Aurora Ribero kembali berakting lewat film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? produksi BASE Entertainment. Dalam film arahan sutradara Archie Hekagery itu, ia memerankan Bintang, anak sulung yang menanggung beban ekonomi keluarga sekaligus berusaha memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitarnya.
Film ini berpusat pada enam calon karyawan yang menjalani masa probation dan bersaing memperebutkan satu posisi karyawan tetap. Selain Aurora, film ini menghadirkan Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, dan Arafah Rianti sebagai karakter dengan kepribadian berbeda yang merepresentasikan beragam kondisi di lingkungan kerja. Ceritanya mengangkat tekanan karier, ekonomi, serta dinamika antarrekan kerja, dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Tekanan terbesar datang dari diri sendiri
Ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), Aurora menyebut karakter Bintang memberinya perspektif baru tentang tekanan yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, persoalan yang dialami Bintang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama sebagai anak pertama yang memikul tanggung jawab keluarga sambil membuktikan kemampuan diri.
“Memerankan Bintang membuat saya sadar betapa besarnya pressure anak muda masa kini yang merasa harus cepat sukses. Tekanan terbesar justru sering datang dari diri mereka sendiri. Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang, tapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu,” ujar Aurora Ribero.
Bukan sekadar kisah persaingan kerja
Produser Shanty Harmayn menuturkan, tim ingin menonjolkan sisi kemanusiaan dari setiap karakter di balik kompetisi enam calon karyawan tersebut. Penonton diharapkan melihat bahwa penolakan tidak selalu berarti jalan buntu.
“Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,” ujar Shanty Harmayn.
Penulis buku Lagi Probation, Samuel Ray, berharap film ini memberi pemahaman lebih luas bagi para pencari kerja, khususnya lulusan baru, tentang fase probation sebagai momentum mengenali hak dan nilai diri.
“Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia,” ujar Samuel Ray.
