KapanLagi.com merangkum tujuh film yang mengangkat longsor, desa terisolasi, dan perjuangan bertahan hidup dalam laporan yang dipublikasikan Kamis (29/10/2026). Daftar itu mencakup thriller survival, horor Indonesia, hingga dokumenter Korea Selatan tentang warga terdampak bencana. Tidak semua judul menampilkan longsoran secara langsung; beberapa dipilih karena suasana keterjebakan di wilayah terpencil.
Fall 2: Deadpoint
Fall 2: Deadpoint (2026) disebut sebagai pilihan paling tepat untuk tema longsor dan bertahan hidup. Film produksi Amerika Serikat, Thailand, dan Inggris ini disutradarai Michael Spierig dan Peter Spierig, dengan pemain Harriet Slater, Arsema Thomas, Virginia Gardner, dan Tom Brittney. Durasi 97 menit menurut Lembaga Sensor Film (LSF). Jax Haunter masih berduka atas kematian kakaknya, Shiloh Hunter. Perjalanan ke Thailand bersama Luce, yang menyebut diri teman dekat Shiloh, menjadi cara Jax mengenang sang kakak sekaligus menuntaskan rencana lama. Luce mengajak Jax menaklukkan tebing di Gunung Kwan, termasuk jalur ekstrem berupa jembatan papan di ketinggian. Ekspedisi itu berubah menjadi mimpi buruk ketika gempa memicu longsor dan menghancurkan jalur. Jax dan Luce terjebak sekitar 3.000 kaki di atas tanah, tanpa perlindungan memadai. Cuaca ekstrem, akses terbatas, dan rasa takut membuat setiap keputusan penting. Jax juga harus menghadapi trauma masa lalu dan mempertanyakan kepercayaan kepada Luce. Menurut rangkuman itu, film ini menunjukkan bagaimana longsoran dapat memutus jalur penyelamatan dalam sekejap.
Pencarian Terakhir
Pencarian Terakhir (2025) adalah horor thriller misteri Indonesia garapan Affandi Abdul Rachman. Film 103 menit ini diperankan Fatih Unru, Fadi Alaydrus, Dinda Mahira, Adzana Ashel, Donny Alamsyah, Alika Jantinia, Razan Zu, dan Artika Sari Devi. Drupadi, remaja 17 tahun, kehilangan ibunya, Sita, yang hilang misterius di Gunung Sarangan. Peristiwa itu membuat hubungan Drupadi dengan ayahnya, Tito, semakin dingin. Drupadi ingin mencari jawaban dan berharap menemukan ibunya, sekaligus mengakhiri rasa bersalah dan memulihkan hubungan keluarga. Ia pergi bersama kekasihnya, Raka, serta Maya, Ucok, Jamal, dan Nurul. Mereka masuk ke kawasan gunung yang menyimpan misteri dan mulai menghadapi kejadian ganjil. Medan yang sulit dan kemungkinan bahaya membuat perjalanan semakin menegangkan. Meski bukan film bencana longsor, suasana alam berbahaya dan perjalanan ke wilayah terpencil sejalan dengan tema isolasi.
Desa Mati: The Movie
Desa Mati: The Movie (2025) disutradarai Sipu Groso dan berdurasi 76 menit. Pemainnya Frisly Herlind, Kiesha Alvaro, Adilla Fitri, Ehan Brenda, Shakira Sheldrick, Samuel Rizal, Ence Bagus, Ibnu Gundul, dan Oce Permatasari. Lintang, Arga, Ajeng, Sandra, dan Dimas berencana liburan ke Air Terjun Sampang di dekat rumah nenek Lintang. Gangguan di perjalanan membuat mereka terjebak di sebuah desa asing. Warga menyambut dengan ramah, tetapi suasana berubah setelah mereka memutuskan menginap. Kejadian aneh muncul dan membuat kelima mahasiswa itu merasa tidak aman. Mereka tidak memahami situasi dan belum tahu cara meninggalkan tempat itu. Ketidakpastian menjadi sumber ketegangan. Dengan durasi singkat, film ini mengandalkan suasana desa sunyi dan perubahan dari perjalanan wisata menjadi pengalaman horor.
