Trenz Indonesia
News & Entertainment

Himpunan Mahasiswa Islam Kota Bogor Gelar Unjuk Rasa di Depan Istana Bogor

84

Bogor, Trenz News | Demo menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law juga terjadi di Kota Bogor. Meski aksi unjuk rasa yang melibatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Kota Bogor, Kamis (15/10/2020) ini berlangsung tertib, namun ratusan petugas kepolisian dan TNI tetap dikerahkan.

Tak tanggung-tanggung, barikade tambahan berupa kawat berduri juga disiapkan untuk mengantisipasi massa, kawat berduri tidak hanya terpasang di pintu masuk 1 Istana Bogor, namun juga dipasang di Jalan Juanda dekat Balaikota Bogor hingga menutupi seluruh badan trotoar jalan depan Kejaksaan Negeri Bogor(Kejari)

Banyak masyarakat Kota Bogor memanfaatkannya untuk berselfie ria, mereka tidak takut akan adanya aksi anarkis seperti yang terjadi di Jakarta sebelumnya

Sistem Satu Arah (SSA) terlihat lenggang dari kendaraan roda dua maupun roda empat, jalur dari arah jalan juanda itu ditutup dengan barikade kawat berduri.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor yang berjumlah puluhan orang, memang tidak sebanding dengan pengamanan yang berlapis. Namun tindakan pengamanan itu bisa dibiang sebagai antisipasi untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan.

Salah satu mahasiswa yang berunjuk rasa mempertanyakan, “Kenapa penjagaan terlalu ketat kepada kami, yang terlalu kerdil? padahal jumlah kami tidak sebanyak yang ada di Jakarta, kami disini hanya menyampaikan aspirasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law“.

Menurut Ketua HMI Kota Bogor Hendi Iskandar, Kami HMI Kota Bogor sengaja berunjuk rasa di depan Istana Bogor, agar Pak Jokowi mendengarkan aspirasi kami untuk menolak dan membatalkan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Tidak hanya berunjuk rasa di depan Istana Bogor, Mahasiswa juga berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bogor, tapi sayang anggota DPRD Kota Bogor tidak ada di kantornya. Mereka memilih Kuker daripada menemui dan menerima aspirasi mahasiswa”, ujar Syamsudin Alimsyah, Direktur Eksekutif Kopel Indonesia kepada TrenzIndonesia.

“Anggota DPRD Kota Bogor tugasnya menyerap aspirasi mahasiswa bukan melarikan diri dengan Kuker, hal itu mendapatkan kritik pedas dari mahasiswa”, pungkas Syam(dadi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.