Membuka mata batin dalam waktu lima menit paling realistis dipahami sebagai durasi satu sesi latihan harian, bukan waktu yang cukup untuk memunculkan kemampuan gaib secara langsung. Praktik yang paling sering dipakai adalah memusatkan perhatian pada titik di antara alis, latihan napas, dan menatap nyala lilin atau trataka. Jika dijalani rutin, latihan ini disebut membantu pikiran lebih tenang, fokus lebih tajam, dan kepekaan terhadap intuisi meningkat, dengan syarat ada konsistensi, niat yang jelas, dan tubuh dalam kondisi rileks.
Mata batin dalam tradisi spiritual
Di Indonesia, mata batin dikenal sebagai indera keenam, kemampuan batiniah yang dipercaya berpusat di ruang antara kedua alis. Dalam tradisi yoga, titik itu disebut Ajna atau cakra mata ketiga. Menurut Anodea Judith, pakar cakra yang juga pelatih di Mindvalley, mata ketigalah yang membuat seseorang mampu melihat hakikat realitas di balik permukaan segala sesuatu.
Perlu dicatat, mata batin bukan organ fisik dan belum bisa diukur secara medis. Karena itu, konsep ini lebih tepat dianggap sebagai keyakinan spiritual ketimbang fakta ilmiah. Dalam tradisi spiritual, prosesnya bertahap dan berbeda pada tiap orang, sehingga hasil yang paling mungkin dirasakan dalam waktu dekat adalah pikiran lebih tenang dan fokus yang lebih baik.
Meditasi pada titik di antara alis
Banyak praktisi memilih teknik ini karena paling sederhana dan tidak memerlukan alat. Titik yang dimaksud berada sejajar dengan alis, tepat di tengah dahi bila kedua alis dipertemukan, dan dalam tradisi yoga diyakini sebagai pusat intuisi. Langkahnya:
- Pilih ruangan yang tidak berisik, matikan notifikasi ponsel selama lima menit, dan pasang pengatur waktu agar tidak terus melirik jam.
- Duduk dengan punggung tegak, bisa bersila di lantai atau di kursi dengan kaki menapak, lalu letakkan tangan di atas paha secara rileks.
- Pejamkan mata dan tarik-hembuskan napas perlahan sekitar 10 kali untuk membantu tubuh beralih ke mode tenang.
- Arahkan perhatian ke dahi bagian tengah tanpa menegangkan otot mata. Bila sulit, sentuh titik itu sebentar dengan ujung jari.
- Bayangkan cahaya lembut berwarna nila di ruang antara alis, atau cukup bayangkan titik cahaya yang menenangkan.
- Saat pikiran melantur, kembalikan perhatian ke napas lalu ke titik di antara alis.
- Setelah alarm berbunyi, gosok kedua telapak tangan, tempelkan ke mata, lalu buka mata perlahan.
Rasa rileks dinilai penting dalam latihan ini. Seorang pembimbing meditasi, dikutip dari Ananda.org, menyatakan, “Biasanya, ketika kita melihat aspek sebuah cakra dalam meditasi, kita sangat rileks dan juga berkonsentrasi secara mendalam.” Bila kelopak mata berkedut atau terasa tegang, kendurkan otot wajah karena kedutan seperti itu biasanya tanda terlalu memaksa, bukan tanda mata batin terbuka.
Latihan napas: napas perut dan bhramari
Bagi yang sulit duduk diam, napas bisa menjadi pintu masuk paling mudah. Napas teratur membuat pikiran lebih tenang, dan banyak praktisi menganggap ketenangan itu sebagai syarat utama. Dua teknik yang cocok untuk pemula adalah bhramari atau napas lebah dan napas perut.
- Menit pertama hingga kedua, letakkan satu tangan di perut, tarik napas lewat hidung sampai perut mengembang, lalu hembuskan perlahan lewat mulut sampai perut mengempis.
- Atur tempo: tarik napas selama 4 hitungan dan hembuskan selama 6 hitungan agar tubuh terasa lebih rileks.
- Menit ketiga hingga keempat, tutup lubang telinga dengan jempol secara lembut, pejamkan mata, lalu tarik napas dalam lewat hidung.
- Hembuskan pelan sambil mengucapkan “hmmm” dengan mulut tertutup, lalu rasakan getarannya di wajah dan dahi.
- Ulangi 5 sampai 7 kali sambil memusatkan perhatian pada titik di antara alis.
- Menit kelima, lepaskan tangan dari telinga, bernapas normal, dan nikmati rasa tenang sebelum membuka mata.
Para praktisi yoga meyakini getaran suara dalam bhramari terasa sampai ke dahi, tempat titik mata ketiga berada. Latihan napas sebaiknya disertai niat yang jelas, dan bagi yang religius sesi ini bisa diisi dengan doa sesuai keyakinan. Bila merasa pusing atau sesak, segera kembali bernapas normal karena latihan yang benar seharusnya terasa ringan.
