Penyanyi dangdut Fitri Carlina menceritakan perjuangannya pulang dari Jeddah, Arab Saudi, ke Jakarta agar bisa melihat ayahnya sebelum dimakamkan. Saat ayahnya mendadak kritis, Fitri sedang berada jauh di luar negeri. Kabar buruk itu ia terima menjelang salat Jumat di Masjid Qisas, Jeddah, dan ayahnya berpulang pada Sabtu (7/11/2026).
Kabar di Masjid Qisas
Fitri menuturkan, firasat tidak enak muncul tepat sebelum ia menunaikan salat Jumat. Saat ikamah dikumandangkan, kakaknya, Mbak Wiwi, mengabarkan bahwa ayah mereka harus dilarikan ke IGD. Fitri panik, tetapi ia meminta kakaknya memberi kabar susulan karena ingin salat lebih dulu. Kisah itu ia sampaikan di kawasan Cikeas, Bogor, Minggu (8/11/2026), seperti dilaporkan detikcom.
Usai salat, Fitri berusaha menenangkan diri. Nalurinya sebagai anak merasa ada yang tidak beres, apalagi setelah mengetahui tekanan nadi ayahnya turun sampai 30. Ia mengaku khawatir, tetapi berusaha tetap berpikir positif.
Meski begitu, Fitri tetap optimistis. Ia beralasan ayahnya sudah berkali-kali melewati berbagai ujian hidup, sehingga ia berharap ayahnya masih kuat menghadapi kondisi kali ini.
Kondisi ayahnya terus memburuk. Pada malam harinya, keluarga di Indonesia memberi tahu bahwa pihak rumah sakit meminta persetujuan pemasangan ventilator. Fitri pun menyadari situasi ayahnya sudah sangat kritis. Dari Tanah Suci, ia hanya bisa berserah dan berdoa. Ia memohon agar jika ayahnya memang harus berpulang, Allah mencabut nyawanya dengan sangat lembut.
Keputusan keluarga
Kabar yang ditakutkan datang keesokan harinya, Sabtu (7/11/2026). Tim medis sempat menawarkan RJP (CPR), tetapi keluarga sepakat mengikhlaskan agar tubuh ayahnya tidak mendapat tambahan rasa sakit. “Dokter katanya mau CPR, tapi kalau dipaksakan takutnya rusuknya patah dan detak jantungnya udah sangat lemah. Kita sepakat sekeluarga mengikhlaskan karena bapak udah lama berjuang,” ungkap Fitri.
Yang menguatkan hati Fitri adalah cerita keluarga di Indonesia tentang detik-detik kepergian ayahnya. Almarhum disebut pergi dalam keadaan tenang, tanpa rasa sakit, dan sempat membersihkan diri sebelum berpulang.
Kejar penerbangan ke Indonesia
Mendengar kabar itu, Fitri langsung mencari tiket penerbangan untuk mengejar prosesi pemakaman. Ia bersyukur semua urusan tiket berjalan lancar. Fitri juga meminta kepada Allah agar masih diberi kesempatan melihat ayahnya sebelum dimakamkan.
Menurut Fitri, permintaan itu terkabul. Ia sempat melihat ayahnya sebelum prosesi pemakaman berlangsung. “Aku langsung pesan tiket dan alhamdulillah Allah masih ngasih kesempatan, semuanya dilancarkan,” ujarnya.
