Salsify adalah sayuran akar yang bentuknya menyerupai wortel, tetapi akarnya lebih panjang dan berwarna putih krem hingga kecokelatan. Tanaman dengan nama ilmiah Tragopogon porrifolius ini berasal dari kawasan Mediterania dan telah lama dibudidayakan sebagai sayuran di sejumlah negara Eropa. Di Indonesia, salsify belum terlalu dikenal, tetapi bisa dicoba ditanam di dataran tinggi yang bersuhu lebih sejuk.
Mengenal salsify dan jenisnya
Bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari salsify adalah akarnya yang memanjang. Salsify sering dijuluki oyster plant karena rasa akarnya setelah dimasak digambarkan memiliki kemiripan dengan tiram. Akar ini dapat diolah menjadi sup, tumisan, puree, atau sayuran panggang, dan tanaman ini juga menarik sebagai koleksi sayuran unik di kebun rumah.
Salsify putih menghasilkan akar panjang berwarna putih krem hingga kecokelatan. Menurut Royal Horticultural Society (RHS), akar salsify putih dapat tumbuh hingga sekitar 30 cm. Tanaman ini tergolong dua tahunan dan umumnya dipanen akarnya pada tahun pertama.
Ada juga black salsify atau scorzonera yang akarnya berwarna cokelat kehitaman. Keduanya masih berkerabat, tetapi berasal dari spesies berbeda. Jika ingin menanam salsify yang bentuknya menyerupai wortel panjang berwarna pucat, pastikan benih yang dibeli adalah salsify putih.
Salsify dan wortel sama-sama sayuran akar, tetapi berasal dari keluarga tanaman yang berbeda. Salsify putih memiliki nama ilmiah Tragopogon porrifolius, sedangkan wortel dikenal sebagai Daucus carota.
Media tanam harus dalam dan gembur
Hal terpenting dalam menanam salsify adalah menyiapkan media tanam yang cukup dalam. Berbeda dengan sayuran daun, salsify membentuk akar utama yang memanjang ke bawah sehingga memerlukan ruang tumbuh lebih luas.
Gunakan tanah yang gembur, ringan, dan tidak mudah memadat. Campuran tanah kebun, kompos matang, serta sedikit pasir dapat membantu memperbaiki struktur media tanam, asalkan campuran tersebut tetap mampu menyimpan kelembapan secukupnya.
Singkirkan batu, kerikil besar, dan sisa akar tanaman lain sebelum menanam. Benda-benda itu dapat menghalangi pertumbuhan akar sehingga bentuknya bercabang, bengkok, atau tidak beraturan. Akar bercabang juga dapat disebabkan tanah yang terlalu padat dan penggunaan pupuk kandang segar. Karena itu, tanah perlu diolah cukup dalam sebelum benih ditanam.
Virginia Cooperative Extension menyarankan lapisan tanah sedalam sekitar 18 inci atau 45 cm. Kedalaman ini penting diperhatikan, terutama jika ingin mendapatkan akar yang panjang dan relatif lurus.
Salsify juga bisa ditanam di pot. Gunakan pot besar dengan kedalaman dan lebar minimal sekitar 30 cm serta media tanam yang gembur. Wadah yang lebih dalam akan memberikan ruang lebih baik bagi akar untuk berkembang.
Penyiraman, cahaya, dan iklim
Salsify membutuhkan kelembapan tanah yang cukup, terutama ketika benih baru ditanam dan bibit masih kecil. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur agar media tanam tidak terlalu kering selama proses perkecambahan. Namun, tanaman tidak boleh terus-menerus disiram hingga tanah menjadi becek karena kondisi terlalu basah dapat mengganggu pertumbuhan akar dan meningkatkan risiko masalah pada tanaman.
Setelah tanaman tumbuh lebih kuat, penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Periksa bagian permukaan tanah sebelum kembali menyiram agar kebutuhan air tidak berlebihan.
RHS memperingatkan bahwa kekurangan air pada periode kering dapat membuat akar salsify pecah atau menjadi lebih berserat. Oleh karena itu, menjaga kelembapan tanah tetap stabil menjadi salah satu kunci untuk memperoleh hasil panen yang baik.
