Komedi tidak selalu harus mengandalkan lelucon rumit untuk memancing tawa. Adegan ganjil, dialog nyeleneh, dan tingkah karakter yang sulit dipahami kerap justru menjadi sumber hiburan tersendiri, seperti yang ditawarkan tujuh film komedi absurd berikut. Daftar ini memuat judul Indonesia maupun mancanegara, lengkap dengan rating yang dilansir dari imdb.com, dan bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.
Humor dari situasi yang melawan logika
Komedi absurd menghadirkan kelucuan lewat kejadian aneh, situasi yang tidak masuk akal, serta perilaku tokoh yang sulit diprediksi. Jenis humor ini tidak selalu bersandar pada slapstick, karena bisa muncul melalui dialog nyeleneh, humor surealis, satire, kesalahpahaman, hingga keadaan yang bertentangan dengan nalar. Soal kesesuaian untuk ditonton bersama keluarga, hal itu bergantung pada judul dan klasifikasi usianya, sebab sebagian film memuat humor dewasa, bahasa kasar, atau adegan kekerasan.
Gila Lu Ndro! (rating 5,3/10)
Film ini mengisahkan pertemuan Indro, yang diperankan Tora Sudiro, dengan Al (Indro Warkop), alien yang datang ke Bumi demi mencari kedamaian. Planet asal Al digambarkan penuh keributan, kesenjangan, dan persoalan sosial, sehingga ia berharap menemukan kehidupan yang lebih baik di tempat lain. Indro kemudian mengajak Al berkeliling Jakarta untuk mengamati keseharian manusia, namun perjalanan itu justru memperlihatkan bahwa Bumi tak seideal yang dibayangkan Al. Ceritanya dibingkai melalui upaya Indro menjelaskan kepada istrinya, Nita, alasan ia pulang terlambat. Sudut pandang alien dipakai untuk menyoroti kebiasaan sosial manusia hingga berbagai masalah hidup yang biasanya dianggap biasa, dipadukan dengan fantasi dan sindiran sosial.
Swiss Army Man (rating 6,9/10)
Hank (Paul Dano) terdampar di sebuah pulau terpencil dan hampir kehilangan harapan untuk kembali ke kehidupan normal. Suatu hari ia menemukan sesosok mayat bernama Manny (Daniel Radcliffe) terdampar di tepi pantai. Semula Hank mengira tubuh itu jasad biasa, sampai ia menyadari Manny memiliki sejumlah kemampuan aneh yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup, termasuk mengeluarkan gas yang mampu mendorong tubuhnya melaju seperti jet ski. Keanehan bertambah ketika Hank mengetahui Manny dapat berbicara dan menunjukkan kemampuan lain yang berguna selama perjalanan. Keduanya lalu menjalin persahabatan yang jauh berbeda dari hubungan antarmanusia umumnya. Film ini memadukan humor fisik, fantasi, serta kisah emosional tentang kesepian.
My Stupid Boss (rating 7,1/10)
Diana (Bunga Citra Lestari) tinggal di Kuala Lumpur dan mendapat pekerjaan di perusahaan milik Bossman (Reza Rahadian), teman lama suaminya. Pekerjaan yang semula diharapkan berjalan normal berubah menjadi pengalaman penuh kekacauan karena Bossman dikenal eksentrik, membuat aturan kerja yang tidak jelas, dan mengambil keputusan sesuka hati. Ia bahkan bersemboyan bahwa dirinya selalu benar, sehingga para karyawan harus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang sering sulit dipahami. Tingkah atasannya itu menjadi sumber komedi utama, dari urusan pekerjaan sederhana hingga kebijakan perusahaan yang membingungkan. Situasi kantor yang seharusnya serius pun berubah menjadi rangkaian kejadian konyol.
Shaolin Soccer (rating 7,3/10)
Sing (Stephen Chow), seorang pengikut Shaolin yang ingin memperkenalkan seni bela diri kepada masyarakat luas, bertemu Fung, mantan pesepak bola yang kariernya hancur akibat insiden dalam sebuah pertandingan. Keduanya lalu menggagas penggabungan kemampuan kungfu dengan olahraga sepak bola, dan Sing mengajak para mantan saudara seperguruannya membentuk tim dengan kemampuan fisik luar biasa. Mereka berlatih bersama untuk mengikuti kompetisi dengan harapan membuktikan keunggulan kungfu. Pertandingan digambarkan berlebihan, mulai dari tendangan berkekuatan besar, lompatan tinggi, hingga bola yang dihadang dengan teknik kungfu. Humor film ini bertumpu pada komedi fisik, efek visual fantastis, dan aksi pertandingan yang sengaja dibuat hiperbolik.
Agak Laen (rating 7,5/10)
Empat sahabat, Bene, Boris, Jegel, dan Oki, mengelola wahana rumah hantu di sebuah pasar malam yang dianggap pengunjung kurang menyeramkan. Saat hendak melakukan pembaruan, masalah besar muncul ketika seorang pengunjung bernama Gilang meninggal di dalam wahana tersebut. Karena panik, keempatnya memutuskan menyembunyikan jasad itu di lokasi yang sama. Keadaan justru semakin rumit karena rumah hantu mereka menjadi lebih menyeramkan dan menarik banyak pengunjung, sementara polisi mulai menyelidiki hilangnya Gilang. Keputusan yang diambil untuk menutupi satu persoalan malah memunculkan kekacauan baru, dipadukan dengan elemen horor dan humor gelap.
What We Do in the Shadows (rating 7,6/10)
Film asal Selandia Baru ini mengikuti kehidupan tiga vampir, Viago, Deacon, dan Vladislav, yang tinggal serumah. Meski sudah hidup ratusan tahun, mereka masih menghadapi persoalan sederhana seperti membayar sewa, membagi pekerjaan rumah, dan mencari hiburan di kelab malam. Sebuah tim kamera merekam keseharian mereka dalam format dokumenter palsu atau mockumentary. Alih-alih tampil sebagai makhluk yang menebar teror, para vampir itu digambarkan sebagai penghuni rumah dengan kebiasaan mirip manusia biasa. Kelucuannya muncul dari pertentangan antara status supernatural mereka dan kesulitan beradaptasi dengan kehidupan modern, termasuk urusan rumah tangga dan hubungan sosial.
Airplane! (rating 7,7/10)
Film komedi klasik ini mengisahkan Ted Striker (Robert Hays), mantan pilot pesawat tempur yang masih menderita trauma akibat pengalaman masa lalunya. Ia menumpang penerbangan komersial untuk menyusul mantan kekasihnya, Elaine Dickinson (Julie Hagerty), yang bekerja sebagai pramugari. Penerbangan itu berubah menjadi kekacauan setelah sejumlah penumpang dan awak pesawat keracunan makanan yang disajikan selama perjalanan, sehingga para pilot tak mampu menjalankan tugas. Ted pun harus mengambil alih kendali meski masih dihantui rasa takut. Sebagai parodi yang menertawakan film bencana penerbangan, Airplane! menyajikan dialog bermakna ganda, kejadian visual yang tidak masuk akal, dan reaksi datar para pemain terhadap situasi serius.
