HomeHiburanMusicEndang Raes Ungkap Kisah di Balik Terciptanya Lagu Legendaris “Termiskin di Dunia”

Endang Raes Ungkap Kisah di Balik Terciptanya Lagu Legendaris “Termiskin di Dunia”

Published on

Lagu dangdut “Termiskin di Dunia” yang dipopulerkan almarhum Hamdan ATT hingga kini masih dikenang sebagai salah satu lagu paling fenomenal pada akhir 1980-an. Di balik kesuksesan lagu tersebut, tersimpan kisah perjuangan sang pencipta, Endang Raes, yang saat itu benar-benar merasakan kerasnya hidup dalam kemiskinan.

Pria kelahiran Sukabumi, 3 Agustus 1967 itu mengungkapkan bahwa lagu “Termiskin di Dunia” lahir dari pengalaman pribadinya saat merantau di Jakarta. Sebelum menciptakan lagu tersebut, Endang sebenarnya sudah menghasilkan dua lagu. Namun, keduanya belum mampu menarik perhatian pasar.

“Lagu ‘Termiskin di Dunia’ itu lagu ketiga saya. Waktu itu saya masih belajar menciptakan lagu, belum terlalu mahir. Tapi kebetulan hasilnya bagus dan diterima masyarakat,” ujar Endang.

Inspirasi lagu itu muncul ketika dirinya memandangi gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Saat itu, ia hidup dalam keterbatasan dan bahkan belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Saya melihat gedung-gedung tinggi, lalu berkata dalam hati, jangankan punya gedung, gubuk saja saya tidak punya. Dari kata ‘gedung’ dan ‘gubuk’ itulah muncul ide lagu ‘Termiskin di Dunia’,” kenangnya.

Endang mengaku sempat berandai-andai menjadi pemilik gedung megah dan memiliki kehidupan yang serba berkecukupan. Namun, kesadaran akan kondisi dirinya yang masih menumpang hidup di Jakarta justru memunculkan ide kreatif. Ia kemudian mengambil gitar dan mulai merangkai lirik beserta notasi lagu yang kelak menjadi karya fenomenal tersebut.

Lagu itu diciptakan pada 1987 dan mulai meledak di pasaran setahun kemudian setelah dibawakan oleh Hamdan ATT di bawah naungan Gajah Mada Record.

“Kenapa yang membawakan Hamdan ATT? Itu keputusan label. Tapi memang saat itu Hamdan masih muda, suaranya segar dan sangat cocok dengan karakter lagunya,” tutur Endang.

Kesuksesan “Termiskin di Dunia” terbilang luar biasa. Penjualan kasetnya mencapai sekitar 1,5 juta kopi, angka yang sangat fantastis pada masanya. Popularitas lagu tersebut bahkan membuatnya diadaptasi ke versi pop sendu yang dibawakan penyanyi senior Emilia Contessa pada 1988.

Berkat lagu itu, Endang Raes menerima berbagai penghargaan, termasuk dari HDX Award dan Nagaswara. Ia juga tercatat sebagai anggota Wahana Musik Indonesia (WAMI) selama lebih dari satu dekade.

Meski sukses besar melalui “Termiskin di Dunia”, Endang tidak pernah berhenti berkarya. Hingga kini, ia telah menciptakan sekitar 447 lagu yang terdaftar di WAMI. Sejumlah karyanya juga sempat meramaikan industri musik dangdut, di antaranya “Berondong Tua”, “Melanggar Hukum”, “Bara Bere”, dan “Merege Hese” yang dipopulerkan penyanyi asal Bekasi, Siti Badriah.

Menurut Endang, lagu “Termiskin di Dunia” bukan sekadar lagu tentang kemiskinan, melainkan juga berisi pesan moral tentang kehidupan. Liriknya mengingatkan bahwa kebahagiaan dan cinta sejati tidak selalu diukur dari materi, sekaligus menjadi pengingat agar manusia tidak sombong dalam menjalani hidup.

“Lagu ini memang saya sisipi kisah pribadi saya yang saat itu merasa menjadi orang paling miskin. Alhamdulillah, lagu ini kemudian diterima masyarakat dan menjadi populer lewat suara Hamdan ATT. Kesuksesan lagu ini juga tidak lepas dari dukungan para pendengar,” ungkapnya.

Endang Raes yang juga pernah berguru kepada pencipta lagu “Tembok Derita”, Asmin Chaidir, berharap kisah di balik lahirnya “Termiskin di Dunia” dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk terus berkarya meski berada dalam keterbatasan.

Sebab, dari pengalaman hidup yang paling sederhana sekalipun, sebuah karya besar bisa tercipta dan dikenang lintas generasi.

Latest articles

Q COFFEE Resmi Buka di Benhil, Sajikan Kopi Nusantara dan Minuman Rempah Berkelas

JAKARTA – Tren kedai kopi terus berkembang. Kini, masyarakat Jakarta memiliki pilihan baru dengan...

Jay Kondangin Rilis Single Terbaru 2026 “Sudah Ada Penggantiku”, Kisah Cinta yang Berakhir Pilu

Jakarta ,Trenzindonesia.com – Penyanyi Jay Kondangin kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui single...

Garuda Emas di Dada Dela Deniya Jadi Sorotan, Desainer Migi Rihasalay dan Wishnu Aji Siapkan Gebrakan Baru

Jakarta, Trenzindonesia.com | Penampilan memukau selalu menjadi salah satu kunci penting dalam kompetisi...

PNM Tanam 27.000 Pohon di Seluruh Indonesia, Wujudkan Pemberdayaan Berkelanjutan hingga Generasi Mendatang

Jakarta, Trenzindonesia.com | Upaya pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan ekonomi dan...

More like this

Jay Kondangin Rilis Single Terbaru 2026 “Sudah Ada Penggantiku”, Kisah Cinta yang Berakhir Pilu

Jakarta ,Trenzindonesia.com – Penyanyi Jay Kondangin kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui single...

The Polonia Rilis Single “Lelah”, Band Kebanggaan Medan yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

Eksistensi The Polonia di industri musik Indonesia kembali dibuktikan. Band asal Kota Medan yang...

Asmara Gen Z Love Fest Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Penggemar di Cileungsi Bogor,

Bogor,Trenzindonesia.com – Fenomena sinetron remaja "Asmara Gen Z" kembali menunjukkan daya tariknya melalui...