Aktor Marcel Chandrawinata mengaku menyesali keputusannya menunda operasi bunion, yakni pengikisan dan pemotongan tulang berlebih di kakinya, selama delapan tahun. Rasa takut terhadap jarum suntik serta aroma dan suasana rumah sakit disebutnya sebagai penyebab utama ia terus mengulur tindakan medis tersebut.
Akibat penundaan itu, tulang di area kakinya tumbuh semakin besar hingga menimbulkan rasa sakit yang cukup parah ketika ia berjalan. Pria berusia 39 tahun tersebut baru mengakhiri keluhan itu setelah kondisi kakinya benar-benar tidak nyaman untuk digunakan beraktivitas normal.
Menyesal Tidak Segera Operasi
Marcel menuturkan, seharusnya ia menjalani operasi sejak tahu keluhan sakit itu muncul, bukan menunggu bertahun-tahun. Ia mengakui terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
“Harusnya gue lakuin itu dari sebelum 8 tahun yang lalu sih. Jadi gua harusnya pas sudah tahu sakit gua langsung operasi, cuma karena gua basically takut rumah sakit, takut jarum, takut terjadi sesuatu, terlalu banyak yang dipikirin, padahal itu belum terjadi, jadinya nunda 8 tahun,” kata Marcel saat ditemui detikcom di RSK Dharmais, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2026).
Menurut Marcel, tim dokter yang menanganinya sempat terkejut melihat kondisi tonjolan tulang di kakinya yang dibiarkan begitu lama. Ia pun menyesali ukuran tulang yang akhirnya jauh lebih besar daripada jika ia lebih cepat ditangani.
“Yang bikin gua nyesal, kalau gue udah operasi dari zaman dulu mungkin gedenya tulangnya nggak sebesar itu,” tuturnya.
Pemulihan Dua sampai Tiga Bulan
Setelah operasi, Marcel harus menjalani masa pemulihan total selama dua hingga tiga bulan dan tidak bisa melakukan mobilitas secara mandiri. Pengalaman itu disebutnya sebagai titik balik yang menyadarkannya bahwa menunda penanganan medis justru mendatangkan risiko kerugian lebih besar.
“Dari situ tuh gua baru mulai, ah kayaknya kalau gua tunda-tunda itu malah impact-nya malah lebih besar ke gua, apalagi sekarang gua udah punya anak,” ujarnya.
Marcel kini mendorong orang lain untuk tidak takut memeriksakan kondisi tubuhnya dan tidak menyepelekan keluhan yang dirasakan. Menurutnya, menerima kabar medis yang tidak diduga memang tidak menyenangkan, tetapi langkah tersebut merupakan investasi bagi kesehatan.
“Jadi intinya sih jangan takut lah, intinya sih gitu sih. Maksudnya kalau memang sih serem lah menerima berita yang kita tidak duga tuh pasti gak enak gitu, tapi ini kan apa yang kita lakukan adalah investasi kita ya,” pungkasnya.
