Film horor kerap mengandalkan sosok misterius dan rahasia kelam untuk membangun ketegangan. Sejumlah judul juga mengambil latar dari tragedi sejarah, perang, kekerasan kolonial, hingga kasus kriminal yang menimbulkan korban jiwa. Dalam daftar yang disusun KapanLagi.com dari berbagai sumber, Senin (2/11), delapan film berikut memadukan teror di layar dengan penderitaan manusia yang menjadi bagian dari peristiwa masa lalu.
Kasus nyata dan eksorsisme
The Amityville Horror berkaitan dengan pembunuhan keluarga DeFeo di Amityville, New York, pada 1974. Setahun kemudian, keluarga Lutz menempati rumah yang sama dan menyatakan mengalami berbagai kejadian paranormal. Pengalaman keluarga Lutz menjadi dasar buku dan adaptasi film. Dalam filmnya, keluarga yang baru pindah mulai mengalami kejadian aneh yang semakin mengusik kehidupan mereka. Film ini memadukan kasus pembunuhan nyata dengan klaim aktivitas supernatural yang masih diperdebatkan; pembunuhan DeFeo merupakan peristiwa sejarah, sedangkan kisah gangguan keluarga Lutz tidak terbukti secara meyakinkan.
The Exorcist menjadi salah satu film horor klasik yang dikenal lewat adegan eksorsisme dan atmosfer mencekam. Film ini terinspirasi laporan kasus eksorsisme seorang anak laki-laki pada 1949 di Amerika Serikat, lalu dikembangkan melalui novel karya William Peter Blatty. Ceritanya mengikuti Regan, anak perempuan yang menunjukkan perubahan perilaku mengkhawatirkan. Setelah berbagai upaya mencari penjelasan, ibunya meminta bantuan dua pastor untuk menghadapi sesuatu yang diyakini sebagai gangguan supernatural. Ketegangan muncul dari perubahan kondisi Regan, suasana rumah yang semakin menakutkan, dan pergulatan para tokoh. Meski terinspirasi kasus yang pernah diberitakan, karakter dan rangkaian kejadian dalam film telah didramatisasi.
The Texas Chain Saw Massacre merupakan film horor slasher yang mengikuti sekelompok anak muda dalam perjalanan ke Texas. Mereka terjebak dalam situasi berbahaya setelah bertemu keluarga pembunuh di kawasan terpencil. Film ini dikenal lewat sosok Leatherface dan adegan pengejaran. Suasana pedesaan yang terisolasi, ancaman kekerasan, serta upaya para tokoh menyelamatkan diri membuat teror meningkat sepanjang cerita. Kaitannya dengan sejarah kriminal terletak pada pengaruh kasus Ed Gein, pelaku kejahatan di Wisconsin yang kasusnya menginspirasi sejumlah karya horor. Namun, film ini bukan adaptasi langsung kehidupan Gein; cerita utamanya fiksi. Adegan kekerasan film ini mungkin terasa berat bagi sebagian penonton.
The Town That Dreaded Sundown terinspirasi serangkaian serangan terhadap pasangan muda di sekitar Texarkana, Amerika Serikat, pada 1946. Kasus itu dikenal luas karena pelakunya tidak pernah diadili. Ceritanya menggambarkan kota yang dilanda ketakutan setelah muncul sosok bertopeng yang meneror warga. Masyarakat merasa tidak aman, sementara ancaman dapat muncul ketika mereka mengira keadaan sudah normal. Film ini memadukan horor dengan kisah kriminal berlatar sejarah. Meski mengambil inspirasi dari kasus nyata, sejumlah bagian cerita telah diubah untuk kebutuhan film.
Tidak semua judul dalam daftar ini berdasarkan sejarah nyata. Sebagian terinspirasi kasus kriminal atau peristiwa sejarah, sedangkan lainnya merupakan fiksi yang memakai latar masa lalu untuk membangun cerita horor.
Perang, kolonialisme, dan trauma
Film horor Spanyol The Orphanage mengikuti Laura, perempuan yang kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Ia berencana mengubah bangunan itu menjadi tempat perawatan anak-anak, tetapi kejadian misterius mulai mengganggu keluarganya. Situasi memuncak ketika putranya menghilang. Laura mencari anaknya sambil mengungkap rahasia bangunan tersebut. Petunjuk yang ditemukan membawanya pada kisah masa lalu yang berkaitan dengan anak-anak penghuni panti asuhan. Film ini tidak mengadaptasi satu tragedi sejarah tertentu secara langsung, tetapi kisah kehilangan, trauma, dan rahasia masa lalu menjadi dasar terornya. Suasana bangunan tua, suara misterius, dan pencarian seorang ibu membangun ketegangan emosional.
The Devil’s Backbone (2001) merupakan film horor supernatural garapan Guillermo del Toro yang berlatar Perang Saudara Spanyol pada 1939. Ceritanya mengikuti Carlos, anak laki-laki yang tinggal di panti asuhan terpencil setelah ayahnya meninggal dalam perang. Di sana ia menemukan kejadian aneh yang berkaitan dengan anak bernama Santi. Misteri berkembang ketika Carlos mengetahui panti asuhan menyimpan rahasia kelam. Kehadiran arwah Santi menjadi sumber teror, tetapi kekerasan dan ketegangan antarmanusia juga membangun suasana. Film ini menggabungkan kisah hantu dengan dampak perang terhadap anak-anak dan masyarakat.
The Others merupakan film horor psikologis yang dibintangi Nicole Kidman sebagai Grace, ibu yang tinggal bersama kedua anaknya di rumah besar di Pulau Jersey setelah Perang Dunia II. Kedua anaknya memiliki kondisi yang membuat mereka tidak bisa terpapar cahaya matahari secara langsung dalam waktu lama. Kehidupan keluarga berubah setelah suara misterius, pintu yang terbuka sendiri, dan kehadiran sosok tak dikenal muncul. Film ini menggunakan suasana rumah tua dan ketidakpastian untuk membangun ketegangan secara perlahan. Latar masa perang memberi konteks sejarah, tetapi kisah hantu dalam film merupakan fiksi. Film ini menawarkan misteri dengan kejutan cerita dan teror tanpa banyak adegan berdarah. The Exorcist, The Devil’s Backbone, dan The Others disebut sebagai pilihan bagi penonton yang menyukai suasana gelap dan ketegangan psikologis.
The Nightingale karya Jennifer Kent berlatar Tasmania pada 1825, ketika wilayah itu berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris. Ceritanya berpusat pada Clare, perempuan Irlandia yang berusaha mencari keadilan setelah mengalami kekerasan yang menghancurkan kehidupannya. Dalam perjalanan, Clare bekerja sama dengan Billy, pria Aborigin yang juga memiliki pengalaman traumatis akibat kekerasan kolonial. Keduanya menghadapi perjalanan berbahaya yang memperlihatkan ketidakadilan, dendam, dan dampak kekuasaan. Film ini digolongkan sebagai drama thriller sejarah dengan unsur horor psikologis, bukan horor supernatural. Film ini menampilkan gambaran kekerasan dan penderitaan yang berat. Penonton perlu memperhatikan peringatan konten karena film memuat kekerasan seksual serta adegan kekerasan grafis.
