Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menduga aksi demonstrasi di depan gedung Trans TV ditunggangi pihak tertentu dan menyebutnya sebagai aksi settingan. Kecurigaan itu muncul setelah ia mengamati penampilan massa aksi yang menutupi wajah dengan topeng, topi, dan kacamata. Hal tersebut disampaikan Minola saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026), seperti dilaporkan KapanLagi.com.
Wajah Massa Aksi Ditutupi
Menurut Minola, peserta aksi di lokasi tampak sebagai mahasiswa yang usianya sudah lanjut. Ia menilai penampilan mereka justru memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut bukan gerakan spontan.
“Selain itu, kita bisa melihat bahwa para peserta aksi tersebut adalah mahasiswa yang usianya sudah lanjut,” ujar Minola.
Ia menambahkan, massa aksi tampak malu memperlihatkan wajah sehingga memilih menutupi diri dengan topeng, topi, dan kacamata. Dari situ, menurut Minola, terlihat bahwa mereka adalah massa yang ditunggangi. Ia juga menegaskan orang yang menyuarakan aspirasi secara jujur tidak perlu menyembunyikan identitas.
“Seseorang yang menyuarakan aspirasi secara jujur pasti berani mempertanggungjawabkan perkataannya di muka publik tanpa menutup wajah. Hanya orang bayaran yang ditunggangi dan takut identitasnya terbongkar yang memilih menutupi wajahnya,” kata Minola.
Seruan Boikot Beredar Lebih Dulu
Minola menyebut seruan memboikot Ruben sudah beredar di media sosial sebelum aksi massa berlangsung di lapangan. Menurutnya, rangkaian fakta itu membuktikan aksi demo tersebut adalah aksi settingan.
Ia juga menyinggung unggahan Ruben di media sosial yang memuat video salah satu peserta aksi ketika ditanya soal siapa yang menyuruhnya datang. Menurut Minola, peserta tersebut mengaku hanya diminta datang ke daerah Mampang dengan pakaian putih dan ikut-ikutan, tanpa mengetahui apa yang disuarakan.
“Berarti kan dia sendiri enggak tahu apa yang disuarakan. Ini jelas settingan,” jelas Minola.
