Peralatan dapur dipakai setiap hari untuk mengolah makanan, sehingga kebersihannya mesti dijaga. Namun, tidak semua perkakas itu boleh dibersihkan dengan sabun yang sama. Bahan pembersih abrasif, deterjen keras, dan pemutih berbahan klorin berisiko mengikis lapisan pelindung, mengubah warna permukaan, hingga memicu korosi pada material tertentu, seperti diulas KapanLagi.com.
Sabun cuci piring biasa umumnya aman dipakai untuk sebagian besar peralatan dapur. Yang perlu diwaspadai adalah produk berbahan abrasif dan deterjen keras, terutama pada material yang punya lapisan atau perawatan khusus. Berikut tujuh benda dapur yang perlu diperhatikan cara pencuciannya.
Panci aluminium dan besi cor
Panci aluminium banyak dipakai karena bobotnya ringan dan kemampuannya menghantarkan panas. Meski praktis, material ini tetap harus dibersihkan dengan produk yang sesuai. Pembersih yang perlu dihindari, antara lain, adalah pemutih berbahan klorin. Tefal secara khusus memperingatkan bahwa pemutih, pembersih oven, dan produk berklbrin sangat korosif terhadap peralatan masak baja tahan karat. Komponen aluminium pada peralatan masak juga bisa berubah tampilan akibat deterjen yang terlalu keras.
Untuk membersihkannya, gunakan sabun cuci piring biasa dan spons lembut. Hindari bahan kimia keras tanpa petunjuk produsen. Setelah dicuci, bilas hingga bersih lalu segera keringkan sebelum disimpan agar tidak meninggalkan bercak air.
Panci besi cor memiliki lapisan minyak hasil proses pemanasan yang dikenal sebagai seasoning. Lapisan itu melindungi permukaan besi sekaligus memberi efek antilengket alami saat memasak. Pembersih kimia keras, bubuk penggosok, dan mesin pencuci piring sebaiknya dihindari karena bisa merusak lapisan pelindung dan menambah risiko karat.
Kendati demikian, anggapan bahwa semua sabun bisa menghilangkan seasoning tidak tepat. Lodge menjelaskan bahwa sabun cuci piring modern boleh digunakan untuk membersihkan besi cor. Gunakan air hangat dan sedikit sabun untuk mengangkat sisa makanan, lalu keringkan seluruh permukaan dengan kain bersih. Oleskan sedikit minyak goreng bila perlu untuk membantu mempertahankan lapisan pelindungnya.
Tembaga, enamel, dan pisau berpegangan kayu
Panci dan wajan tembaga dikenal mampu menghantarkan panas dengan baik dan punya tampilan khas sehingga sering sekaligus menjadi dekorasi dapur. Permukaan tembaga bisa berubah warna dan kehilangan kilau bila dibersihkan dengan bahan kimia yang tidak sesuai. Pemutih berbahan klorin dan produk penggosok yang terlalu kasar sebaiknya dihindari, terutama jika peralatan memiliki lapisan pelindung khusus. Untuk mengangkat sisa minyak dan makanan, gunakan sabun cuci piring lembut serta spons nonabrasif. Petunjuk perawatan produsen perlu diperiksa karena tembaga berlapis membutuhkan penanganan berbeda dari tembaga tanpa lapisan.
Peralatan masak berlapis enamel memiliki permukaan seperti kaca yang menyatu dengan material dasarnya, sehingga lebih mudah dibersihkan tetapi tetap butuh perawatan agar tidak tergores atau terkelupas. Sabun bubuk penggosok, spons kawat, dan pembersih abrasif keras berisiko merusak tampilannya. Le Creuset menyarankan air hangat, sabun cuci piring biasa, dan spons lembut. Jika ada sisa makanan yang menempel, rendam bagian dalam panci dengan air hangat dan sabun lembut beberapa saat, lalu bersihkan dengan spons nonabrasif. Pastikan peralatan sudah dingin sebelum dicuci agar perubahan suhu mendadak tidak merusak lapisannya.
Pisau dapur berpegangan kayu memerlukan perawatan berbeda dari pisau berbahan baja tahan karat. Kayu dapat menyerap air sehingga paparan kelembapan dalam waktu lama berisiko membuatnya mengembang, retak, atau berubah bentuk. Deterjen keras dan pemutih juga sebaiknya dihindari karena bisa memengaruhi lapisan pelindung pada pegangan. Memasukkan pisau jenis ini ke mesin pencuci piring berisiko merusak pegangan dan sambungannya akibat panas serta air dalam waktu lama. Cukup gunakan sedikit sabun cuci piring dan spons lembut, bersihkan bilah serta pegangan secara perlahan, bilas tanpa merendam seluruh benda, lalu segera keringkan.
Talenan kayu dan wajan antilengket
Talenan kayu bersentuhan langsung dengan aneka bahan makanan, mulai dari sayuran, buah, hingga daging. Sabun cuci piring biasa sebenarnya diperbolehkan untuk membersihkannya. Yang perlu dihindari adalah pemutih pekat, deterjen keras, atau bahan kimia yang tidak dirancang untuk permukaan bersentuhan dengan makanan. Perendaman terlalu lama juga membuat kayu menyerap banyak air.
Setelah dipakai, bersihkan talenan dengan air mengalir, sabun lembut, dan spons. Bilas sampai tidak ada sisa sabun, lalu keringkan dengan posisi berdiri agar kedua sisinya mendapat sirkulasi udara. Jangan menyimpannya dalam keadaan basah karena kelembapan bisa memicu pertumbuhan jamur.
Wajan antilengket memiliki lapisan khusus yang mencegah makanan menempel. Lapisan itu perlu dirawat karena bahan pembersih yang tidak sesuai bisa mempercepat kerusakan permukaan. Bubuk penggosok, sabun berbahan abrasif, dan spons kawat berisiko menimbulkan goresan. Tefal menyarankan sabun cair dan spons nilon untuk peralatan antilengket.
Setelah digunakan, tunggu wajan cukup dingin sebelum dicuci. Gunakan air hangat dan sabun cuci piring lembut, kemudian bilas sampai bersih. Hindari pula memasukkan wajan ke mesin pencuci piring apabila petunjuk produsennya tidak mengizinkan.
