Pada kesempatan itu Firman Bintang yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri perfilman menghimbau agar pengelola bioskop memberikan banyak layar kepada film Indonesia."Jika kita semua sungguh sungguh mencintai film Indonesia.
Lo Ban Teng sebuah film yang memadukan aktor Indonesia dan Tiongkok. Cerita diadaptasi dari kisah hidup pendekar asal Hokkian Tiongkok, dengan setting lokasi shooting dilaksanakan di Tiongkok, Semarang dan Jakarta.
Penampilan luar dan interior bioskop Dakota Rancaekek disesuaikan dengan selera dan kebutuhan penonton. Akses masuk, tempat parkir dan cafetaria tersedia.
Sejak penayangan perdana, film Eggnoid telah banyak mendapat tanggapan positif dari penonton, termasuk mereka yang sama sekali belum pernah membaca sumber adaptasi cerita dari komik digital Webtoon.
Selain soal pajak yang cukup memberatkan, pihak bioskop juga merasa berjuang sendiri untuk menjalani usaha bioskop. Mereka ingin para produser juga turut peduli memperjuangan PTo
The Lawyer Pokrol Bambu produksi Erwin Kallo Film merupakan film bergenre hukum dan pengacara pertama di Indonesia yang dibesut apik oleh Fanny Azar berdasarkan naskah yang ia tulis bersama Erwin Kallo. Dikutip dari situs web Film Indonesia, film ini mengisahkan Johan Nabawi (Jerio Jeffry) yang sangat mencintai Nina Tanjung (Kartika Berliana), istrinya. Akan tetapi, Nina ingin menceraikan Johan lantaran penyakit sadomasokis yang diderita suaminya. Johan selalu memukuli Nina sebelum berhubungan intim.
Menurut Dika Anggara, film menjadi bagian yang sangat berharga karena berkesempatan untuk mengasah talentanya secara totalitas di Industri Film Nasional.
Pada Rapat Koordinasi Pengembangan Perfilman 2019 yang berlangsung pada tanggal 13–15 Maret 2019, terdapat enam pokok pembahasan, yakni (1) penyelamatan film media seluloid, (2) peningkatan kualitas SDM perfilman, (3) kajian dan pendataan perfilman, (4) regulasi dan layanan perizinan perfilman, (5) fasilitasi pengembangan perfilman, dan (6) peningkatan apresiasi perfilman Indonesia
Yang menarik, fasilitas ini nantinya tidak hanya menjadi sarana menonton film, tetapi juga akan menjadi pusat kreasi (creative center) bagi siapa saja, terutama kalangan muda yang pertumbuhannya terus signifikan.
Film “Dancing In The Rain” besutan sutradara Rudy Aryanto yang diproduksi Screenplay Films berkolaborasi dengan Legacy Pictures menjadi film yang kental dengan warna cinta serta kisah persahabatan sejati yang mengharu biru.
Penjurian menjadi sebuah sistem yang mampu menetapkan secara tepat film dan kerja artistik yang seharusnya dijadikan tolok ukur pada masanya. Tiga kriteria yang digunakan sebagal dasar penilaian adalah gagasan dan tema, kualitas estetika, serta profesionalisme.