Penampilan Minho SHINee di JTBC Seoul Marathon menjadi sorotan setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang pacemaker menyentuh bagian punggung dan pinggangnya saat berlari. Cuplikan itu memicu perdebatan publik soal kemungkinan pelanggaran aturan dalam perlombaan tersebut.
Personel SHINee itu menuntaskan maraton dengan catatan waktu 3 jam 18 detik. Ia membagikan pencapaian tersebut kepada penggemar lewat media sosial dan menyebut dirinya nyaris menembus target di bawah tiga jam.
“Saya melewatkan target di bawah 3 jam hanya dalam selisih 18 detik. Meski begitu, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Hidup ini seperti maraton,” tulis Minho.
Sorotan warganet dan bantahan sebagian pihak
Mengutip pemberitaan The Korea Herald, tak lama setelah unggahan itu dibagikan, sejumlah netizen mulai menyoroti rekaman yang menampilkan seorang pacemaker diduga mendorong Minho. Mereka mempertanyakan apakah tindakan tersebut sesuai dengan ketentuan perlombaan dan mendesak penyelenggara mengevaluasi catatan waktu yang diperolehnya.
Di sisi lain, sebagian pihak menilai potongan video yang beredar belum cukup untuk membuktikan adanya pelanggaran. Menurut mereka, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah kontak fisik tersebut benar-benar memberikan bantuan yang dilarang.
Aturan World Athletics
Merujuk peraturan World Athletics, atlet tidak diperbolehkan menerima bantuan fisik dari atlet lain atau petugas yang dapat membantu pergerakan mereka ke depan. Tindakan seperti mendorong pelari agar bisa melaju lebih cepat termasuk hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian pelanggaran.
Namun, kontak fisik tidak serta-merta dianggap sebagai pelanggaran. Penilaian perlu mempertimbangkan apakah tindakan tersebut benar-benar memberikan dorongan atau bantuan yang memengaruhi pergerakan atlet selama perlombaan.
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang memastikan apakah tindakan itu melanggar aturan maraton. Penyelenggara JTBC Seoul Marathon juga belum memberikan klarifikasi resmi. Keputusan mengenai catatan waktu Minho nantinya akan bergantung pada regulasi perlombaan serta hasil evaluasi dari pengawas pertandingan.
Permintaan maaf Minho
Minho menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan Instagram Story setelah keikutsertaannya dalam JTBC Seoul Marathon pada 1 November menuai perdebatan. Ia menyatakan menyesal telah mengecewakan sejumlah peserta dan menyebut insiden tersebut terjadi karena kekurangannya sendiri.
“Saya meminta maaf karena telah mengecewakan banyak orang yang berpartisipasi dalam maraton pada 1 November. Semua ini terjadi karena kekurangan saya,” tulisnya.
Dalam pernyataan itu, Minho mengaku merasa malu sebagai seseorang yang menghargai dan mencintai olahraga. Ia berjanji lebih berhati-hati agar hal serupa tidak terulang, tidak menerima hasil maraton kali ini begitu saja, dan akan mengingat pelajaran dari proses tersebut. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para pelari yang terus berusaha melewati berbagai tantangan. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara terperinci insiden yang menjadi perbincangan.
Rekam jejak di ajang olahraga
Sebelum mengikuti JTBC Seoul Marathon, Minho mencatatkan hasil di ajang lain. Pada 24 Oktober, ia meraih posisi ketiga dalam kategori amatir kelompok usia 35–39 tahun di World Triathlon Cup Tongyeong.
Ia juga pernah mengikuti program SMTOWN RUN CLUB 26 yang diselenggarakan agensinya, SM Entertainment, dan menempati posisi pertama pada kategori 10K dengan catatan waktu 48 menit. Choi Minho dikenal sebagai anggota SHINee yang memiliki ketertarikan besar terhadap olahraga dan kerap mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat amatir maupun profesional.
Kontroversi terkait Seoul Marathon kali ini masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.
