Ebiet G. Ade dan Iwan Fals
Jakarta, Trenzindonesia.com | Dua maestro musik Indonesia, Ebiet G. Ade dan Iwan Fals, kembali menggetarkan hati penikmat musik Tanah Air. Keduanya merilis ulang lagu legendaris “Titip Rindu Buat Ayah” dengan sentuhan baru yang penuh emosi dan kehangatan, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai ikon musik lintas generasi.
Lagu ciptaan Ebiet G. Ade ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan harmoni suara Iwan Fals. Kolaborasi keduanya terasa seperti dialog musikal dua sahabat lama yang saling menghargai perjalanan panjang masing-masing di dunia musik.
“Lagu ini lahir dari kerinduan saya kepada orang tua. Sejak SMP saya sudah berpisah dengan mereka karena sekolah, dan rasa itu saya tuangkan dalam lagu ini,” ungkap Ebiet G. Ade.
Iwan Fals pun tak kuasa menutupi rasa syukurnya. “Bercandaan saya dengan Mas Ebiet, kolaborasi ini seperti lebar-lebaran jidat karena rambut kami sama-sama sudah habis. Saya bersyukur bisa bernyanyi bersama beliau, Alhamdulillah masih diberi kesehatan,” katanya sambil tersenyum.
Sentuhan Baru dari NOAH

Proyek ini digarap serius oleh Musica Studios, dengan David dan Lukman NOAH bertindak sebagai music producer. Keduanya berhasil menjaga nuansa asli lagu, namun memberi warna aransemen yang lebih segar. David memperkaya dengan piano dan atmosfer emosional, sementara Lukman menguatkan dinamika lewat gitar yang hangat.
Menurut Executive Producer Musica Studios, Indrawati Widjaja (Ibu Acin), kolaborasi Ebiet G. Ade dan Iwan Fals adalah momen bersejarah. “Kami berharap karya ini bisa menjadi pengingat kehangatan keluarga, menyentuh hati banyak orang, serta membuka jalan bagi kolaborasi istimewa berikutnya,” ujarnya.
Menuju Panggung Pestapora 2025
Tak hanya hadir di platform digital mulai 2 September 2025, “Titip Rindu Buat Ayah” juga akan dibawa ke atas panggung. Pada 5 September 2025, Ebiet G. Ade dan Iwan Fals dijadwalkan tampil bersama di Pestapora 2025, sebuah momen langka yang diyakini akan menjadi penampilan paling berkesan tahun ini.
Kolaborasi dua legenda ini tidak sekadar nostalgia, tetapi juga jembatan lintas generasi yang menghadirkan pesan universal tentang kerinduan seorang anak kepada ayahnya. Lewat karya penuh ketulusan, Ebiet G. Ade dan Iwan Fals membuktikan bahwa musik Indonesia masih memiliki suara hati yang abadi.