Trataka, menatap nyala lilin
Trataka adalah teknik klasik Hatha Yoga yang tercatat dalam teks Hatha Yoga Pradipika dan awalnya dipakai untuk membersihkan pikiran dari gangguan sekaligus melatih konsentrasi. Berbeda dengan meditasi biasa, latihan ini dilakukan dengan mata terbuka dan pandangan terpaku pada satu titik. Dari sisi ilmiah, sebuah eksperimen kecil yang dirangkum Insight Timer melibatkan 30 pria muda sehat yang mengerjakan tes perhatian berat setelah sesi trataka dan sesi kontrol, dan skor mereka jauh lebih baik tepat setelah menatap lilin. Studi lain di International Journal of Yoga melibatkan 60 lansia yang berlatih trataka selama 26 hari, dengan hasil memori kerja dan perhatian meningkat dibanding kelompok kontrol.
- Letakkan lilin di permukaan keras, jauh dari barang mudah terbakar, sekitar satu lengan dari tubuh, dengan nyala sejajar mata dan ruangan tidak berangin.
- Duduk nyaman, pejamkan mata sebentar, dan bernapaslah perlahan sekitar 30 detik.
- Buka mata dan tatap bagian tengah nyala api, sedikit di atas sumbu, dengan lembut tanpa melotot. Untuk pemula, 10 sampai 20 detik sekali tatap sudah cukup.
- Setelah menatap, pejamkan mata dan amati bayangan nyala api yang tertinggal di layar batin. Tahap antar trataka ini sama pentingnya dengan tahap menatap.
- Ganti-gantian antara menatap dan memejamkan mata sampai lima menit habis, lalu padamkan lilin dan pastikan apinya benar-benar mati.
Dalam tradisi yoga India, trataka erat kaitannya dengan konsep mata ketiga. Menurut Art of Living, yoga asana, pranayama, dan meditasi membantu membuka sumbatan cakra, sedangkan menatap lilin adalah teknik ampuh untuk menyembuhkan cakra mata ketiga. Situs yang sama menjelaskan bahwa mata ketiga sebenarnya lebih dekat dengan intuisi sehari-hari: “Mata ketiga juga merupakan firasat, ia adalah intuisi. Ia bukan mata lain yang duduk di sana.” Bagi pemakai lensa kontak, penderita gangguan mata, atau yang punya riwayat kejang, trataka sebaiknya dilewati atau dikonsultasikan dulu ke dokter. Sebagai ganti lilin, pandangan bisa diarahkan ke titik hitam di kertas putih.
Ekspektasi realistis dan tanda keseimbangan
Para praktisi spiritual umumnya sepakat bahwa mata batin dibuka bertahap, bukan sekaligus. Para penulis di bidang ini juga mengingatkan pentingnya membumi lebih dulu dan membangun fondasi yang kokoh agar pengalaman batin bisa dinilai dengan jernih. Gretchen Stelter, dikutip dari The Mindful Word, menyatakan, “Ketika terbuka dan selaras, diyakini orang akan mengikuti intuisinya dan mampu melihat gambaran besar.”
- Lima menit adalah durasi satu sesi, bukan jaminan hasil. Manfaat yang paling mungkin muncul lebih dulu adalah pikiran lebih tenang dan fokus lebih tajam.
- Tanda keseimbangan yang sehat biasanya berupa intuisi lebih jernih, keputusan lebih mantap, dan rasa damai. Sebagian orang juga mengalami mimpi tentang mata batin yang terasa lebih hidup.
- Cakra mata ketiga yang berlebihan disebut kebanjiran masukan psikis sehingga sulit memisahkan kebenaran dari khayalan. Pikiran yang terus berpacu dan merasa terlepas dari kenyataan juga sering disebut sebagai tanda ketidakseimbangan.
- Mereka yang punya riwayat kecemasan berat, depresi, atau halusinasi disarankan berkonsultasi dulu dengan psikolog atau psikiater, dan menghentikan latihan bila muncul rasa takut berlebihan, sulit tidur, atau paranoia.
- Tidur cukup, makan bergizi, dan bergerak rutin membantu pikiran lebih jernih. Berlatih lima menit setiap hari dinilai lebih baik daripada satu jam sekali seminggu, misalnya pada pagi setelah bangun tidur.
- Intuisi berguna, tetapi jangan dijadikan satu-satunya dasar keputusan penting. Tetap pertimbangkan fakta, akal sehat, dan saran orang yang dipercaya.
Latihan lima menit ini paling berguna sebagai cara mengenal diri sendiri, sehingga seseorang lebih peka membaca perasaan, lebih tenang menghadapi masalah, dan lebih yakin mengambil keputusan. Untuk pendampingan, carilah guru meditasi atau tokoh agama yang jelas rekam jejaknya dan berhati-hatilah terhadap tawaran berbayar yang menjanjikan mata batin terbuka secara instan. Waktu berlatih juga sebaiknya dipilih saat suasana tenang, yakni pagi setelah bangun tidur atau malam sebelum tidur, serta dihindari tepat setelah makan besar atau saat tubuh sangat lelah.
