Komika Lolox menyinggung soal hubungannya dengan sang ayah ketika menghadiri gala premiere film GAK ADA MATINYA di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10). Dalam sesi tanya jawab, ia diminta menanggapi kisah pribadinya yang pernah ia bahas di sebuah podcast dan apakah film garapan MD Pictures itu menjadi sarana baginya.
Lolox kemudian menjelaskan perbedaan antara cerita film dan pengalaman pribadinya, terutama soal nasib tokoh ayah. Menurut dia, Pak Luhut dalam film hidup kembali, sedangkan ayahnya sudah meninggal sehingga tidak ada kesempatan untuk meminta maaf. “Film ini dengan kejadian aku gitu? Ya yang membedakan di sini Luhut hidup lagi. Bapak ini enggak hidup lagi, jadi enggak sempat… Enggak ada kesempatan gitu. Jadi maafnya dari doa. Kalaulah misalnya ada kesempatan ternyata hidup lagi, emang minta maaf?” kata Lolox.
Respons Tamu Usai Menonton
Ia juga menyatakan senang melihat tanggapan para tamu yang baru selesai menonton. Saat memasuki ruangan, Lolox memperhatikan raut wajah mereka, ada yang tersenyum dan ada pula yang matanya berair.
Bukan Sekadar Hiburan
Produser Muhadkly Acho menilai film ini bukan hanya tontonan hiburan. Ia menyebut GAK ADA MATINYA mengajak penonton kembali memikirkan betapa rapuh dan getirnya hidup, sekaligus menanggapi label komedi gelap yang kerap disematkan pada karya tersebut. “Saat orang menyebutnya komedi gelap, saya memilih melihatnya sebagai realita. Di mana kesedihan dan kelucuan terkadang harus dibiarkan menari dalam panggung yang sama, bersama orang-orang biasa yang bergelut dengan kerasnya takdir dan kesempatan kedua. Namun, di tengah semua itu, film ini memilih untuk merayakannya dengan tawa yang gak ada matinya,” ungkap Acho.
Kisah Binsar dan Ayahnya
GAK ADA MATINYA mengikuti Binsar (Oki Rengga) yang tengah terlilit tunggakan KPR dan kehilangan pekerjaan. Ia mengetahui ayahnya (Mathias Muchus), yang selama ini dibencinya dan baru saja meninggal di rumah sakit, memiliki asuransi jiwa senilai Rp2 miliar.
Dalam perjalanan menuju rumah duka, sang ayah mendadak hidup kembali atau mengalami mati suri di mobil jenazah. Menghadapi situasi membingungkan itu, Binsar berusaha menyembunyikan kenyataan tersebut agar uang asuransi tidak hangus, sembari menghindari investigasi petugas asuransi bernama Fahri (Fedi Nuril).