Dusun Mayit
Dusun Mayit (2025) garapan Rizal Mantovani berdurasi 95 menit, dibintangi Amanda Manopo, Ersya Aurelia, Fahad Haydra, dan Randy Martin. Aryo, Yuni, Nita, dan Raka mendaki Gunung Welirang untuk mengisi liburan. Mereka menemukan sesajen di lokasi pendakian, lalu rangkaian kejadian sulit dijelaskan mulai terjadi. Salah satu dari mereka mengalami perubahan kondisi yang membuat kelompok semakin khawatir. Mereka memutuskan menghentikan pendakian dan turun gunung. Namun, jalur pulang tidak serta-merta membuat keadaan aman. Mereka justru menghadapi pengalaman yang semakin mengganggu dan harus menjaga keselamatan. Dalam daftar itu, film ini disebut cocok untuk pencinta horor berlatar pegunungan, dengan catatan ancaman utamanya adalah kejadian mistis, bukan longsor.
The Decline
The Decline (2020) dari Kanada menawarkan thriller survival di wilayah terpencil. Film sekitar 83 menit atau 1 jam 23 menit ini disutradarai Patrice Laliberté dan diperankan Guillaume Laurin, Marie-Evelyne Lessard, Réal Bossé, Marc-André Grondin, Marc Beaupré, Marilyn Castonguay, serta Guillaume Cyr. Sekelompok orang mengikuti kamp pelatihan bertahan hidup untuk mempersiapkan diri menghadapi keadaan darurat. Sebuah kecelakaan mengubah latihan menjadi situasi serius dan memunculkan perbedaan pandangan. Alih-alih bersatu, peserta terpecah karena rasa takut dan ketidakpercayaan. Ketika setiap orang merasa harus melindungi diri, kerja sama semakin sulit dipertahankan. Konflik berkembang menjadi perjuangan bertahan hidup yang brutal, dengan ancaman tidak hanya dari alam tetapi juga dari sesama manusia. Film ini tidak berfokus pada longsor, namun latar terpencil dan keterasingannya sejalan dengan tema daftar.
Jeongbaengi
Jeongbaengi (2026) adalah dokumenter Korea Selatan garapan Oh Jung-hun berdurasi 89 menit. Film ini tidak memakai pemeran fiksi, melainkan merekam warga dan komunitas terdampak bencana. Pada Juli 2024, hujan ekstrem membuat tanggul jebol dan air merendam Desa Jeongbaengi. Warga harus menghadapi rumah rusak, lingkungan berlumpur, dan keterbatasan yang menghambat pemulihan. Kehilangan tempat tinggal juga berarti kehilangan rutinitas dan rasa aman. Mereka berusaha bertahan dengan saling membantu, antara lain memasak bersama di tengah kerusakan. Dokumenter ini juga menyoroti persoalan ketika kebutuhan warga berhadapan dengan keterbatasan sistem penanganan bencana. Menurut rangkuman itu, film ini lebih menekankan ketahanan masyarakat daripada ketegangan thriller.
Breaking Surface
Breaking Surface (2020) berpusat pada dua perempuan di pesisir Norwegia yang terpencil. Film produksi Swedia dan Norwegia ini disutradarai Joachim Hedén, dengan pemain Moa Gammel, Madeleine Martin, Trine Wiggen, dan Jitse Jonathan Buitnik. Durasi sekitar 82 menit menurut BBFC. Beberapa hari setelah Natal, Ida dan Tuva, dua saudara perempuan dengan sejarah emosional rumit, melakukan penyelaman musim dingin. Saat mereka di bawah air, longsoran batu menimpa Tuva dan menjebaknya. Ida mencapai permukaan untuk mencari pertolongan, tetapi longsor juga merusak area sekitar, menimbun perlengkapan, dan memutus akses. Ida harus membebaskan Tuva dengan peralatan terbatas sambil menjaga ketenangan. Setiap keputusan perlu perhitungan karena kesalahan kecil dapat memperburuk kondisi. Dalam daftar itu, film ini disebut cocok bagi penonton yang menyukai thriller dengan ancaman alam yang terasa nyata.
