Teras rumah sering dijadikan tempat meletakkan pot tanaman. Ketika hujan turun, air dari atap dapat membasahi lantai dan tertahan di sekitar pot, sehingga penghuni harus memindahkan tanaman atau membersihkan lantai berkali-kali. KapanLagi.com merangkum sejumlah cara menata pot agar air hujan tidak menggenang di teras tanpa harus mengurangi jumlah tanaman secara drastis, Rabu (28/10/2026).
Penyebab air tertahan di lantai teras
Genangan bisa muncul meski teras sudah dilengkapi saluran pembuangan. Posisi pot yang menutup jalur aliran air, tatakan yang menampung air terlalu lama, dan susunan tanaman yang terlalu rapat membuat air sulit bergerak menuju saluran. Akibatnya, sebagian area teras tetap tergenang setelah hujan berhenti.
Air juga dapat tertahan karena dasar wadah diletakkan terlalu dekat dengan lantai atau saluran pembuangan tersumbat. Memeriksa kondisi lantai setelah hujan membantu mengetahui sumber genangan.
Amati jalur air sebelum memindahkan pot
Sebelum menata ulang, perhatikan bagian lantai yang menerima aliran dari atap dan titik tempat air berhenti. Pot yang berada tepat di bawah tetesan atap bisa menerima air dalam jumlah banyak, lalu membuat tatakan meluap atau membawa tanah ke lantai. Jika air mengalir melewati bagian tengah teras, hindari menempatkan pot berukuran besar di jalur tersebut dan pindahkan tanaman ke sisi yang tidak dilalui aliran.
Tanaman yang membutuhkan perlindungan dari hujan dapat diletakkan di sisi teras yang terlindung atap. Sementara itu, tanaman yang dapat menerima hujan bisa ditempatkan di area terbuka selama tidak menutup saluran. Kebutuhan cahaya setiap tanaman tetap perlu diperhatikan sebelum menentukan lokasi.
Beri jarak dan kelompokkan pot
Pot yang diletakkan terlalu rapat dapat menutup jalur air di lantai teras. Sisakan ruang di antara setiap pot agar air mengalir tanpa terhalang, sekaligus memudahkan penghuni menyapu daun yang jatuh dan memeriksa lantai setelah hujan.
Kelompokkan tanaman berdasarkan ukuran pot dan kebutuhan penempatannya. Pot besar bisa diletakkan di sisi teras, sedangkan pot kecil ditempatkan di bagian yang tidak mengganggu jalur menuju pintu atau saluran pembuangan. Untuk teras sempit, rak berkaki membantu mengurangi jumlah wadah yang memenuhi lantai karena air dapat melewati ruang di bawahnya. Pastikan kaki rak tidak berada tepat di atas lubang pembuangan dan rak mampu menahan beban pot, tanah, serta air setelah penyiraman. Sisakan ruang untuk menyapu daun dan mengambil pot agar lantai di bawah rak mudah dibersihkan.
Manfaatkan penyangga dan tatakan dengan benar
Pot dapat diletakkan di atas kaki pot atau penyangga agar ada ruang antara dasar wadah dan lantai, sehingga air keluar melalui lubang pot tanpa langsung tertahan. Pilih penyangga yang sesuai ukuran, kuat menopang berat pot, tidak mudah bergeser, dan letakkan di bagian teras yang tidak dilalui orang. Namun, meninggikan pot tidak menghilangkan genangan jika penyebabnya adalah saluran tersumbat atau jalur air yang terhalang.
Tatakan berguna untuk menampung air yang keluar dari lubang di dasar pot, tetapi saat hujan wadah itu dapat terisi hingga meluap. Periksa setiap tatakan setelah hujan dan buang air yang tertampung agar tidak menjadi sumber genangan di sekitar tanaman. Gunakan tatakan sesuai ukuran pot, hindari meletakkannya di jalur aliran air, dan pastikan tatakan tidak menutup lubang pembuangan pot.
Jaga saluran tetap lancar
Daun kering dan tanah dari pot dapat terbawa air hujan menuju saluran pembuangan. Jika dibiarkan menumpuk, kotoran tersebut memperlambat aliran air dan menyebabkan genangan. Sapu lantai teras secara berkala, terutama di sekitar pot dan jalur menuju saluran. Periksa juga lubang pembuangan pada pot, karena tanah yang memadat atau akar yang menutup lubang membuat air tertahan di dalam wadah.
Saluran pembuangan harus tetap mudah dijangkau dan tidak tertutup pot, rak, atau wadah tanaman. Jika saluran berada di sudut teras, sisakan ruang di sekitarnya untuk pemeriksaan dan pembersihan. Alas yang dipilih sebaiknya tidak menutup saluran atau membentuk cekungan yang menampung air, dan area tersebut perlu dibersihkan dari tanah, daun, serta bagian tanaman yang gugur.
Jika genangan tetap muncul setelah saluran dibersihkan dan posisi pot diubah, pemeriksaan perlu dilanjutkan pada kemiringan lantai dan kemungkinan adanya masalah pada saluran pembuangan.
