PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah Indonesia melalui program PNM Peduli bertajuk Green Impact. Ketujuh lokasi penanaman itu adalah Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penghijauan, pelestarian vegetasi lokal, serta pemulihan ekosistem dengan melibatkan masyarakat.
Green Impact mengedepankan kolaborasi bersama komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, hingga instansi terkait. Lewat pendekatan tersebut, penanaman pohon diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga alam secara berkelanjutan. Program ini juga diharapkan meningkatkan keterlibatan nasabah PNM dan masyarakat sekitar dalam menjaga lingkungan.
Pemantauan berkala setiap enam bulan
Agar program berjalan berkelanjutan, PNM melakukan pemantauan setiap enam bulan sekali di seluruh wilayah penanaman. Monitoring tersebut mencakup perkembangan tanaman, evaluasi kondisi lapangan, serta pemeriksaan untuk memastikan program tetap sesuai tujuan. Keberhasilan program dinilai berdasarkan kondisi tanaman dan dampak yang dihasilkan bagi lingkungan serta masyarakat.
Jenis bibit yang dipilih meliputi pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, serta beringin. Menurut PNM, pemilihan tanaman endemik dan vegetasi lokal itu dilakukan untuk mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan penanaman, menjaga tutupan vegetasi, sekaligus mendukung habitat flora dan fauna.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari pertumbuhan tanaman dan manfaat yang dirasakan lingkungan maupun masyarakat.
“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris.
500 bibit untuk kawasan Gunung Prau
Aksi penghijauan juga digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik untuk ditanam di kawasan Gunung Prau melalui Ceremonial Penanaman Pohon di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, pada Kamis (22/10).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyampaikan bahwa penanaman pohon berperan penting dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pohon membantu menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen. Ia menekankan manfaat penanaman pohon tidak bisa langsung terlihat dalam waktu singkat karena dampaknya baru terasa dalam beberapa tahun mendatang, sehingga perawatan dan pemantauan tidak boleh diabaikan.
Sementara itu, Resya menyampaikan bahwa penyaluran 500 bibit pohon di Gunung Prau merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan PNM dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Bagian dari Green Impact 7 Summit Attack
Program Green Impact juga menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026. Dalam kegiatan itu, Insan PNM menaklukkan sejumlah puncak tertinggi di Indonesia sekaligus menanam bibit pohon di lereng gunung yang didaki. Semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan pemberdayaan dengan kepedulian terhadap alam.
Salah satu lokasi penanaman berada di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, yang memiliki ketinggian 3.344 mdpl. Tepatnya di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Jawa Timur, PNM menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri dari 500 bibit cemara, 200 bibit durian, dan 300 bibit alpukat.
Penanaman di kawasan tersebut diharapkan membantu menjaga sumber air alami, mendukung fungsi kawasan resapan air, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem dan habitat flora maupun fauna endemik. Selain manfaat ekologis, pohon durian dan alpukat dinilai berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara berkelanjutan.
