Komposer sekaligus sound artist Didin Marlin akan tampil di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Ia menyiapkan karya musik original berjudul “SAJA – Prelude No. 1: Fuga Vanitatis” untuk presentasi koleksi brand busana SAJA pada Kamis (29/10).
Dialog artistik dengan pemilik brand SAJA
Karya tersebut berangkat dari percakapan artistik antara Didin dan Grace Loekman, pemilik brand SAJA. Komposisi ini tidak dirancang sekadar sebagai pengiring peragaan busana, tetapi untuk memperkuat karakter koleksi sekaligus menghadirkan pengalaman audio-visual yang menyatu.
Salah satu elemen yang disorot adalah penggunaan rekaman bunyi langkah kaki dari sepatu produk SAJA. Suara itu diolah dan dijadikan bagian dari materi musikal utama, bukan hanya efek pengeras suasana.
“Saya ingin bunyi yang berkaitan langsung dengan produk tidak hanya hadir sebagai efek suara, tetapi menjadi bagian dari komposisi itu sendiri. Rekaman langkah kaki tersebut saya olah dan tempatkan sebagai salah satu elemen musikal, sehingga hubungan antara sepatu, gerak, dan bunyi dapat hadir secara alami di dalam karya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Semangat menolak konsumerisme sesaat
Secara filosofis, Fuga Vanitatis mengusung semangat menolak konsumerisme yang bersifat sementara. Prinsip desain SAJA yang minimalis dan mengedepankan kualitas tahan lama dijawab Didin melalui struktur musik repetitif yang terus berkembang tanpa kehilangan identitas awalnya.
Penampilan di JFW 2027 menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan karier Didin. Sebab, ia saat ini juga tengah bersiap menyambut malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 yang akan digelar pada 4 November 2026.
Didin diketahui menembus nominasi AMI Awards 2026 untuk kategori Karya Produksi Kontemporer Terbaik lewat lagu “Sappo’na Sumange’ Mabali” dari album instrumental Magismaja, di mana ia bertindak sebagai komposer sekaligus produser.
“Bagi saya, menjadi bagian dari Jakarta Fashion Week melalui karya musik untuk SAJA, lalu melanjutkan perjalanan ke AMI Awards melalui nominasi karya saya bersama Magismaja, merupakan dua pengalaman yang memiliki konteks berbeda. Keduanya membuka ruang bagi saya untuk mengeksplorasi musik dalam pendekatan yang berbeda,” katanya.
Menurut keterangan itu, dua proyek yang berjalan berdampingan tersebut memperlihatkan keluwesan Didin dalam mengeksplorasi musik, baik di ranah produksi instrumen kontemporer maupun dalam kolaborasi lintas disiplin bersama industri fashion.