Salsify memerlukan pencahayaan yang cukup agar pertumbuhannya optimal. Pilih area pekarangan yang mendapatkan sinar matahari langsung dan tidak terlalu banyak terhalang bangunan maupun pohon besar.
Tanaman ini berasal dari kawasan beriklim sedang dan dikenal sebagai sayuran musim sejuk. Di Indonesia yang beriklim tropis, peluang pertumbuhannya lebih sesuai di dataran tinggi bersuhu sejuk dibandingkan dataran rendah yang panas. Sebaiknya lakukan penanaman percobaan terlebih dahulu untuk melihat respons tanaman terhadap kondisi lingkungan setempat. Hindari juga lokasi yang selalu tergenang air setelah hujan karena salsify lebih menyukai tanah dengan drainase baik.
Penyiangan, mulsa, dan pemupukan
Salsify termasuk tanaman yang pertumbuhannya relatif lambat, terutama ketika masih muda. Kondisi tersebut membuat bibit mudah kalah bersaing dengan gulma yang tumbuh di sekitarnya. Karena itu, bersihkan rumput liar secara berkala agar tanaman tidak harus bersaing mendapatkan air, cahaya, dan unsur hara. Lakukan penyiangan dengan hati-hati, terutama di sekitar pangkal tanaman, supaya akar yang mulai berkembang tidak terganggu.
Untuk membantu menjaga kelembapan tanah, tambahkan mulsa dari bahan organik yang sudah matang di sekitar tanaman. Pastikan mulsa tidak menumpuk langsung pada pangkal batang.
Pemupukan juga perlu dilakukan secara bijak. Gunakan kompos matang atau pupuk sesuai kebutuhan tanah. Hindari pemberian pupuk kandang yang masih segar atau terlalu banyak bahan organik yang belum terurai karena dapat membuat akar tumbuh bercabang dan tidak beraturan.
RHS menyebut salsify tidak membutuhkan banyak perawatan setelah tumbuh dengan baik. Fokus utamanya adalah menjaga area tetap bebas gulma, mempertahankan kelembapan, dan melindungi bibit muda dari siput maupun bekicot.
Menanam benih dan jarak tanam
Gunakan benih yang masih segar karena kemampuan perkecambahannya dapat menurun seiring waktu penyimpanan. Buat lubang atau alur tanam dengan kedalaman sekitar 1 cm, letakkan benih secara tipis dan merata, kemudian tutup kembali menggunakan lapisan tanah halus.
Jika menanam di bedengan, berikan jarak antarbaris sekitar 30 cm. Setelah bibit mulai tumbuh dan memiliki beberapa daun, lakukan penjarangan hingga jarak antartanaman sekitar 10 cm agar setiap akar memiliki ruang untuk berkembang.
Menurut panduan RHS, benih salsify membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk berkecambah. Prosesnya bisa berlangsung tidak seragam, sehingga jangan terburu-buru menganggap benih gagal tumbuh jika belum muncul tunas dalam beberapa hari.
Panen dan pengolahan
Waktu panen salsify bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, dan perkembangan tanaman. Panduan Virginia Cooperative Extension memperkirakan tanaman ini membutuhkan sekitar 120–150 hari hingga matang. Namun, angka tersebut berasal dari panduan budidaya di wilayah beriklim berbeda sehingga waktu panen di Indonesia perlu disesuaikan dengan hasil pengamatan tanaman.
Sebelum mencabut, perhatikan ukuran akar dan kondisi daun. Jika akar sudah berkembang dengan baik, gunakan garpu kebun untuk menggemburkan tanah di sekelilingnya. Jangan langsung menarik bagian batang karena akar salsify cukup panjang dan mudah patah. Angkat perlahan dari bagian bawah tanah hingga seluruh akar berhasil dikeluarkan.
Setelah dipanen, bersihkan tanah yang menempel dan simpan akar di tempat sejuk. Jika ingin mempertahankan kualitasnya lebih lama, akar dapat disimpan dalam kondisi dingin dengan kelembapan yang sesuai.
Di dapur, akar salsify dapat diolah menjadi sup, tumisan, puree, hingga sayuran panggang. Kulitnya cukup keras dan dapat mengeluarkan getah lengket ketika masih mentah. RHS menyarankan akar dimasak terlebih dahulu sebelum dikupas agar proses pengolahannya lebih mudah.
