AC Milan Terima Pukulan Telak dari Ferencvaros, Bartesaghi Kritik Sikap Tim yang Tidak Terima
Trenz Indonesia – 06 November 2026 | AC Milan menelan kekalahan mengecewakan 0-2 dari Ferencvaros di San Siro pada Matchday 4 Liga Europa 2026/2027. Meski menguasai 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, Rossoneri gagal menembus pertahanan tangguh tim asal Hungaria tersebut.
Lenny Joseph menjadi bintang gelap dengan mencetak dua gol pada menit ke-52 dan ke-66, memanfaatkan kelengahan pertahanan Milan yang runtuh di babak kedua. Kekalahan ini menambah beban AC Milan yang kini hanya mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan pertama di fase grup, menempatkan mereka di peringkat ke-28 klasemen sementara.
Bek AC Milan Davide Bartesaghi tidak menahan diri untuk mengkritik penampilan timnya. Dalam wawancara terus terang seusai pertandingan, Bartesaghi menyebut sikap tim sebagai “tidak dapat diterima” dan menekankan bahwa masalah utama adalah mental, bukan meremehkan lawan.
“Data berbicara sendiri, ini masalah mental,” ujar Bartesaghi kepada media. “Kami tidak boleh masuk ke lapangan dengan sikap seperti ini. Minimnya intensitas sejak awal adalah yang terburuk yang pernah saya lihat musim ini.”
Pemain muda itu mengungkapkan kekecewaannya karena sesi latihan menjelang pertandingan berjalan produktif, namun penampilan di lapangan sangat buruk. “Kami menyia-nyiakan pekan yang sebelumnya berjalan baik. Satu malam dengan upaya yang buruk menghapus kerja keras selama berhari-hari di Milanello,” tambahnya.
Bartesaghi menyoroti kurangnya kegigihan dan kegagalan merebut bola kedua sebagai faktor penentu yang memungkinkan Ferencvaros memanfaatkan kesalahan AC Milan sepanjang pertandingan. Ia menekankan bahwa tim tidak boleh menunggu “tamparan” sebelum mulai bermain dengan urgensi yang dibutuhkan.
Pelatih AC Milan Ruben Amorim tidak sepenuhnya menepis tanggung jawab. Ia mengakui bahwa Rossoneri tampil buruk namun tetap optimis bisa membalikkan situasi di sisa fase grup. “Saya tidak akan menyerah di kompetisi ini. Selama peluang kami belum tertutup secara matematis, kami akan terus berjuang,” kata Amorim.
Amorim menjelaskan bahwa buruknya performa AC Milan bukan karena rotasi pemain, melainkan kegagalan memperhatikan detail permainan. Goncalo Ramos dan Christian Pulisic, yang diandalkan untuk memberikan ancaman di depan, gagal tampil tajam dan membuat frustrasi.
Kekalahan ini datang setelah AC Milan baru saja meraih kemenangan penting dalam Derby della Madonnina melawan Inter dengan skor 3-1. Suasana positif itu langsung sirna dengan kemunduran di kompetisi Eropa. Situasi kritis ini menuntut AC Milan untuk bangkit dan fokus pada pertandingan tandang yang berat di putaran berikutnya untuk tetap hidup di Liga Europa.
