Jakarta, Trenzindonesia | Grup musik fenomenal asal Indonesia, NDX AKA, siap melanjutkan kiprah internasional mereka melalui gelaran “NDX AKA Tour Malaysia 2025”, sebuah konser yang bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga jembatan budaya antara Indonesia dan Malaysia.

NDX AKA yang digawangi oleh Yonanda Frisna Damara (Nanda) dan Fajar Ari (PJR Microphone) telah menjelma menjadi ikon musik hip-hop berbahasa Jawa yang digemari lintas generasi. Grup ini memiliki basis penggemar besar yang dikenal sebagai Familia (untuk pria) dan Lady Fans (untuk wanita).
Nama NDX AKA sendiri merupakan akronim dari:
ND: singkatan dari nama Nanda,
X: singkatan dari extreme, menggambarkan semangat mereka dalam mengusung genre hip-hop,
A.K.A: As Known As, alias.
Grup ini terbentuk pada 11 September 2011, dengan kisah awal yang sederhana namun inspiratif — hanya dibayar Rp75 ribu di panggung perdana mereka di belakang stasiun TVRI Yogyakarta.
Hingga 2023, NDX AKA telah mencatatkan 49 lagu, mayoritas berbahasa Jawa. Dari jumlah itu, 36 lagu merupakan ciptaan sendiri, sementara sisanya merupakan cover dari karya musisi legendaris seperti Nike Ardilla, Deddy Dores, dan lainnya.
Konser “NDX AKA Tour Malaysia 2025” dipandang sebagai lebih dari sekadar pertunjukan. Zulkifli Rajalie, pendiri JW Legacy selaku penyelenggara konser, menyatakan bahwa acara ini adalah bentuk interaksi sosial dan budaya antara dua bangsa serumpun.

“Ini bukan hanya tentang mendengarkan musik, tetapi juga tentang menegaskan identitas budaya dan ekspresi diri. Musik menjadi penghubung emosional dan sosial yang kuat antara masyarakat Indonesia dan Malaysia,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Eddie Karsito, pendiri Humaniora Rumah Musik Indonesia, menegaskan bahwa konser ini merupakan bagian dari identitas kolektif dan solidaritas antarbangsa. Ia menyebut musik sebagai bahasa universal yang melampaui batas geografis dan menjadi alat komunikasi budaya.

Eddie juga mengingatkan bahwa konser ini sejalan dengan misi kebudayaan yang sebelumnya telah ia jalankan melalui MFS Production, lembaga seni-budaya yang dibentuknya di Penang, Malaysia. Pada tahun 2023, mereka telah menyelenggarakan acara budaya “Film Kita Dalam Tamadun Dua Bangsa: Indonesia dan Malaysia” sebagai bentuk muhibah dua negara.
“Tahun 2025 ini, dengan semangat yang sama, konser NDX AKA digelar untuk mempererat hubungan Indonesia-Malaysia dalam bidang seni dan industri hiburan. Ini adalah langkah konkret menciptakan ekosistem seni budaya yang saling mempengaruhi secara positif,” tutup Eddie. (PR/Fjr) | Foto: Istimewa
