Guzel atau Guzelim Aracelli Ali Syakieb, anak dari pasangan Margin Wieheerm dan Ali Syakieb, genap berusia lima tahun. Momen tersebut ditandai Margin lewat unggahan di media sosial yang berisi doa serta janji seorang ibu kepada putrinya.
Guzel lahir pada 1 November 2021 dan dalam tulisannya Margin menyapanya sebagai “our precious Guzel”. Menurut Margin, lima tahun lalu kehidupan mereka berubah dengan cara yang paling indah. Ia bersyukur bisa menyaksikan Guzel menemukan dunianya sendiri, dan berharap putrinya selalu merasa dicintai serta tidak kehilangan senyum, rasa ingin tahu, kebaikan hati, dan binar di matanya.
“Semoga hidup selalu lembut padamu, semoga mimpimu selalu besar, dan semoga kamu selalu punya keberanian untuk mengejarnya,” tulis Margin dalam unggahan tersebut.
Janji sebagai tempat pulang
Bersama sang suami, Margin berjanji menjadi tempat paling aman bagi Guzel untuk pulang. Ia menyadari mereka tidak bisa melindungi sang putri dari setiap kesulitan, tetapi akan selalu ada untuk menggenggam tangan, bersorak atas kemenangan kecil, menghapus air mata, dan merayakan mimpi di setiap babak kehidupan Guzel.
Di akhir pesannya, Margin menegaskan bahwa berapa pun usia Guzel, setinggi apa pun ia tumbuh, dan sejauh apa pun langkahnya, putrinya itu akan selalu menjadi bayi perempuan mereka. Guzel akan selalu memiliki dua hati untuknya, dua orang yang mendoakan, serta dua pelukan yang selalu terbuka. Margin juga mengucapkan terima kasih karena Guzel telah memilih mereka sebagai orang tua.
Kehadiran Guzel, menurut Margin, membuat ia dan suaminya merasakan bentuk cinta yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Gelar Mama dan Papa disebutnya sebagai anugerah terbesar dalam hidup mereka.
“Kami menyambutmu, dan kami menemukan cinta yang tidak pernah kami tahu ada. Kamu membuat kami menjadi Mama dan Papa, dan itu akan selamanya menjadi gelar paling berharga,” tulis Margin, seperti dikutip KapanLagi.com dari unggahannya.
Kenangan yang ingin disimpan selamanya
Margin juga bercerita tentang perjalanan menyaksikan Guzel tumbuh, mulai dari tangan mungil yang menggenggam tangan orang tuanya, langkah pertama, tawa polos, hingga pertanyaan tanpa henti yang mencerminkan kepribadian sang putri.
Baginya, setiap momen bersama Guzel adalah kenangan yang ingin disimpan selamanya. Margin kerap bertanya-tanya betapa cepat waktu berlalu, dan sebagian dirinya berharap dapat menghentikan waktu agar Guzel tetap kecil sedikit lebih lama.
