di kota kecil Cortona. Frances lalu menghadapi persoalan memperbaiki rumah, beradaptasi dengan lingkungan, dan menjalin hubungan dengan orang-orang setempat. Film ini menampilkan pedesaan Italia, dari rumah di perbukitan hingga jalan kecil bernuansa Mediterania. The Guardian memasukkan film ini dalam daftar film perjalanan karena penggambaran Tuscany.
The Beach (2000) berdurasi 1 jam 59 menit, bergenre petualangan, drama, thriller. Richard (Leonardo DiCaprio), wisatawan muda Amerika Serikat, sedang bepergian ke Asia Tenggara. Di Bangkok, ia mendapat peta misterius yang menunjukkan lokasi pantai tersembunyi di Thailand. Ia mencari tempat itu bersama dua wisatawan lain. Setelah perjalanan sulit, mereka menemukan pantai dengan pemandangan luar biasa yang dihuni komunitas tertutup. Namun, kehidupan komunitas itu kemudian memunculkan konflik, rahasia, dan ancaman. Film garapan Danny Boyle ini menyuguhkan panorama tropis sekaligus gambaran bahwa lokasi wisata yang terlihat ideal tidak selalu tanpa persoalan.
Eat Pray Love (2010) berdurasi 2 jam 20 menit, bergenre drama dan romantis. Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) meninggalkan rutinitas setelah perceraian dan merasa kehilangan arah. Ia melakukan perjalanan ke Italia, India, dan Indonesia. Di Italia ia menikmati makanan khas dan belajar menghargai kesenangan sederhana. Di India ia mendalami spiritualitas melalui meditasi dan refleksi diri. Di Bali ia bertemu orang baru dan mengalami pengalaman emosional tak terduga. Diadaptasi dari memoar Elizabeth Gilbert, film ini memperlihatkan perjalanan lintas negara sebagai kesempatan mengenal kebudayaan lain, mencicipi kuliner baru, dan lebih memahami diri.
Last Holiday (2006) berdurasi 1 jam 52 menit, bergenre komedi dan drama. Georgia Byrd (Queen Latifah) bekerja di toko perlengkapan rumah tangga. Setelah mendapat kabar menderita penyakit mematikan dan diperkirakan hanya punya sedikit waktu hidup, ia berhenti menunda keinginannya. Georgia memakai tabungan untuk liburan mewah di hotel Eropa. Ia mencoba pengalaman yang sebelumnya hanya diimpikan, dari hidangan istimewa hingga bertemu orang berpengaruh. Kepribadiannya yang ramah dan spontan membuat banyak orang tertarik. Orang yang awalnya tidak mengenalnya pun mulai menilai Georgia menyenangkan dan menginspirasi. Film ini menyampaikan pesan agar seseorang tidak menunda kebahagiaan, sebab hidup dapat berubah sewaktu-waktu.
