Gitaris Ungu, Enda, mengaku sangat gugup menjelang konser 30 tahun Ungu di kawasan Senayan. Persiapan panggung disebutnya memakan waktu berbulan-bulan hingga ia sulit tidur nyenyak, meski lagu-lagu yang akan dibawakan sudah akrab baginya.
Hal itu disampaikan Enda saat ditemui di kawasan Senayan, seperti dilaporkan KapanLagi.com. Ia menyebut persiapan konser ini tidak sederhana dan menyita waktu panjang.
Grogi seperti saat ijab kabul
“Ya di panggung aku udah fokus buat Ungu lah, insya Allah. Karena mempersiapkan ini nggak gampang. Berbulan-bulan kita untuk mempersiapkan ini, sampai tidur nggak pulas,” ujar Enda.
Ia mengaku sempat berbicara dengan rekan-rekan bandnya bahwa konser ini seharusnya bukan hal istimewa karena mereka biasa tampil membawakan lagu-lagu tersebut. Meski begitu, rasa tegang tetap besar.
Enda lalu membandingkan konser ini dengan penampilan Ungu di Malaysia. Menurutnya, materi di Malaysia justru lebih menantang karena mereka harus mendalami lagu-lagu baru, sementara pada konser kali ini lagu yang dibawakan sudah biasa dimainkan, tetapi rasa groginya tetap luar biasa.
“Bahkan jujur gua kasih tahu bahwa kemarin di Malaysia tuh jauh lebih susah dari ini lagunya. Kita harus ngulik ini itu. Sekarang tuh lagu yang biasa dibawain, cuman groginya gila,” katanya.
Kegugupannya itu juga ia sampaikan kepada personel Ungu lain. Enda bahkan menyamakan perasaan tersebut dengan momen ijab kabul, saat ia merasa sangat gugup bertemu penghulu.
“Aku tadi bilang sama anak-anak, ‘Gila gua grogi mau manggung ini nih sama kayak gua ijab kabul.’ Gua pernah grogi di saat gua ijab kabul tuh grogi banget, ketemu penghulu tuh grogi. Nah ini gua rasain lagi nih grogi,” jelasnya.
Tetap tampil maksimal
Meski demikian, Enda menegaskan rasa grogi itu tidak mengganggu penampilannya di atas panggung. Melihat antusiasme penonton, ia memantapkan diri untuk tetap bermain maksimal.
“Cuman pas ngelihat antusias penonton, tiket sold out, ya tetap berjuang untuk melayakkan mental untuk tetap main bagus, tetap tampil,” katanya.
