HomeHiburanFilmIndiskop Tonggak Baru Sejarah Perfilman Indonesia

Indiskop Tonggak Baru Sejarah Perfilman Indonesia

Published on

Trenz Film | Adanya bioskop di Mall membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa hiburan bioskop menjadi barang mewah. Sehingga tidak ada lagi istilah bioskop a, b dan c. Situasi yang juga membuat film tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat bawah yang umumnya membutuhkan tontonan dengan harga rakyat.

Berangkat dari keinginan agar film bisa menyasar penonton semua golongan, Marcella Zalianty selalu pelaku industri film menggagas adanya gedung film yang harga tiketnya terjangkau semua kalangan.

Keinginan tersebut disampaikan ke beberapa pihak, dan salah satunya disambut oleh Pemda DKI Jakarta yang menyediakan sebagian ruang di pasar teluk gong diubah menjadi ruang bioskop dan creative center.

“Saya bersyukur sekali, gagasan membuat Indiskop diterima dan dikerjakan bersama dengan Pemda DKI Jakarta dan Badan  Ekonomi Kreatif. Nantinya bioskop ini akan hadir dengan 2 layar ditambah dengan fasilitas penunjang sebagai pusat kegiatan berkreasi bagi masyarakat sekitar pasar teluk gong ini, ” kata Marcella.

Dan Langkah baru perfilman Indonesia, ditancapkan hari ini di PD Pasar Jaya, Pasar Teluk Gong, di Jakarta Utara. Sebuah bangunan bioskop bernama Indiskop, akan segera melengkapi pasar yang biasa menjual kebutuhan sehari- hari masyarakat di sekitarnya.

Yang menarik, fasilitas ini nantinya tidak hanya menjadi sarana menonton film, tetapi juga akan menjadi pusat kreasi (creative center) bagi siapa saja, terutama kalangan muda yang pertumbuhannya terus signifikan.

Pembangunan bioskop di pasar teluk gong ini, merupakan pilot project. Diharapkan nanti kota kota lain akan menyusul dalam waktu dekat.

Dengan adanya Indiskop, lanjut Marcella, maka semakin terbuka pasar yang lebar bagi produser film untuk memasarkan filmnya.

Sementara itu, bagi masyarakat semakin terbuka juga kesempatan untuk menonton film film terutama karya produser dalam negeri.

“Saya tidak menyebut Harga Tiket Masuk ke Indiskop sebagai murah.  Karena memberikan kesan akan fasilitas yang serba seadanya, tetapi  terjangkau.  Dengan fasilitas yang tidak jauh berbeda dengan bioskop yang ada di pusat pusat perbelanjaan mewah, ” tambah Marcella.

Di sisi lain, Indiskop akan menambah jumlah layar bioskop yang saat ini mencapai 4000 an layar di seluruh Indonesia.  “Indiskop juga menjadi alternatif bagi peredaran film Indonesia yang sering mendapat perlakuan tidak adil dari para pemilik jaringan bioskop. Hanya karena mendapat jumlah penonton yang kurang di layar mereka, film langsung diturunkan dan produser merugi. Padahal jika diputar di bioskop dengan harga terjangkau, bisa jadi film yang tadinya dianggap tidak laku, ternyata laku dikalangan masyarakat menengah ke bawah yang enggan menonton di pusat perbelanjaan mewah. ” Ujar Marcella yang juga menjabat ketua Parfi 56 ini.

Indiskop nantinya akan memutar film selama 4 x sehari pada hari biasa, dan 5 x sehari pada akhir pekan. Fasilitas bangku, sistem tata suara, proyektor dan layar tidak jauh berbeda dengan bioskop berjaringan yang sudah ada. “Tehnologi digital saat ini membuat segalanya jadi mudah dan berkualitas. Saya mengajak pemda pemda di kota lain untuk mendirikan indiskop sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang membutuhan sarana hiburan dan pengembangan kreativitas. Investasinya tidak mahal tapi dampak yang ditimbulkan akan sangat besar,” pungkas Marcella Zalianty (Boeyil/Trenz Indonesia) | Foto: Boeyil

Latest articles

BHC Training Center Gelar Pelatihan Perming Profesional untuk Barber

BHC Training Center kembali menghadirkan pelatihan yang menarik bagi para profesional di dunia Barber!...

Fashion Show Nina Septiana Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik dan Seni

Jakarta ,Trenzindonesia - Jakarta – Penampilan fashion show dengan koleksi busana muslim terbaru karya...

Tangis Haru di Hong Kong! Duet Novi Ayla dan Abi Hadad Alwi Bikin 3.000 TKI Larut dalam Shalawat

Jakarta, Trenzindonesia.com | Suasana haru menyelimuti konser “Shalawat dan Doa” di Hong Kong ketika...

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

More like this

Misteri “Aku Harus Mati”: Sukses Dari Kerja Keras atau Pesugihan? Horor Ini Sentil Budaya Flexing

Jakarta. Trenzindonesia.com | Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial yang kerap...

Iva Deivanna Tampil Perdana di Film “Pintu Belakang”, Main Bareng Marthino Lio

Jakarta,Trenzindonesia.com ,Sebuah unggahan first look film muncul di akun Instagram pribadi @iva_deivanna milik artis...

Cut Mini Pemeran Maisaroh “Wanita Terkaya Berwatak Keras” di Film Pasukan 1000 Janda

Film Pasukan 1000 Janda walaupun masih tahap penggarapan syuting, saat ini menjadi perbincangan hangat...