Sejumlah pemain film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? mengaku mendapat pelajaran berharga dari karakter yang mereka perankan, terutama soal persaingan di dunia kerja. Aurora Ribero, yang memerankan Bintang, menyebut peran itu membuatnya bisa merasakan bagaimana hidup sebagai orang yang berjuang menjadi karyawan tetap. Pengalaman tersebut disampaikannya dalam konferensi pers film Lagi Probation di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Belajar empati dan keberanian
Menurut Aurora, banyak hal baru yang ia pelajari, termasuk soal adanya persaingan di antara sesama pekerja yang statusnya belum tetap. Ia mengaku jadi lebih memahami kondisi orang lain.
“Yang pastinya aku jadi bisa lebih berempati dan lebih aware juga sama teman-teman. Aku juga belajar tentang keberanian dan juga kepercayaan diri,” ujarnya.
Aurora menilai tuntutan untuk cepat sukses kadang membuat orang lupa memperhatikan kondisi diri sendiri. Karena itu, ia ingin menyampaikan pesan bahwa berjuang itu wajar, tetapi kesehatan mental tetap harus didahulukan.
“Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang. Tapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu,” tuturnya.
Rey Bong, yang berperan sebagai Bima, menilai karakternya cukup kompleks. Ia mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan orang lain, khususnya di lingkungan kerja. Rey menyebut tidak ada orang yang benar-benar jahat, tetapi ketika ada orang yang berbuat kurang pantas terhadap orang lain atau lingkungannya, pasti ada alasannya.
Hal serupa dirasakan Gabriella Ekaputri. Pemeran Claudia itu menekankan pentingnya menjaga batas antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi agar keduanya tidak tercampur.
Pesan untuk yang masih mencari kerja
Arafah Rianti, yang memerankan Velma, memberi saran dengan gaya kocaknya kepada mereka yang belum mendapat pekerjaan. Ia menyarankan waktu menganggur dimanfaatkan untuk menambah kemampuan, salah satunya belajar bahasa Inggris.
“Mumpung misalnya nganggur, belajar dah bahasa Inggris. Jadi kalau gak dapat di Indo, ya bisa di Inggris dah,” celetuk Arafah yang disambut tawa.
Produser Shanty Harmayn mengatakan film ini dibuat untuk menemani orang-orang yang sedang berjuang mencari pekerjaan maupun menjalani awal karier. Menurutnya, mencari kerja bukan perjalanan mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk rasa kesepian karena merasa berjuang sendiri.
“Kami ingin membuat film ini supaya ada temannya. Mudah-mudahan film ini memeluk bahwa you are not alone, Anda tidak berjuang sendirian,” ujar Shanty.
Berawal dari curhatan warganet
Film ini diadaptasi dari buku bestseller berjudul Lagi Probation karya Samuel Ray, seorang praktisi HR. Samuel menjelaskan buku tersebut berawal dari kumpulan curhatan warganet soal dunia kerja yang ia himpun lewat media sosial, mulai dari cara membuat CV, cara interview yang baik, hingga cara agar bisa diterima kerja. Materi itulah yang kemudian ia tulis menjadi konten dan akhirnya menjadi buku.
Sutradara Archi Hekagery mengaku melakukan riset agar kehidupan pekerja kantoran tergambar realistis. Ia mendatangi sejumlah kantor, berbincang dengan HRD dan karyawan yang sedang menjalani masa probation. Archi bersama kru juga mencoba naik KRL pada jam sibuk untuk merasakan langsung rutinitas para pekerja.
“Kita datang ke beberapa kantor untuk melihat langsung, bertemu dengan HRD-HRD di beberapa perusahaan, interview dengan beberapa karyawan yang benar-benar lagi probation, kita juga naik KRL,” ujar Archi.
Film Lagi Probation mengangkat perjuangan enam anak muda yang memperebutkan satu posisi karyawan tetap di perusahaan bumbu dapur bernama Jaya Food. Cerita berpusat pada Bintang (Aurora Ribero), perempuan muda yang membutuhkan pekerjaan untuk membantu keluarganya, karena ayahnya baru pensiun sebagai guru sementara adiknya masih membutuhkan biaya kuliah.
Bintang harus bersaing dengan lima kandidat lain, yakni Bima (Rey Bong), Velma (Arafah Rianti), Damai (Luthfi Afansyah), Miko (Daffa Wardhana), dan Claudia (Gabriella Ekaputri). Awalnya keenam kandidat berusaha membangun kerja sama, tetapi situasi berubah setelah mereka mengetahui hanya satu orang yang akan diangkat menjadi karyawan tetap.
