Nama lagu “Sir Gobang Gosir” tentu sudah tidak asing lagi di telinga pencinta musik dangdut Indonesia. Dengan lirik yang unik, ringan, dan mudah diingat, lagu ini pernah menjadi salah satu lagu yang kerap dinyanyikan di berbagai panggung hiburan, dari acara hajatan hingga pertunjukan musik dangdut di berbagai daerah.
Di balik kepopuleran lagu tersebut, ada sosok penciptanya, Endang Raes, yang ternyata memiliki cerita menarik mengenai proses lahirnya lagu “Sir Gobang Gosir”. Banyak orang mengira frasa “Sir Gobang Gosir” memiliki arti khusus. Namun menurut Endang Raes, kalimat tersebut sebenarnya bukanlah ungkapan yang memiliki makna harfiah baku dalam bahasa Indonesia.
Lagu ini justru berawal dari sebuah pantun sederhana yang tercetus secara spontan saat dirinya berada di lokasi syuting video klip. Tanpa disangka, pantun tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah lagu dangdut yang sukses menarik perhatian masyarakat.

“Lagu ini yang pertama mempopulerkan adalah Irma Darmawangsa. Kemudian banyak penyanyi yang membawakannya di berbagai panggung. Singkat cerita, waktu itu saya sedang berada di lokasi shooting video klip. Lalu saya membuat sebuah pantun dan ternyata pantun itu sangat menarik untuk dijadikan lagu,” ujar Endang Raes melalui akun Instagram pribadinya.
Pantun yang dimaksud berbunyi:
“Sir Gobang Gosir, gula-gula Jawa, sir boleh naksir kalau abang suka.”
Dari pantun itulah Endang mulai merangkai lirik demi lirik hingga menjadi lagu utuh yang menceritakan seorang gadis yang berharap mendapatkan perhatian dan cinta dari seorang pemuda.
Lagu tersebut dibuka dengan lirik yang cukup unik dan romantis: “Namaku Melati yang terlahir dari dewa-dewi, alamatku Jalan Asmara yang menuju kolam-kolam cinta.” Menurut Endang, lirik tersebut sengaja dibuat ringan, jenaka, dan mudah diingat sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan pendengar.
Dipopulerkan Irma Darmawangsa pada 2012
Lagu “Sir Gobang Gosir” pertama kali dirilis dan dipopulerkan oleh pedangdut Irma Darmawangsa pada tahun 2012. Saat itu proses produksinya dilakukan oleh Endang Raes bersama Joel Bahar dari Global Management Artis.
Kehadiran lagu tersebut langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Lirik yang sederhana dipadukan dengan irama dangdut yang enerjik membuat lagu ini cepat dikenal luas dan sering diputar di berbagai acara hiburan.
Popularitas lagu ini bahkan terus berlanjut setelah banyak penyanyi dangdut lain ikut membawakannya di berbagai panggung musik daerah maupun nasional.

Kembali Dirilis Bersama Duo Anggrek
Kesuksesan “Sir Gobang Gosir” tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2013, lagu tersebut kembali dirilis oleh grup dangdut Duo Anggrek yang saat itu diperkuat oleh Devay dan Mozzanie.
Seiring perjalanan waktu, formasi Duo Anggrek mengalami perubahan. Kini grup tersebut dikenal dengan personel Devay dan Putri. Meski demikian, lagu “Sir Gobang Gosir” tetap menjadi salah satu karya yang ikut mewarnai perjalanan musik mereka.Dalam perkembangannya, terdapat pula lirik yang mengandung pesan moral kepada masyarakat, salah satunya berbunyi:
“Belilah yang asli, jangan beli bajakan.” Menurut Endang Raes, lirik tersebut sengaja dimasukkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar menghargai karya para seniman dan tidak membeli produk bajakan, baik kaset, CD, maupun bentuk karya lainnya.
“Pesan moralnya sederhana, jangan membeli barang bajakan. Sama seperti cinta, pilihlah yang asli,” ungkap Endang sambil bercanda.
Sederet Lagu Hits Karya Endang Raes
Selain “Sir Gobang Gosir”, Endang Raes juga dikenal sebagai pencipta sejumlah lagu dangdut yang cukup populer di masyarakat. Salah satunya adalah single E-Masbuloh yang sempat ramai diperbincangkan karena mengangkat bahasa gaul yang sedang tren pada masanya.
Judul “E-Masbuloh” merupakan singkatan dari kalimat “Masalah Buat Loh?”, sebuah ungkapan yang kala itu sering digunakan anak muda dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.
Tak hanya itu, Endang juga menjadi sosok di balik sejumlah lagu hits Duo Anggrek, di antaranya “Pacar Salah Sambung”, “Dari Hongkong”,”Kampret Belang” dan “Gara Gara Dia”. Lagu-lagu tersebut dikenal memiliki ciri khas berupa lirik yang ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta mudah diterima oleh penikmat musik dangdut di berbagai daerah.
Menunggu Kisah di Balik Karya-Karya Lainnya
Perjalanan kreatif Endang Raes membuktikan bahwa sebuah karya besar bisa lahir dari inspirasi yang sangat sederhana, bahkan hanya dari sebuah pantun spontan di lokasi syuting. Dari “Sir Gobang Gosir” hingga berbagai lagu populer lainnya, Endang berhasil menghadirkan warna tersendiri dalam industri musik dangdut Indonesia.
Kini, para penggemar tentu menantikan cerita-cerita menarik lainnya di balik proses penciptaan karya-karya Endang Raes yang selama ini telah menghibur masyarakat. Sebab, di balik lirik yang terdengar sederhana, sering kali tersimpan kisah unik yang menjadi inspirasi lahirnya sebuah lagu yang dikenang sepanjang masa.RuL
