Trenz Indonesia
News & Entertainment

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari Papua

"Matahari Papua: Saatnya Merdeka Dari Naga".

192

Jakarta, Trenzindonesia | Teater Koma, salah satu kelompok teater paling berpengaruh di Indonesia, kembali menggelar pementasan spektakuler dengan lakon bertajuk “Matahari Papua: Saatnya Merdeka Dari Naga“.

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari PapuaAcara yang diselenggarakan mulai Jumat, 7 Juni hingga Minggu, 9 Juni 2024, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, ini merupakan produksi ke-230 dari Teater Koma, yang kali ini kembali bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Naskah “Matahari Papua: Saatnya Merdeka Dari Naga” adalah karya terakhir dari mendiang Norbertus Riantiarno, atau yang lebih dikenal dengan Nano Riantiarno. Lakon ini menggambarkan simbol perjuangan manusia untuk meraih kemerdekaan yang seutuhnya, dengan latar tempat di wilayah Kamoro, Papua.

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari PapuaKisahnya berpusat pada seorang pemuda bernama Biwar yang tumbuh dewasa di bawah asuhan ibunya, Yakomina, dan didikan Dukun Koreri. Saat mencari ikan, Biwar menyelamatkan Nadiva dari serangan Tiga Biawak, anak buah Naga yang meneror Tanah Papua. Melalui cerita yang penuh emosi dan aksi, Biwar bertekad untuk membalas dendam dan membunuh Sang Naga yang telah membunuh ayah dan pamannya. Namun, apakah Biwar mampu mengalahkan Naga tersebut?

Sutradara pertunjukan, Rangga Riantiarno, menjelaskan bahwa naskah pertunjukan ini pertama kali ditulis pada tahun 2014 sebagai naskah pendek untuk pertunjukan bertajuk “Cahaya dari Papua” di Galeri Indonesia Kaya. “Ketika pandemi merebak, Pak Nano tetap produktif menulis berbagai karya, salah satunya adalah mengembangkan naskah ‘Cahaya dari Papua‘ menjadi ‘Matahari Papua’. Naskah ini kemudian memenangkan Rawayan Award dari Dewan Kesenian Jakarta pada 2022,” ungkap Rangga.

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari PapuaLakon ini menampilkan aktor-aktor handal seperti Tuti Hartati, Lutfi Ardiansyah, Joind Bayuwinanda, Netta Kusumah Dewi, Daisy Lantang, Bayu Dharmawan Saleh, Sir Ilham Jambak, Sri Qadariatin, dan banyak lagi. Dengan arahan artistik dan multimedia dari Deden Jalaludin Bulqini, musik oleh Fero A. Stefanus, tata rias oleh Subarkah Hadisarjana, dan tata busana oleh Rima Ananda Omar, pertunjukan ini dijamin akan memukau para penonton.

 

Pertunjukan “Matahari Papua” akan digelar pada:

Jumat, 7 Juni 2024, pukul 19.30 WIB

Sabtu, 8 Juni 2024, pukul 13.00 dan 19.30 WIB

Minggu, 9 Juni 2024, pukul 13.00 WIB

Untuk informasi dan pembelian tiket, dapat mengunjungi situs resmi Teater Koma di www.teaterkoma.org atau menghubungi nomor 0217359540 dan 082122777709.

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari PapuaRatna Riantiarno, yang juga berperan sebagai produser, menyampaikan bahwa kembalinya mereka tampil di Graha Bhakti Budaya memberikan kesan tersendiri. “Tempat ini memiliki sejarah dan menjadi saksi bagi beragam pertunjukan dari Teater Koma. Meski tanpa kehadiran Mas Nano, wejangan dan ajarannya senantiasa hadir di tiap gerak kami. Kami tidak akan pernah berhenti bergerak, tidak pernah titik, selalu Koma,” ujarnya. (PR/Fjr) | Foto: Dok. Image Dynamic

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.