Film Desember Jani, debut penyutradaraan Ariani Darmawan yang diproduksi Palari Films, akan menggelar Indonesian Premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026. Dalam ajang tersebut, film ini juga masuk kompetisi Indonesian Screen Awards sebelum dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026.
JAFF 2026 berlangsung selama delapan hari, 29 November hingga 6 Desember 2026, di sejumlah lokasi pemutaran di Yogyakarta. Pemutaran perdana Desember Jani untuk penonton Indonesia dijadwalkan pada Minggu (29/11) pukul 18.10 WIB, disusul pemutaran kedua pada Senin (30/11) pukul 18.05 WIB. Keduanya berlangsung di Empire XXI.
Selain itu, Special Screening Jogjakarta akan digelar pada Senin (30/11) pukul 13.00 WIB bersama Kalis Mardiasih dan didukung V-Soy. Ajang ini menjadi momen pertama bagi penonton Tanah Air menyaksikan kisah empat perempuan lintas generasi tersebut secara langsung.
Kisah tiga generasi perempuan
Desember Jani menampilkan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu keluarga: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), Julia (Hyori Mika), dan Jani (Chempa Puteri). Cerita berpusat pada Jani, gadis 13 tahun yang menghadapi situasi sulit ketika kakaknya, Julia, pergi dari rumah tanpa pamit.
Sepuluh hari setelah kepergian Julia, Jani hanya ingin kakaknya kembali. Namun ia kemudian mengetahui bahwa ibunya, Winnie, menjadi alasan Julia meninggalkan rumah. Hubungan Winnie dan Julia pun semakin renggang. Winnie tenggelam dalam pekerjaan untuk menutupi rasa bersalah, sementara Oma menjadi sandaran yang menenangkan bagi Jani. Diam-diam, Jani masih berkomunikasi dengan Julia.
Selama empat hari di bulan Desember, Jani dihadapkan pada pilihan krusial: tetap diam demi melindungi kakaknya atau berani bicara kepada ibunya. Konflik keluarga itu dikemas lewat momen sehari-hari, mulai dari obrolan di meja makan, makanan yang disiapkan tanpa diminta, pesan yang tak kunjung dibalas, hingga rutinitas rumah tangga.
Program Director JAFF, Alexander Matius, menilai pendekatan penceritaan film ini berhasil membangun konflik tanpa perlu menjelaskan rentetannya secara gamblang. Menurutnya, Ariani memindahkan beban dramatik lewat dialog ringan sehari-hari dan perilaku domestik, sehingga konflik tiga generasi perempuan itu terbaca.
“Kematangan seperti itu membuatnya berdiri sebagai salah satu potret keluarga paling menarik, berbeda, dan menyegarkan di tahun ini,” ujar Alexander Matius.
Menyoroti kerja perawatan yang tak terlihat
Salah satu tema utama Desember Jani adalah invisible care labour, yakni kerja perawatan yang kerap tak terlihat. Film ini menyoroti ragam kerja domestik yang sering tidak diakui dan tidak dibayar, serta masih dilekatkan pada perempuan. Mulai dari menyiapkan makanan, merapikan rumah, merawat orang tua lanjut usia, mengingat ulang tahun guru anak, hingga menjaga suasana rumah tetap hangat, seluruh detail itu menggambarkan peran penting perempuan dalam keluarga.
Ariani berharap filmnya menjadi ruang refleksi bagi penonton, khususnya keluarga Indonesia. Ia menyebut karya ini sejak awal dibuat untuk keluarga Indonesia dan ingin merayakan pengalaman menjadi perempuan.
“Semoga setelah menonton, ada yang pulang lalu menyapa ibunya, kakaknya, atau adiknya, dan mulai bicara,” ujar Ariani.
Film ini juga menandai kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar, menghadirkan peran utama pertama bagi Chempa Puteri, menjadi debut layar lebar Hyori Mika, serta mempertemukan kembali penonton dengan Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Skenario ditulis Ariani Darmawan bersama penyair dan novelis Cyntha Hariadi.
Bagi Palari Films, JAFF memiliki arti tersendiri. Pada edisi perdana Indonesian Screen Awards tahun 2017, film Posesif produksi rumah produksi ini meraih Best Film. Sembilan tahun kemudian, Palari Films kembali bersaing melalui Desember Jani.
Produser Meiske Taurisia menyebut perjalanan festival film ini terasa lengkap karena berakhir di rumah sendiri. Menurutnya, JAFF selalu menjadi tempat bertemu penonton yang mencintai film Indonesia dengan sungguh-sungguh, dan ia tidak sabar membagikan Desember Jani kepada mereka.
Desember Jani diproduseri Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Sebelumnya, film ini mencuri perhatian di Tokyo International Film Festival ke-39 dengan Special Mention di kompetisi Asian Future. Setelah dari JAFF, film ini dijadwalkan rilis di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026, dengan informasi lengkap dapat diakses melalui palarifilms.com/desemberjani.
