Tanaman hias yang tidak beracun bagi kucing dan anjing dapat menjadi pilihan untuk mempercantik rumah. Daftar American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), seperti dilansir dari Petitti Garden Center, mencantumkan sejumlah tanaman berbunga hingga sukulen yang tergolong tidak beracun bagi hewan peliharaan. Pemilik tetap perlu cermat karena tidak semua tanaman cocok berada di rumah yang dihuni hewan peliharaan. Hewan juga perlu diawasi agar tidak mengunyah tanaman secara berlebihan karena masih ada risiko gangguan seperti muntah atau diare.
Tanaman berdaun tebal dan sukulen
Baby rubber plant adalah sebutan untuk kelompok Peperomia. Daunnya tebal dan berdaging sehingga tampak seperti sukulen, dan tanaman ini tidak perlu terlalu sering disiram dibandingkan tanaman berdaun tipis. Beberapa varietasnya antara lain Peperomia Green Bean, Rippled, Watermelon, Rosso, Frost, dan Hope. Peperomia dapat ditempatkan di atas meja, rak, atau ambang jendela. Menurut daftar ASPCA, Peperomia tidak beracun untuk anjing dan kucing.
Burro’s Tail atau Donkey’s Tail adalah sukulen dari kelompok Sedum dengan batang menjuntai dan daun kecil yang tebal. Bentuknya membuat tanaman ini sesuai ditempatkan di pot gantung atau rak tanaman. Perawatannya sederhana sehingga dapat menjadi pilihan bagi pemula. Burro’s Tail menyukai cahaya matahari yang cukup dan media tanam berdrainase baik; penyiraman tidak perlu terlalu sering karena daun tebalnya menyimpan air. ASPCA mencantumkannya sebagai tanaman yang tidak beracun untuk anjing, kucing, maupun kuda.
Echeveria dan Hens and Chicks adalah sukulen dengan daun berdaging yang membentuk roset. Tampilannya menyerupai bunga mekar, dengan warna daun dari hijau hingga kebiruan. Keduanya relatif mudah dirawat dan cukup ditempatkan di area bercahaya terang dengan media tanam berdrainase baik. Menurut daftar ASPCA, jenis Echeveria tertentu dan Hens and Chicks tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda. Namun, tidak semua sukulen memiliki tingkat keamanan yang sama.
Kaktus Natal dikenal tahan lama dan mampu bertahan bertahun-tahun. Tanaman ini cocok menjadi dekorasi dalam ruangan sepanjang tahun, terutama di area dengan cahaya terang tidak langsung. Kuncup bunga biasanya mulai terbentuk pada musim gugur saat suhu lebih sejuk, lalu mekar menjelang Natal. Menurut daftar ASPCA, kaktus Natal tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda.
Tanaman daun dan pakis
Lili Paris atau Spider Plant adalah tanaman hias klasik yang mudah dirawat. Daunnya panjang dan melengkung dengan perpaduan hijau dan putih, serta menghasilkan batang menjuntai yang dapat menumbuhkan anakan kecil di ujungnya. Anakan itu bisa dibiarkan pada tanaman induk sebagai hiasan atau dipisahkan untuk diperbanyak. Lili Paris cocok ditanam dalam pot gantung atau diletakkan di atas penyangga tanaman. ASPCA mencantumkannya sebagai tanaman tidak beracun untuk anjing dan kucing.
Prayer Plant atau Maranta memiliki daun oval dengan corak warna yang menarik. Tanaman ini juga dikenal sebagai Peacock Plant dan Zebra Plant, masih berkerabat dengan Calathea, dan memiliki kebiasaan melipat daun ke atas pada malam hari sehingga tampak seperti tangan sedang berdoa. Ukurannya sesuai untuk menghiasi ambang jendela, meja, atau taman mini dalam ruangan. Pola pada daunnya menjadi daya tarik meskipun bunganya tidak mencolok. Menurut daftar ASPCA, Prayer Plant tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda.
Tanaman aluminium atau Watermelon Plant memiliki daun kecil berwarna hijau dan perak. Coraknya menyerupai kulit semangka dan menjadi daya tarik saat dijadikan tanaman dalam ruangan. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga cocok ditempatkan di sudut meja atau ambang jendela. Perawatannya relatif sederhana selama kebutuhan cahaya dan air terpenuhi. ASPCA memasukkan tanaman aluminium sebagai tanaman tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda.
Tidak semua jenis pakis aman bagi hewan peliharaan. Yang tercantum dalam daftar ASPCA sebagai tanaman tidak beracun bagi kucing dan anjing adalah Pakis Boston, Pakis Tanduk Rusa, dan Pakis Kaki Kelinci. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata) memiliki daun rimbun yang cocok ditanam dalam pot gantung. Pakis Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum) mempunyai bentuk daun unik menyerupai tanduk. Pakis Kaki Kelinci dikenal dengan rimpang berbulu serta dedaunan yang tumbuh lebat. Ketiganya dapat menghadirkan nuansa hijau di rumah.
Tanaman berbunga
Violet Afrika adalah tanaman hias berbunga yang populer karena perawatannya relatif mudah dan mampu tumbuh dalam kondisi ruangan biasa. Tanaman ini dapat menghasilkan bunga sepanjang tahun apabila kebutuhan tumbuhnya terpenuhi. Warna bunganya beragam, dari ungu, merah muda, hingga putih. Kelopaknya dapat tumbuh dalam bentuk tunggal maupun ganda sehingga memberikan tampilan menarik sebagai dekorasi meja atau sudut rumah. Menurut daftar ASPCA, Violet Afrika tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda.
Zebra Plant merupakan tanaman hias asal Brasil yang dikenal karena corak daunnya menyerupai garis-garis zebra. Daunnya berwarna hijau tua dengan pola putih mencolok, sementara bunganya dapat tumbuh berwarna kuning cerah. Tanaman ini cocok dijadikan dekorasi dalam ruangan karena daunnya menarik dan bunganya mencolok. Zebra Plant menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang dijaga kelembapannya; tanah sebaiknya tidak dibiarkan mengering sepenuhnya. Menurut daftar ASPCA, tanaman ini tidak beracun untuk anjing, kucing, dan kuda.
Cara memilih tanaman yang aman
Sebelum membeli, pemilik disarankan memeriksa nama tanaman melalui daftar ASPCA. Jenis atau varietasnya juga perlu dipastikan karena beberapa tanaman memiliki nama umum yang mirip, tetapi tingkat keamanannya berbeda. Tanaman yang tidak beracun tetap bukan makanan bagi kucing atau anjing. Pot sebaiknya diletakkan di area yang sulit dijangkau dan kebiasaan hewan peliharaan tetap diawasi.
