Rumah yang terasa dingin saat hujan berkepanjangan atau ketika berada di daerah dataran tinggi tidak selalu memerlukan renovasi besar. Sejumlah penyesuaian kecil, mulai dari membuka tirai saat matahari bersinar hingga menutup celah di sekitar kusen pintu, dapat membantu menjaga ruangan tetap nyaman tanpa harus selalu menyalakan alat pemanas listrik. KapanLagi.com merangkum sejumlah langkah tersebut dengan mengutip panduan Energy Saving Trust berjudul Five Things You Should Do to Prepare Your Home for Winter (2026) serta pedoman soal jendela dari Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air Australia.
Menutup celah udara dan menjaga insulasi
Menurut Energy Saving Trust, insulasi dan penutupan celah udara membantu mengurangi panas yang keluar dari rumah. Atap dan plafon memegang peran penting dalam mengatur perpindahan panas antara bagian dalam dan luar bangunan. Pada rumah di daerah dingin, lapisan insulasi yang sesuai dapat menekan kehilangan panas melalui struktur bangunan.
Kondisi plafon, sambungan atap, dan bagian rumah yang menunjukkan tanda kebocoran perlu diperiksa. Air yang merembes membuat material bangunan lembap dan mengurangi kenyamanan penghuni.
Celah kecil di sekitar kusen pintu dan jendela bisa menjadi jalan masuk udara dingin. Bagian bawah pintu, sambungan kusen, serta area yang terasa berangin meski pintu dan jendela sudah tertutup sebaiknya dicek. Karet penutup celah, bahan penyekat khusus, atau penahan angin di bawah pintu dapat dipakai tanpa perlu mengganti seluruh pintu maupun jendela.
Meski begitu, tidak semua lubang ventilasi boleh ditutup sembarangan. Energy Saving Trust mengingatkan bahwa ventilasi tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas udara serta membantu mengurangi kelembapan dan kondensasi.
Manfaatkan sinar matahari dan tirai tebal
Sinar matahari adalah sumber kehangatan alami yang paling mudah dimanfaatkan. Tirai dan gorden dibuka pada pagi hingga siang agar ruangan memperoleh cahaya serta kehangatan. Pilih jendela yang mendapat paparan matahari dan pastikan area di depannya tidak terhalang lemari besar atau furnitur lain sehingga cahaya bisa menjangkau bagian dalam ruangan lebih leluasa.
Waktu membuka jendela perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Bila udara luar sangat dingin atau hujan deras, cukup manfaatkan sinar matahari melalui kaca dan atur ventilasi pada waktu yang lebih sesuai. Membuka jendela tidak otomatis menghangatkan rumah; ventilasi sebaiknya diatur mengikuti kondisi cuaca agar udara tetap segar.
Tirai membantu mengurangi perpindahan panas melalui jendela, terutama ketika kaca terasa dingin pada malam hari. Pilih bahan yang cukup tebal dengan tenunan rapat, dan panjang hingga mendekati lantai agar area jendela tertutup lebih baik. Ukuran yang sesuai juga penting supaya tidak menyisakan celah besar di bagian samping. Menurut pedoman jendela dari pemerintah Australia, membuka penutup jendela saat matahari bersinar dan menutupnya kembali pada sore hari dapat membantu mempertahankan kehangatan rumah.
Lantai, pintu, dan penataan furnitur
Lantai keramik atau batu dapat terasa sangat dingin ketika cuaca tidak bersahabat. Meletakkan karpet atau tikar pada area yang sering digunakan membuat pijakan lebih nyaman, terutama di samping tempat tidur, ruang keluarga, dan tempat duduk yang dipakai dalam waktu lama. Karpet dengan bahan cukup tebal menambah lapisan pemisah antara kaki dan permukaan lantai. Namun, karpet tidak menggantikan fungsi insulasi bangunan untuk menahan kehilangan panas secara menyeluruh.
Pilih bahan karpet yang mudah dibersihkan dan tidak menyimpan kelembapan. Jika lantai sering basah, keringkan lebih dulu sebelum memasang karpet agar tidak memicu bau apek dan pertumbuhan jamur.
Menutup pintu ruangan yang sedang tidak digunakan membantu membatasi perpindahan udara di dalam rumah. Penghuni bisa memilih satu area yang nyaman untuk berkumpul, beristirahat, atau beraktivitas bersama, dengan perlindungan cukup dari angin dan tanpa kebocoran udara yang mengganggu. Cara ini juga mengurangi area yang perlu dijaga kehangatannya, meski ruangan tetap memerlukan pertukaran udara memadai, khususnya dapur, kamar mandi, dan area yang banyak menghasilkan uap air.
Penataan furnitur ikut memengaruhi kenyamanan. Tempat tidur atau sofa yang berada tepat di dekat jendela bercelah membuat penghuni lebih mudah merasakan aliran udara dingin. Menggeser tempat duduk dan tempat tidur sedikit menjauh dari sumber angin membantu, terutama jika ada jendela atau pintu yang kurang rapat. Lemari besar sebaiknya tidak diletakkan di depan jendela yang menjadi sumber cahaya alami, agar sinar matahari tetap masuk pada siang hari sekaligus paparan udara dingin berkurang pada malam.
Menjaga kelembapan rumah
Rumah yang lembap terasa kurang nyaman, terutama saat suhu udara rendah. Kelembapan berlebihan memicu kondensasi pada kaca dan pertumbuhan jamur di dinding atau sudut ruangan. Hujan sering disertai berkurangnya sinar matahari dan meningkatnya kelembapan, sementara bangunan bercelah udara atau berlantai dingin membuat ruangan terasa makin tidak nyaman.
Kebocoran atap, pipa, dan dinding yang berbatasan dengan area luar perlu diperiksa. Pakaian dijemur di tempat dengan aliran udara baik, dan genangan air segera dikeringkan agar kelembapan tidak bertambah di dalam rumah. Ventilasi diatur dengan tepat setelah memasak, mandi, atau mencuci. Energy Saving Trust menjelaskan bahwa sirkulasi udara membantu mengeluarkan udara lembap dan menjaga kondisi rumah tetap sehat, sehingga penutupan celah udara sebaiknya tidak dilakukan dengan mengorbankan ventilasi yang dibutuhkan.
Bila ingin memasang lapisan insulasi tambahan, pilih material yang sesuai dengan kondisi rumah dan iklim setempat. Pemasangan pada bagian atap atau dinding sebaiknya mengikuti petunjuk produsen atau dikerjakan tenaga berpengalaman agar tidak menimbulkan masalah kelembapan.
