Band Arah Pulang merilis single debut berjudul “Kemarau dan Sang Penghujan” pada 6 November 2026. Lagu beraliran cinematic alternative pop itu menghadirkan perpaduan vokal, piano, gitar akustik-elektrik, bass, dan sampling drum dengan nuansa hangat sekaligus kontemplatif.
Formasi dan peran tiap personel
Arah Pulang beranggotakan Jimmo Putra Petir sebagai penulis lagu, vokal, dan backing vocal; Tara Ekantoro Pilotz sebagai music director yang mengisi gitar akustik-elektrik, percussion, dan sampling drum; Kelana Halim pada bass dan backing vocal sekaligus mixing serta mastering; dan Anggi Novalga pada piano serta pemrogram string dan pad berbasis midi.
Berawal dari pertanyaan Ferdy Tahier
Lagu ini ditulis Jimmo, musisi yang dikenal sebagai personel Cockpit+ dan mantan personel The Kadri Jimmo, sebelumnya bernama Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm atau KJP, serta Makara Band yang beraliran progressive rock. Ia juga penulis lagu hits “Gantung” bersama Melly Goeslaw dan pernah berduet dengan Melly dalam single “Pujaanku” untuk soundtrack film Eiffel… I’m in Love (2003).
Proyek ini separuh diinisiasi oleh Ferdy Tahier, vokalis Element. Dalam salah satu episode podcastnya, Ferdy menanyakan kepada Jimmo mengapa hingga kini ia belum mengeluarkan single band maupun solo, padahal latar belakangnya sebagai penulis “Gantung” sudah sangat kuat. Pertanyaan itu menjadi pemicu Jimmo dan Tara Ekantoro Pilotz, gitaris band Pilotz, untuk menyeriuskan penulisan dan aransemen lagu ini.
Digarap di empat studio
Rekaman dilakukan di empat studio berbeda. Take gitar, vokal, dan sketsa dasar lagu dikerjakan di Apple Top Studio milik Jimmo Putra Petir, take piano analog di SAE Studio Pejaten, isian gitar akustik di Galuh Musik Cibubur, sementara mixing dan mastering di StudioKelana. Kelana Halim, yang pernah menangani mixing untuk U2 (“You’re The Best Thing About Me”), Once Mekel, Gigi, dan Slank, memastikan kualitas audio single ini matang dan berkarakter, sekaligus mengerjakan tracking bass.
Adapun Anggi Novalga, komposer film dan televisi antara lain “Dapur Napi” serta mantan personel Pilot Band dan Jiung Band, mengisi tracking piano dan keyboard sebagai ornamen pada lagu ini.
Kisah kehilangan dan cinta di balik lirik
Secara lirik, “Kemarau dan Sang Penghujan” mengisahkan rasa kehilangan dan cinta. “Lagu Kemarau dan Sang Penghujan dilatar belakangi kisah seorang perempuan yang kehilangan orang tuanya, hingga kesedihan yang mendalam hampir mengorbankan hubungannya dengan kekasih,” kata Jimmo dalam keterangan pers yang diterima KapanLagi.com, Jumat (6/11).
Dari sudut pandang lain, Tara menyebut lagu ini sebagai bagian dari lapisan kontemplasi diri atau monolog. “Segala sesuatu yang hilang nanti akan hadir kembali, sebagaimana tercermin dalam salah satu bagian lirik lagu. Tema ini dirasa sangat relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini, sekaligus menjadi afirmasi bagi diri sendiri bahwa segala sesuatu yang hilang nanti akan hadir kembali,” tambah Tara.
Single “Kemarau dan Sang Penghujan” sudah tersedia di seluruh platform musik digital mulai 6 November 2026.
