Trenz Film| Menyambut hari lahirnya PANCASILA yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Lola Amaria Production persembahkan film anyarnya bertajuk “LIMA” yang akan tayang serentak di layar bioskop mulai 31 Mei 2108.
Seperti jumlah sila pada PANCASILA, film “LIMA’ memang membawa pesan tentang makna PANCASILA yang sudah harusnya menjadi pegangan untuk mempersatukan keberagaman dengan penuh cinta dan kedamaian, terlebih di era kini yang mulai mengalami krisis akan penghayatan PANCASILA.
LIMA juga menjadi keistimewaan dari film ini, selain menyatukan lima cerita yang masing masing bertema sila sila dari PANCASILA yakni Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan. Selain dibesut oleh Lola Amaria yang menggarap tema sila ketiga dari PANCASILA yakni tentang ‘persatuan’, film LIMA juga digarap oleh 4 sutradara lainnya yang masing masing menggarap satu tema dari sila-sila PANCASILA lainnya. Empat sutradara lainnya adalah Salahhuddin Siregar (Sila Pertama/Tuhan), Tika Pramesti (Sila kedua/’Kemanusiaan’), Harvan Agustriyansyah (Sila keempat/’Musyawarah’) serta Adriyanto Dewo yang menggarap Sila kelima bertema ‘Keadilan’.
Merupakan hasil kerjasama dengan Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, film “LIMA’ yang ceritanya ditulis oleh Sinar Ayu Massie dan Titien Wattimena, menjadi upaya Lola Amaria untuk kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda yang mengalami krisis penghayatan nilai-nilai PANCASILA untuk kembali menerapkannya sebagai pegangan hidup berbangsa dan bernegara.
“Lima sila itu bukan untuk sekedar dihafal, kalau bisa mencerna apa makna dari PANCASILA dan diterapkan secara benar dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam keluarga, tempat kerja dan lingkungan kita, maka tidak akan ada hal-hal negatif seperti yang marak belakangan ini terjadi”, ujar Lola Amaria, Usai Screening film “LIMA” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (24/5).
“Ini film keluarga dengan membicarakan PANCASILA”, lanjut Lola.
Konflik memang bisa timbul kapan saja. Film LIMA menjadi ilustrasi, dimana konflik bisa terpicu kapan saja meski dalam sebuah keluarga sekalipun. Adalah Keluarga Maryam (Tri Yudiman) yang tinggal bersama 3 anaknya, Fara (Prisia Nasution),Aryo (Yoga Pratama) dan Adi (Baskara Mahendra) seta Ijah (Dewi Pakis) asisten rumah tangganya.
Rasa kehilangan saat Maryam Meninggal, kemudian menjadi konflik, saat bagaimana Maryam yang muslim akan dimakamkan, karena hanya Fara yang muslim dan berbeda keyakinan dengan kedua adik laki lakinya. Tak hanya konflik mengenai pemakaman ibu, dan perbedaan agama,ada juga konflik dalam pergaulan, problema di tempat kerja, pertentangan soal pembagian warisan, serta perlakuan rasa keadilan yang berbeda yang kerap menimpa orang-orang kecil. Pada akhirnya kedamaian menjadi solusi karena hanya dengan memahami makna akan nilai nilai luhur PANCASILA yang memang harus ditanamkan dalam filosofi kehidupan. (Fajar) | Foto Fajar & Dok. Lola Amaria Production
