Film Filosofi Teras garapan sutradara Affandi Abdul Rachman dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Desember 2026. Produksi MD Pictures itu akan hadir berdekatan dengan dua film Hollywood berskala besar, Avengers: Doomsday dan Dune: Part Three, yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air.
Affandi mengatakan dirinya terkejut ketika mengetahui jadwal tersebut. “Saya aja kaget, Mas! Sejujurnya ya, saya pun kaget. Pas tahu tanggal juga kaget kan? Like, hah? Oke,” kata Affandi kepada KapanLagi.com di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Peluang di tengah persaingan
Affandi melihat tanggal 24 Desember 2026 sebagai peluang. Menurutnya, Filosofi Teras beruntung karena dirilis setelah, bukan sebelum, dua film Hollywood tersebut. Ia menyebut dua film itu dibiarkan bertanding lebih dulu, lalu Filosofi Teras masuk setelahnya.
Di luar persaingan di bioskop, Affandi menegaskan hal terpenting adalah pesan dari cerita yang dibawa pulang penonton. Ia berharap penonton merasa mendapatkan sesuatu setelah keluar dari studio. Meski harus bersaing dengan judul-judul raksasa, ia tetap optimistis karena setiap film memiliki daya tarik dan kelompok penontonnya masing-masing.
Diadaptasi dari buku Henry Manampiring
Filosofi Teras diadaptasi dari buku populer karya Henry Manampiring yang memperkenalkan Stoisisme. Affandi berharap para pembaca buku turut memberi dukungan. Ia yakin setiap film atau kisah memiliki penontonnya sendiri yang akan setia, termasuk pembaca bukunya.
Ia juga tidak menampik bahwa jumlah penonton menjadi harapan yang ingin dicapai. Affandi berharap film ini mendapat sambutan hangat saat mulai tayang, dengan penonton yang ramai dan baik.
Kisah Nea
Dalam cerita, Nea (Sherina Munaf) adalah anak tengah yang menanggung ekonomi keluarga sejak ayahnya meninggal. Mimpinya menikahi kekasih runtuh ketika sepupunya menagih rumah keluarga yang pernah dijadikan jaminan oleh ayahnya. Terhimpit utang warisan ratusan juta, dipandang sinis oleh kakaknya yang berkali-kali gagal berbisnis, dan harus membiayai kuliah adiknya, Nea berada di ambang batas kewarasannya.
