Genangan air yang lama di pekarangan dapat mengganggu tanaman karena akar terendam terus-menerus. Dalam rangkuman KapanLagi.com, Selasa (27/10), ada enam jenis tanaman yang dapat dipertimbangkan untuk area dengan tanah lembap atau sering tergenang, terutama selama musim hujan.
Keenam tanaman itu adalah kangkung air, talas, kana air, papirus, iris air, dan genjer. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kedalaman dan lama genangan. Beberapa tanaman hias seperti kana, papirus, dan iris air dapat tumbuh di tanah lembap, tetapi tidak semuanya tahan terhadap genangan berkepanjangan.
Mengapa akar bisa rusak
Tanah yang terus terendam membuat pasokan udara ke akar berkurang. Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan dan menambah risiko kerusakan akar. Karena itu, pengamatan terhadap lama genangan menjadi penting sebelum menentukan tanaman.
Perawatan dapat dilakukan dengan memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi air dan membuat saluran pembuangan bila diperlukan. Tanaman yang tidak tahan terendam dapat ditempatkan pada bedengan atau gundukan tanah. Setiap jenis juga memiliki kebutuhan air yang berbeda; ada yang hanya tahan terhadap tanah lembap, ada pula tanaman air yang mampu hidup di genangan dangkal.
Genjer dan iris air
Genjer (Limnocharis flava) hidup di lahan berair, antara lain rawa dan sawah. Akarnya berada di tanah berlumpur, sementara daunnya muncul di atas permukaan air. Genjer lebih cocok ditempatkan di bagian pekarangan yang selalu basah, bukan di jalur untuk berjalan. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, asalkan air yang digunakan bebas dari limbah dan bahan berbahaya serta area tanam tetap bersih. Tanaman yang hidup di lahan berair tetap membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar bisa tumbuh dan dipanen.
Iris air (Iris spp.) dapat ditanam di tanah yang terus lembap atau di tepi kolam. Sejumlah jenis iris mampu tumbuh di tanah basah dan genangan dangkal. Daunnya panjang dan keluar dari pangkal tanaman. Iris Jepang dan beberapa iris air lain dapat tumbuh di tanah lembap dengan paparan sinar matahari atau naungan sebagian, tergantung jenisnya. Meski cocok untuk area basah, iris tidak selalu mampu bertahan bila terendam terlalu lama, sehingga durasi genangan perlu diperhatikan.
Kana air dan kangkung air
Kana air (Canna spp.) sesuai untuk tanah yang lembap atau pinggir genangan dangkal. Tanaman ini memiliki daun lebar dan batang yang tumbuh dari bagian bawah, serta dapat mengisi area dekat saluran air. Kana dapat diperbanyak dengan rimpang atau batang bawah tanah yang memunculkan tunas. Letakkan di lokasi dengan sinar matahari cukup dan jaga tanah tetap lembap selama masa pertumbuhan. Kana tetap memiliki batas toleransi terhadap genangan, jadi hindari menanamnya di cekungan yang tergenang terus-menerus.
Kangkung air (Ipomoea aquatica) dapat menjadi pilihan jika pekarangan memiliki sumber air melimpah. Berbeda dengan kangkung darat, jenis ini lebih sesuai untuk lahan basah, termasuk area yang tergenang. Kangkung air dapat ditanam lewat stek batang; batang yang ditanam akan berakar dan menghasilkan tunas baru bila lingkungan mendukung. Tempatkan di area yang mendapat sinar matahari. Selain mengisi lahan, kangkung air bisa dimanfaatkan sebagai sayuran dengan syarat airnya tidak tercemar limbah atau bahan berbahaya.
Papirus dan talas
Papirus (Cyperus spp.) dapat dipilih untuk pekarangan yang sering basah, terutama di sekitar kolam atau saluran air. Batangnya tegak dengan daun yang berkumpul seperti payung di ujung batang, sehingga dapat mengisi area yang sulit ditanami jenis lain. Papirus membutuhkan pasokan air yang cukup dan bisa ditanam di wadah atau langsung di tanah. Jika ditanam di wadah, periksa kondisi air dan media tanam secara berkala. Ukuran papirus berbeda-beda; untuk pekarangan sempit, jenis berukuran kecil bisa menjadi pilihan. Penempatan di wadah juga membantu membatasi penyebaran akar dan memudahkan pengaturan.
Talas (Colocasia esculenta) dapat dipertimbangkan untuk tanah lembap yang sesekali tergenang. Tanaman tropis ini bisa ditempatkan di area yang mendapat sinar matahari atau naungan. Talas memiliki daun lebar dan tangkai panjang yang keluar dari pangkal tanaman, sehingga dapat mengisi bagian pekarangan yang belum dimanfaatkan. Jarak tanam perlu disesuaikan dengan ruang agar daun tidak menghalangi akses jalan. Talas membutuhkan air, tetapi genangan dalam yang bertahan lama tetap perlu diwaspadai. Jika air kerap merendam pangkal tanaman, gundukan tanah dapat dibuat supaya akar tidak selalu berada di bawah air.
