Patrick Stewart, aktor yang dikenal sebagai Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek dan Profesor X dalam X-Men, meninggal dunia pada usia 86 tahun. Ia wafat pada Rabu (28/10/2026) di rumahnya di Los Angeles, dan keluarganya mengumumkan kabar tersebut pada Kamis (29/10/2026) waktu setempat. Stewart meninggalkan istrinya, penyanyi Sunny Ozell, serta dua anaknya, aktor Daniel Stewart dan Sophie.
Pernyataan juru bicara
Juru bicara Stewart, Kelly Bush Novak, menyampaikan kabar duka melalui pernyataan resmi, seperti dilansir People. Ia menyebut sang aktor sempat menderita penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body tidak lama sebelum meninggal.
“Kami mengumumkan dengan duka mendalam wafatnya Sir Patrick Stewart kemarin di rumahnya di Los Angeles, dalam perawatan penuh kasih istrinya tercinta, Sunny, setelah perjalanan singkat dan mengharukan bersama penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body,” tulis Novak.
Dalam pernyataan itu, keluarga dan orang-orang terdekat disebut selalu mendampingi Stewart pada hari-hari terakhirnya. Menurut pernyataan tersebut, aktor itu diiringi musik langsung, doa, tangis, tawa, dan emosi yang mendalam. Keluarga menyatakan akan mengenang ketenangan dan renungan di wajahnya sebagai pengingat keanggunannya yang tak terkalahkan.
Karier di panggung dan layar
Nama Stewart pertama kali tercantum dalam kredit pada 1967 sebagai petugas pemadam kebakaran di serial Coronation Street. Empat tahun kemudian, ia debut di Broadway melalui peran Snout dalam “A Midsummer Night’s Dream”. Ia kemudian tampil di film Hedda (1975) dan Dune (1984) garapan David Lynch.
Karier Stewart berubah setelah ia memerankan Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation pada usia 47 tahun. Ia tampil dalam tujuh musim serial tersebut, lalu kembali memerankan Picard di empat film Star Trek pada 1994-2002. Pada 2020, ia menghidupkan lagi karakter itu lewat Star Trek: Picard di Paramount+.
Stewart juga tampil di sejumlah film sukses seperti The Prince of Egypt, Chicken Little, dan Ice Age: Continental Drift, serta memerankan Profesor X di waralaba X-Men. Ia mengisi suara untuk berbagai program televisi, film, gim video, dan iklan.
Penghargaan dan gelar
Grammy untuk Album Spoken Word Anak Terbaik diraihnya pada 1996 berkat narasi di Prokofiev: Peter and the Wolf. Di tahun yang sama, namanya masuk Hollywood Walk of Fame. Ia mendapat nominasi Golden Globe dan Emmy lewat Moby Dick (1998) dan The Lion in Winter (2003). Nominasi Emmy menyusul pada 2006 untuk penampilan tamu di Extras dan pada 2010 untuk peran utama dalam adaptasi layar “Hamlet”.
Ratu Elizabeth II menganugerahinya gelar kebangsawanan pada 2010 atas kontribusinya di bidang drama.
Masa muda
Patrick Stewart lahir pada 13 Juli 1940 di Mirfield, West Yorkshire, Inggris. Ibunya, Gladys Stewart, bekerja di industri tekstil. Ayahnya, Alfred, adalah sersan mayor resimen di Angkatan Darat Inggris. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.
The Guardian melaporkan bahwa minat Stewart pada seni pertunjukan muncul sejak kecil setelah seorang guru bahasa Inggris memperkenalkannya pada karya Shakespeare. Pada usia 11 tahun, ia mulai belajar akting di Mirfield Secondary Modern School. Pada usia 15 tahun, ia meninggalkan bangku sekolah untuk terjun ke teater lokal. Menurut situs resmi Stewart, ia mendapat beasiswa penuh ke Bristol Old Vic Theatre School pada 1957. Debut panggungnya terjadi pada 1959 sebagai Cutpurse dalam “Cyrano de Bergerac”.
Warisan
Juru bicara menyebut Stewart akan tercatat dalam sejarah perfilman dan di hati penggemar. “Ia mengeksplorasi kondisi manusia dalam segala kompleksitas puitisnya dan menghadirkan harapan, tidak hanya hingga pelosok terjauh Marvel Cinematic Universe, tetapi juga ke wilayah perbatasan terakhir yang paling ikonis dalam dunia fiksi ilmiah melalui Starship Enterprise,” kata sang juru bicara.
Juru bicara juga menyatakan prestasi profesional Stewart diimbangi kerendahan hati dalam filantropi dan aktivisme. Menurutnya, Stewart memperjuangkan hak asasi manusia, penyintas kekerasan dalam rumah tangga, pengungsi di seluruh dunia, layanan kesehatan mental bagi veteran, serta kesejahteraan hewan, terutama anjing pitbull yang ia rawat sebagai hewan asuh. Ia disebut sebagai seorang Knight, Kanselir, penggemar olahraga otomotif, dan pendukung setia klub sepak bola Huddersfield sepanjang hidupnya.
“Ia akan dikenang atas martabat, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan yang selalu ia hadirkan dalam setiap peran, baik melalui karya seni maupun kehidupannya,” pungkas juru bicara.
