Trenz Film |Seiring meningkatnya kualitas film Indonesia membuat masyarakat makin gandrung dengan film buatan anak negeri. Terbukti dengan terjadinya peningkatan jumlah penonton, dimana untuk tahun 2017 penonton film Indonesia mampu menembus 40.188.947 penonton. Padahal tahun sebelumnya hanya berkisar 27 juta. Kemudian, tahun 2016 hanya 16 juta. Jadi naiknya tiga kali lipat dibandingkan raihan penonton pada tahun ini. Film Indonesia yang beredar tahun 2017 sekitar 117 lebih, “Tahun 2017, penontonnya membludag, 40.188.947 penonton, ini perhitungan saya dari bioskop ke bioskop secara keseluruhan, tidak hanya dari bioskop 21, tapi bioskop secara keseluruhan. Ini khusus film Indonesia. Film Indonesia yang beredar tahun 2017 sekitar 117 lebih, “ kata Djoni Syafrudin Ketua umum Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI)saat menggelar Jumpa Pers awal tahun 2018 di rumah makan Ayam Suharti Menteng Jakarta Pusat Rabu (3/1)
Djoni menambahkan, pada tahun lalu 27 juta. Tahun sebelumnya lagi, 16 juta. “Jadi naiknya tiga kali lipat pada 2017,” terangnya.
Menurut Djoni pada hari Rabu, 3 Januari 2018; film ‘Ayat-Ayat Cinta 2’; sekitar 289 layar, film ‘Surat Cinta untuk Starla’ ada 269’, film ‘Susah Sinyal’ 261’ dan film animasi ‘Si Juki’ 249. “Rekor sepanjang masa 1068 dari 1500 layar diisi empat film Indonesia!” ungkapnya bangga.
Djoni menyampaikan, film terlaris 2017 di dunia dan AS film ‘Star Wars 8’ meraup $533 juta di AS. “Tapi film legendaris itu kurang berhasil di sini, minus $5 juta, sekitar 1,4 juta pnonton, “ bebernya.
“Film Indonesia semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat, terlebih lagi di daerah-daerah, “ bebernya lagi semakin menunjukkan kebangkitan film Indonesia.
Grafik penonton film Indonesia yang menurutnya melesat pesat pada 2017 lalu diharapkan akan lebih banyak lagi pada 2018. “Semoga 2018 meraih 50 juta pnonton!”.
Dengan meningkatnya jumlah layar bioskop pada tahun 2018 diharapkan jumlah penonton Indonesia bisa terus meningkat di masa depan. “Minggu ini saja film Indonesia menguasai layar di hampir seluruh bioskop di Indonesia. Ini membuktikan kalau film Indonesia mulai diburu penikmat film Indonesia. Kami berharap produser film bisa terus meningkatkan kualitas film produksinya sehingga tren positif ini bisa terus dijaga, ” tandas Djonie Syafrudin. (Tebe/Trenz Indonesia)
