Perjalanan dengan kereta biasanya identik dengan pemandangan sepanjang jalur, buku yang dibaca, atau musik yang menemani. Namun sejumlah film justru mengubah suasana itu menjadi pengalaman menegangkan, mulai dari wabah zombie, teror makhluk misterius, sampai pembajakan yang mengancam nyawa penumpang. Dalam daftar delapan film KapanLagi.com berikut, kereta bukan sekadar alat transportasi, melainkan lokasi utama tempat konflik berkembang.
Train to Busan dan rating tertinggi dalam daftar
Train to Busan (2016) menempati posisi puncak dengan rating 7,6/10 di IMDb. Film Korea Selatan ini mengikuti Seok-woo yang mengajak putrinya, Su-an, naik kereta cepat dari Seoul menuju Busan untuk menemui ibunya. Perjalanan yang tampak biasa berubah menjadi mimpi buruk ketika virus misterius menyebar dan mengubah manusia menjadi zombie.
Penumpang yang terinfeksi mulai menyerang orang lain di dalam kereta. Seok-woo dan penumpang lain berupaya melindungi diri serta bertahan hidup sampai tujuan, sementara ruang gerak yang sempit membuat gerbong demi gerbong berubah menjadi area berbahaya. Di tengah ketegangan itu, film ini juga menampilkan hubungan emosional antara ayah dan anak.
Penyelidikan Poirot hingga rahasia di Trans-Siberia
Murder on the Orient Express (2017) berangkat dari novel Agatha Christie dan mencatat rating 6,5/10. Hercule Poirot, detektif kenamaan, tengah menumpang kereta mewah Orient Express ketika seorang penumpang bernama Edward Ratchett ditemukan tewas di kompartemennya. Poirot diminta mengusut kasus itu, tetapi setiap penumpang berpotensi terlibat. Situasi makin rumit karena kereta terhenti akibat longsoran salju, sehingga penyelidikan harus berlangsung dengan petunjuk dan waktu yang terbatas.
Transsiberian (rating 6,6/10) mengikuti pasangan asal Amerika Serikat, Roy dan Jessie, yang menaiki kereta Trans-Siberia dari China menuju Moskow. Di tengah perjalanan mereka berkenalan dengan Carlos dan Abby. Perkenalan itu perlahan menyeret keduanya ke situasi berbahaya setelah Jessie menyadari pasangan tersebut menyimpan rahasia, termasuk keterlibatan narkoba dan tindakan kriminal. Roy dan Jessie pun dihadapkan pada dilema ketika perjalanan mereka berubah menjadi upaya menyelamatkan diri.
Pembajakan dan pembunuh bayaran
The Taking of Pelham 123 (2009) dengan rating 6,4/10 dibintangi Denzel Washington dan John Travolta. Ceritanya berpusat pada pembajakan kereta bawah tanah New York oleh kelompok bersenjata pimpinan Ryder, yang menyandera penumpang dan menuntut tebusan besar kepada pemerintah kota. Walter Garber, petugas pengendali jalur, terlibat dalam upaya penyelamatan melalui komunikasinya dengan Ryder. Ketegangan film ini bersumber dari interaksi keduanya serta keputusan sulit yang harus diambil sementara kepolisian dan otoritas kota berpacu dengan waktu.
Bullet Train (rating 7,3/10) menghadirkan Brad Pitt sebagai Ladybug, pembunuh bayaran yang ditugasi mengambil sebuah koper di kereta cepat Shinkansen jurusan Tokyo-Kyoto. Tugas yang semula tampak sederhana berubah kacau karena kereta itu ternyata dipenuhi pembunuh bayaran lain dengan misi yang saling berkaitan. Perjalanan pun menjadi rangkaian pertarungan, dan hubungan antarpara pembunuh bayaran perlahan terungkap.
Fiksi ilmiah dan pertemuan dua orang asing
Snowpiercer (2013) dengan rating 7,1/10 berlatar masa depan ketika eksperimen mengatasi pemanasan global gagal dan bumi masuk zaman es. Sekelompok penyintas bertahan di dalam kereta raksasa yang terus bergerak mengelilingi dunia. Kehidupan di dalamnya terbagi menurut kelas sosial: kelompok miskin bertahan di gerbong belakang, sementara kelompok elite menikmati fasilitas mewah di depan. Ketimpangan itu memicu pemberontakan yang dipimpin Curtis, penumpang gerbong belakang yang berusaha menembus gerbong demi gerbong untuk mengambil alih kendali.
Source Code (2011) mendapat rating 7,5/10 dan mengikuti Kapten Colter Stevens yang terbangun di kereta komuter dengan identitas pria asing bernama Sean Fentress. Ia menjalani eksperimen rahasia pemerintah yang memungkinkan seseorang memasuki kembali delapan menit terakhir kehidupan orang lain sebelum meninggal. Colter harus menemukan pelaku pengeboman kereta hanya dengan waktu delapan menit; setiap kali gagal, ia mengulang perjalanan yang sama untuk mencari petunjuk baru.
Compartment No. 6 (rating 7,2/10), produksi Finlandia, menawarkan cerita yang lebih tenang. Laura, perempuan muda asal Finlandia, melakukan perjalanan panjang dari Moskow menuju Murmansk dan harus berbagi kompartemen dengan Ljoha, pria Rusia berkepribadian kasar yang awalnya membuatnya tidak nyaman. Perjalanan panjang itu perlahan membuka ruang bagi keduanya untuk saling mengenal, menjadikan kereta sebagai tempat bertemunya dua orang asing dengan persoalan pribadi dan pandangan hidup yang berbeda.
