Selebritas cilik Ryu Kintaro kembali menjadi perbincangan publik setelah seorang pelamar kerja mengungkap pengalaman tidak menyenangkannya saat mengikuti proses rekrutmen di kantor Ryu. Pelamar itu menyebut hasil tes editing videonya dipakai untuk kepentingan publikasi tanpa kejelasan status lamaran maupun kompensasi. Polemik ini kemudian memicu kritik warganet terhadap sikap Ryu dalam menanggapi persoalan.
Kronologi tes editing video
Melalui akun Threads pribadinya, @manusia_1080p, pelamar tersebut menuturkan kronologi kejadian, seperti dilansir KapanLagi.com. Menurut dia, kantor Ryu Kintaro sebelumnya membuka lowongan untuk posisi videografer dan editor, sehingga ia tertarik mengajukan lamaran. Pada 3 Juli 2026, ia mengaku menerima undangan untuk menjalani tes editing video secara langsung di kantor Ryu Kintaro.
Ia menjelaskan, saat itu seorang editor internal memberikan instruksi untuk menyunting hanya pada bagian menit ke-3 hingga menit ke-11. “Perlu dicatat, saat itu saya diberikan instruksi langsung oleh editor internal mereka (yang saya beri lingkaran) untuk hanya menyunting dari menit ke-3 hingga sampai pada menit ke-11 saja,” tulisnya.
Seluruh pengerjaan dilakukan menggunakan komputer yang disediakan kantor, sehingga berkas proyek dan draf hasil editannya tertinggal di perangkat tersebut. Menurut pelamar, pihak Ryu Kintaro sempat mengirim pesan melalui DM Instagram yang mengakui kehadirannya di kantor untuk mengerjakan tes editing. Namun, karena tidak ada kejelasan status kerja maupun kompensasi, hasil tes itu justru diunggah untuk kepentingan publikasi mereka.
Dugaan intimidasi dan ajakan bertemu
Persoalan semakin ramai setelah pelamar mengaku menerima pesan bernada intimidasi melalui DM Instagram dari akun yang tidak dikenalnya, beberapa jam sebelum Ryu Kintaro mengunggah pernyataan terkait dirinya. “Beberapa jam sebelum Ryu Kintaro membuat postingan yang berkaitan dengan saya, saya mendapatkan pesan intimidatif oleh akun yang tidak saya kenal,” ungkapnya.
Di tengah polemik, Ryu Kintaro mengunggah pernyataan yang menantang pemilik akun @manusia_1080p untuk datang ke kantornya dan bertemu langsung guna menyelesaikan persoalan. Pelamar menolak memenuhi ajakan tersebut dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan dirinya. Ia menyatakan telah menyimpan sejumlah bukti, mulai dari catatan kehadiran, metadata, pengakuan tertulis dari pihak Ryu Kintaro, hingga pesan yang diduga berisi ancaman.
Permintaan maaf dan respons “Terima kasih”
Setelah persoalan itu ramai diperbincangkan, pelamar membagikan percakapan DM Instagram dengan Ryu Kintaro. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf secara personal kepada Ryu dan pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh unggahan serta komentarnya di sebuah akun Instagram pencari kerja. Ia mengakui telah melakukan kesalahan karena menyampaikan komentar tanpa menyertakan bukti yang dinilai valid, dan menyatakan akan lebih berhati-hati dalam berkomentar ke depannya. Selain itu, ia bersedia apabila diminta membuat video permintaan maaf secara terbuka.
Ryu Kintaro kemudian mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut melalui akun Instagram pribadinya dengan keterangan singkat, “Terima kasih.” Unggahan itu kembali menarik perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kritik dan mengingatkan Ryu agar lebih berhati-hati dalam merespons persoalan, termasuk tidak melontarkan ancaman kepada pihak lain. Tidak sedikit pula warganet yang menilai sikap Ryu dalam menghadapi polemik tersebut terkesan arogan.
