Cinta tak terduga menjadi benang merah sejumlah film komedi romantis Thailand yang digemari penonton Asia, termasuk di Indonesia. Kisahnya beragam, mulai dari perempuan yang bisa melihat hantu, guru di sekolah terapung, hingga pramugara yang terjebak zona pertemanan selama sepuluh tahun. Berikut delapan judul yang merangkum tema tersebut, seperti dihimpun dari berbagai ulasan perfilman Asia.
Bertemu di tempat yang tak terbayangkan
Low Season (2020) memadukan komedi romantis, keindahan alam, dan sentuhan mistis ringan. Tokoh utamanya adalah Lin, perempuan yang memiliki keahlian khusus melihat hantu, dan Pud, penulis skenario film horor yang sedang mencari ide. Keduanya bertemu tanpa sengaja di sebuah penginapan terpencil di pegunungan saat musim sepi pengunjung. Latar alam Thailand yang asri menjadi tempat tumbuhnya benih cinta di antara dua orang yang sama-sama berusaha menyembuhkan luka masa lalu, dibungkus humor yang hangat.
Kisah berbeda diangkat The Teacher’s Diary (2014). Song, guru baru yang ditugaskan di sekolah terapung terpencil di tengah waduk dengan akses komunikasi sangat terbatas, menemukan buku harian milik guru sebelumnya, Dao. Lewat tulisan tangan di buku itu, Song merasa mengenal isi pikiran dan perasaan Dao hingga jatuh cinta pada seseorang yang belum pernah ia temui. Menurut ulasan sinema independen Thailand, pemilihan lokasi syuting di sekolah terapung asli memberi nilai estetika visual yang tinggi.
Nasib serupa dialami dua orang asing dalam Hello Stranger (2010) arahan Banjong Pisanthanakun. Chantavit Dhanasevi dan Nuengthida Sophon berperan sebagai dua pelancong yang melakukan perjalanan terpisah ke Korea Selatan, lalu dipertemukan takdir dalam situasi kacau sekaligus kocak. Demi menutupi identitas asli, mereka memilih berlibur bersama tanpa mengetahui nama satu sama lain. Berdasarkan analisis kritik film di Asian Movie Database, lanskap Korea Selatan yang dipadukan dialog sarkastik dan komedi situasi membuat film ini hidup, dengan hubungan benci tapi rindu yang perlahan berubah menjadi keterikatan emosional.
Persaingan, tipu-menipu, dan penagih utang
Dilema sepasang kekasih yang harus menyembunyikan hubungan karena aturan ketat tempat kerja menjadi inti ATM: Errak Error (2012). Hubungan Jib, seorang direktur bank, dan Sua yang merupakan bawahannya, berada di ambang kehancuran ketika terjadi peretasan mesin ATM. Siapa pun yang lebih dulu mengembalikan uang bank berhak mempertahankan pekerjaan, sementara yang kalah harus mengundurkan diri. Dilansir dari Flokq, tingkah konyol kedua tokoh saat berburu uang hilang memperlihatkan bahwa cinta bisa diuji lewat situasi paling absurd.
Premis lain ditawarkan The Con-Heartist (2020) garapan sutradara Mez Tharatorn, yang mempertemukan Baifern Pimchanok dengan Nadech Kugimiya. Tokoh utamanya baru saja tertipu mentah-mentah oleh mantan pacarnya, lalu bertemu seorang penipu tampan yang berusaha menjadikannya korban lagi. Alih-alih menyerahkan penipu itu ke pihak berwajib, ia merekrutnya untuk merancang strategi balas dendam. Berdasarkan catatan Box Office Asia, kolaborasi penuh intrik dan gelak tawa ini sukses besar berkat chemistry para pemeran utamanya.
Cinta juga bersemi di antara penagih utang dan debiturnya dalam Love You to Debt (2024) yang dibintangi Bright Vachirawit dan Yaya Urassaya. Mengadaptasi cerita drama populer, film ini langsung menempati posisi puncak box office dan layanan streaming saat pertama dirilis. Kisahnya berpusat pada penagih utang berpenampilan garang namun berhati lembut yang ditugaskan menagih utang seorang perempuan berparas cantik yang sedang tertimpa kesusahan. Interaksi yang semula bermula dari transaksi keuangan berubah menjadi keterikatan emosional mendalam, seperti dilaporkan ulasan media perfilman Asia.
Cinta pertama dan jerat zona pertemanan
Bagi pencinta film Asia, judul First Love atau A Little Thing Called Love (2010) sudah tak asing. Film arahan Wasin Pokpong dan Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn ini mengangkat pengalaman universal jatuh cinta pertama kali. Ceritanya berpusat pada Nam, siswi SMP culun dan kurang populer yang diam-diam memendam rasa kepada Shone, kakak kelas tampan yang digandrungi banyak siswi. Dengan bantuan sahabat dan buku panduan cinta, Nam melakukan berbagai transformasi fisik dan prestasi demi menarik perhatian Shone. Dilansir dari ulasan film Asia di Flokq, kisah ini mencetak status kultus di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Adapun Friend Zone (2019) menyoroti dilema seorang pramugara bernama Palm yang selama sepuluh tahun terjebak dalam hubungan pertemanan platonis dengan sahabatnya, Gink, tanpa berani mengungkapkan perasaan. Disutradarai Chayanop Boonprakob dan dibintangi Pimchanok Luevisadpaibul (Baifern) bersama Naphat Siangsomboon, dinamika hubungan mereka berubah drastis ketika sebuah momen tak terduga memaksa Palm mengambil risiko besar. Dilansir dari Flokq Review, film berdurasi hampir dua jam ini mengemas pergulatan batin orang-orang di zona pertemanan dengan komedi segar dan latar perjalanan lintas negara.
Pertanyaan seputar film komedi romantis Thailand
Sebagian besar film komedi romantis Thailand populer seperti Friend Zone, The Con-Heartist, dan Love You to Debt dapat disaksikan secara legal melalui platform streaming digital seperti Netflix, Vidio, maupun Apple TV.
Mayoritas film bergenre ini dirancang dengan akhir cerita bahagia dan menghibur, meski beberapa di antaranya menyisipkan drama emosional yang cukup menguras air mata di pertengahan cerita.
Aktor seperti Mario Maurer, Sunny Suwanmethanont, dan Bright Vachirawit, serta aktris seperti Pimchanok Luevisadpaibul (Baifern) dan Yaya Urassaya, sering diasosiasikan sebagai ikon genre komedi romantis berkat kesuksesan sejumlah judul box-office yang mereka bintangi.
