Pilea peperomioides atau yang dikenal sebagai Chinese money plant termasuk tanaman hias yang mudah diperbanyak lewat anakan. Caranya, pisahkan tunas berukuran sekitar 5-8 cm dari tanaman induk menggunakan pisau bersih, lalu tanam di tanah lembap atau rendam lebih dulu di air hingga akarnya tumbuh. Bibit kemudian diletakkan di area terang tanpa sinar matahari langsung dan disiram secukupnya, sehingga koleksi tanaman koin di rumah bisa bertambah tanpa perlu membeli lagi.
Tanaman yang “mengkloning” dirinya sendiri
Pilea tergolong tanaman berimpang. Tanaman ini menumbuhkan tunas kecil di bawah permukaan tanah sehingga pada dasarnya memperbanyak diri sendiri. Karena sifat itu pula pilea sering dijuluki pass-it-on plant, lantaran kerap dibagikan kepada teman dan keluarga, dan menjadi favorit para plant parent yang suka berbagi tanaman.
Menurut Royal Horticultural Society (RHS), pilea peperomioides mudah menghasilkan anakan di sekitar pangkalnya dan cara memperbanyaknya terbilang sederhana. “Cukup lepaskan anakan ini ketika sudah cukup besar, lalu tanam masing-masing di pot terpisah,” demikian panduan yang dikutip dari RHS.
Tahap yang sering diremehkan adalah memilih anakan yang benar-benar siap dipisah. Anakan yang terlalu kecil lebih sulit berakar. Untuk hasil terbaik, tunggu sampai tingginya sekitar 3 inci atau kurang lebih 7-8 cm dan sudah memiliki beberapa helai daun. Pilea yang masih muda dan belum mengeluarkan tunas tidak perlu dikhawatirkan karena memang belum dewasa.
Alat yang dipakai sebaiknya pisau atau gunting tajam yang sudah dibersihkan dengan alkohol 70 persen agar luka potongan tidak diserang jamur atau bakteri. Tanah di sekitar anakan digali dengan jari sampai terlihat rimpang yang menghubungkannya dengan induk. Ada anakan yang tumbuh tepat di samping induk, ada pula yang muncul beberapa sentimeter dari jalur akar di bawah tanah.
Potong anakan sedekat mungkin dengan titik sambungannya ke batang atau akar induk, dan usahakan sebanyak mungkin akar ikut terbawa. Bila akarnya sedikit atau belum ada, anakan masih bisa diakarkan di air. Setelah dipotong, biarkan anakan di udara terbuka selama beberapa jam agar bekas potongannya mengering dan membentuk kalus, langkah kecil yang membantu mencegah pembusukan saat ditanam.
Menanam langsung di tanah
Anakan yang sudah membawa akar bisa langsung dipindahkan ke tanah, dan banyak penghobi menilai cara ini lebih praktis karena bibit tidak perlu dipindah dua kali. Anakan tidak perlu dicelup hormon perangsang akar karena sudah punya sistem akar sederhana sejak menempel pada rimpang induk.
Pilih pot berdiameter sekitar 8-10 cm yang memiliki lubang drainase. Bibit pilea lebih menyukai pot kecil, dan lebih baik mengganti pot beberapa kali saat tanaman membesar daripada langsung memakai pot yang terlalu besar. Media tanam dibuat porous dengan mencampur kompos dan perlit sama banyak; di Indonesia perlit bisa diganti sekam bakar yang mudah ditemukan di toko tanaman.
Buat lubang kecil di tengah media, masukkan anakan sampai rimpangnya tertutup dan pangkal daun berada tepat di atas permukaan tanah, lalu tekan tanah di sekitarnya perlahan agar bibit berdiri tegak. Siram sampai air keluar dari lubang drainase dan buang sisa air di tatakan. Penyiraman berikutnya dilakukan hanya ketika permukaan tanah mulai terasa kering.
Jika udara di rumah cukup kering, tutup pot dengan plastik bening atau sungkup selama beberapa hari pertama dan buka sesekali agar sirkulasi udara tetap lancar. Biasanya bibit butuh beberapa minggu sampai akarnya mencengkeram tanah dan mengeluarkan daun baru, yang menjadi tanda bibit sudah nyaman di rumah barunya.
Alternatif: merendam anakan di air
Merendam di air menjadi pilihan banyak pecinta tanaman karena pertumbuhan akar bisa dipantau langsung, dan metode ini paling aman untuk anakan yang belum punya akar sama sekali. Tren propagation station berupa toples atau tabung kaca bening yang ditata di rak juga banyak dipakai sebagai dekorasi rumah bergaya minimalis.
Isi toples atau gelas dengan air bersih bersuhu ruang agar akar yang mulai muncul mudah terlihat. Pastikan pangkal batang terendam, tetapi tidak ada daun yang menyentuh air. Mengutip Savvy Gardening, permukaan air di dalam vas sebaiknya hanya sampai ke bagian atas rimpang.
Letakkan wadah di dekat jendela dengan cahaya terang, tetapi jauh dari sinar matahari langsung yang membuat air cepat panas. Ganti air seminggu sekali atau lebih sering jika mulai keruh, dan bilas perlahan dengan air bersih bila akar terlihat berlendir. Akar umumnya mulai muncul dalam waktu sekitar dua minggu, dan anakan siap dipindah ke pot ketika akarnya sudah sepanjang 2,5-5 cm. Setelah dipindah ke pot kecil berisi media porous, jaga tanah tetap sedikit lembap, jangan sampai becek, hingga daun baru tumbuh.
Perawatan minggu-minggu awal
Pilea termasuk tanaman yang ramah bagi pemula dan cocok dengan gaya hidup sibuk. Sebagaimana dikutip dari Costa Farms, seperti kebanyakan tanaman hias, pilea lebih baik dibiarkan sedikit terlalu kering daripada sedikit terlalu basah.
Putar pot seperempat putaran setiap minggu karena pilea tumbuh mengarah ke sumber cahaya sehingga tanaman yang dibiarkan di satu posisi akan miring. Berdasarkan panduan Home Depot, tanaman yang kurang cahaya akan tumbuh dengan batang panjang dan kurus; bila itu terjadi, dekatkan tanaman ke sumber cahaya atau tambahkan lampu.
Berikan cahaya terang tidak langsung, biarkan tanah bagian atas sekitar satu inci mengering di antara penyiraman, dan jaga suhu ruangan pada kisaran 18-27 derajat Celsius yang mudah dicapai di dalam rumah di Indonesia. Setelah bibit mengeluarkan daun baru, beri pupuk cair seimbang yang diencerkan setengah dosis atau lebih encer, karena pupuk terlalu pekat bisa membuat akar muda stres.
Cara utama mendorong munculnya anakan adalah membiarkan tanaman induk tumbuh agak padat di potnya, kondisi yang memicu produksi anakan sebagai mekanisme bertahan hidup. Waktu terbaik memperbanyak pilea adalah saat masa pertumbuhan aktifnya; di iklim tropis seperti Indonesia perbanyakan bisa dilakukan hampir sepanjang tahun selama cahaya dan kelembapan cukup.
ASPCA mencatat Pilea peperomioides tidak beracun bagi kucing dan anjing, meski mengunyah tanaman apa pun tetap bisa membuat perut hewan tidak nyaman sehingga sebaiknya diletakkan di tempat sulit dijangkau. Tanaman ini relatif kecil dan biasanya tidak tumbuh lebih dari sekitar 45 cm, sehingga pas dipajang di meja dengan berbagai gaya dekorasi, dari boho, midcentury modern, hingga kontemporer.
