Jakarta, Trenz Film | Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, sengaja menyaksikan film “Say I Love You” di Bioskop XXI Plaza Senayan, Selasa malam (25/6)
“Filmnya bagus dan penuh inspiratif, film seperti ini harus banyak diproduksi, agar bisa menjadi tauladan dan pembelajaran masyarakat banyak,” ujar politisi yang akrab disapa Cak Imin ini.
Cak Imin menambahkan, film ‘Say I Love You’ merupakan kisah nyata yang bercerita tentang sejumlah anak muda yang rela memotong gaji atau penghasilannya dan dikumpulkan untuk membangun sekolah.
“Kisahnya inspirasi banget, dan dapat mendorong kaum muda untuk mandiri serta berjiwa entrepreneur,” lanjut Wakil Ketua DPR RI ini.
Menyoal pajak tontonan yang kelewat tinggi dan dikeluhkan pelaku industri film. “Setiap Pemda harus menurunkan pajak, kalau memang industri film terus menggeliat. Dan ini menjadi masukan kami sebagai anggota Dewan,” kata Cak Imin.
Mengundang publik figur seperti Cak Imin adalah upaya produser untuk menarik banyak penonton. Sebelumnya telah menggelar Sneak screening. Dan hasil dari acara tersebut, sudah menghadirkan 6000 penonton di 26 kota di seluruh Indonesia.
“Alhamdulilah film ini sudah ditonton 6000 orang, untuk itu kami optimis dengan hasil yang akan dituai oleh “Say I Love You”,” ujar Sahrul Gibran produser Multi Buana Kreasindo, usai nobar di Bioskop Plaza Senayan, Selasa malam
Sementara kisah “Say I Love You” bertutur tentang anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang. Mereka adalah anak-anak yatim piatu, miskin dan kebanyakan urakan. Cerita mereka sudah pernah hadir di tayangan-tayangan seperti Kick Andy maupun Hitam Putih (Trans 7). Bahwa pada akhirnya saat ini mereka berhasil mengelola hotel bintang empat, perkebunan, industri makanan olahan, taman wisata bertema, tidak terlepas dari sosok Julianto Eka Putra (Koh Jul) yang diperankan Verdi Solaiman.
Saat ini SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), bukan sekolah kandang ayam seperti awal berdiri di tahun 2008. Tapi kini jadi sekolah terkenal yang mengajarkan kewirausahaan, dan membuka bermacam usaha di Batu, Malang. SPI kini juga jadi rujukan sekolah-sekolah diseluruh Indonesia belajar kewirausahaan.
Faozan Rizal mampu mengemas biopict Say I Love You lebih cair, lebih menyentuh, terpenting lagi menjadi film yang sangat menghibur. ”Tidak mudah mengemas film yang inginnya menginspirasi penontonnya, tapi harus memberi hiburan bagi penonton,” jelas sutradara Habibie & Ainun ini. Bagusnya, Om Pao panggilan Faozan Rizal lebih mudah menggali banyak cerita dan menghidupkan karakter maupun tokoh di film ini. Sebagian besar tokoh yang ada di film Say I Love You (SILY), masih mengelola bisnis di Transformer Center, pengelola unit bisnis SMA SPI.
Say I Love You (SILY) juga punya cerita berbeda dibanding film putih abu-abu kebanyakan. Say I Love You bertutur tentang sekolah dan mereka-mereka yang menghidupkan sekolah SPI. Cerita tentang sekolah SPI yang menghidupkan tokoh-tokoh di film. Sekolah bukan sekadar latar cerita yang hadir sebagai tempelan lokasi kehidupan tokoh-tokoh yang ada. Ibaratnya, kisah sekolah SPI menjadi pengantar perjalanan cerita tokoh-tokoh film. (Buyil/TrenzIndonesia) | Foto: Buyil
