Gabriella Ekaputri mendapat tantangan baru dengan memerankan Claudia dalam film “LAGI PROBATION: Kerja Ngejar Apa Sih?”. Karakter yang ia perankan digambarkan ambisius dan memilih menjauh dari pertemanan demi mengejar target karier, sebuah sifat yang berlawanan dengan kepribadiannya sehari-hari. Film produksi BASE Entertainment ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Peran yang Bertolak Belakang
Ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), Gabriella menyebut Claudia memandang hubungan personal sebagai hal yang berpotensi menghambat ambisinya. Menurutnya, ia perlu mengeksplorasi karakter yang cukup jauh dari dirinya sendiri. Claudia diceritakan lebih memilih mengejar posisi dibanding membangun kedekatan dengan rekan kerja.
“Karakter Claudia sangat bertolak belakang dengan saya di dunia nyata. Dia menutup diri dari pertemanan karena menganggap hubungan personal hanya akan mendistraksi ambisinya. Memiliki ambisi tentu tidak salah, selama kita berada di jalur kita sendiri. Namun, ketika ambisi itu berubah menjadi keinginan untuk menjatuhkan orang lain demi sebuah posisi, di situlah letak batas di mana dunia kerja berubah menjadi lingkungan yang toxic,” ujar Gabriella kepada KapanLagi.com.
Film ini mengangkat persaingan enam calon karyawan yang menjalani masa probation untuk memperebutkan satu posisi karyawan tetap. Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika hubungan di kantor, mereka juga harus menghadapi persoalan personal yang membuat perjalanan mereka kian rumit. Melalui sosok Claudia, cerita ini menyoroti batas antara ambisi yang wajar dan persaingan tidak sehat.
Sisi Humanis di Balik Persaingan
Produser Shanty Harmayn menyatakan film ini ingin menghadirkan perspektif yang lebih luas tentang kehidupan pekerja. Meski dibalut kompetisi, menurutnya setiap karakter memiliki persoalan dan perjuangan sendiri yang dekat dengan keseharian.
“Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,” ujar Shanty.
Penulis buku “Lagi Probation”, Samuel Ray, berharap film ini memberi pemahaman bagi generasi muda tentang dunia kerja, terutama lulusan baru yang masih beradaptasi dan belum sepenuhnya memahami hak-hak mereka.
“Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia,” ungkap Samuel Ray.
