HomeHiburanNon Stop 12 Jam di Studio, Aesthetic Siap Bikin Namanya Makin Dikenal

Non Stop 12 Jam di Studio, Aesthetic Siap Bikin Namanya Makin Dikenal

Published on

Trezindo.com,Jakarta – Bagi Aesthetic, momen diminta foto bareng oleh penggemar bukan sekadar basa-basi. Buat band asal Cikarang, Jawa Barat ini, antrean foto justru jadi booster energi yang bikin mereka makin yakin untuk terus melangkah di dunia musik Indonesia.

Aesthetic diperkuat oleh Muhammad Rafie Muzaki (vokal), Naufal Tala Musthofa dan Juan Fernanda (gitar), Elbert Suhut (bass), serta Khairul Kusuma (drum). Dari panggung ke panggung, mereka perlahan membangun kepercayaan diri bahwa lagu-lagu pop yang mereka mainkan punya tempat di hati pendengarnya.

“Kami pernah ngalamin momen yang cukup bikin haru. Ada penggemar yang minta foto bareng, bahkan sampai antre. Dari situ kami sadar, musik kami ternyata bisa diterima,” cerita Rafie santai.

Keseriusan Aesthetic bukan cuma soal tampil di atas panggung. Demi menghasilkan karya yang matang, mereka pernah menghabiskan waktu non stop selama 12 jam di studio rekaman.

“Kami pernah benar-benar fokus ngerjain lagu sampai 12 jam tanpa henti. Capek sih, tapi puas,” tambah Rafie.

Perjalanan Aesthetic sendiri sudah dimulai sekitar delapan tahun lalu. Dari manggung di kafe-kafe kecil sampai ikut festival band, semua mereka jalani dengan penuh cerita. Bahkan, ada pengalaman unik sekaligus nyeleneh saat mereka masih sekolah.

“Dulu pernah ikut lomba band atas nama sekolah, menang, terus habis itu diminta ‘berbagi keuntungan’. Akhirnya kami urunan masing-masing Rp200 ribu. Waktu itu dongkol, tapi sekarang malah jadi cerita lucu,” kenangnya sambil tertawa.

Kini, Aesthetic tetap solid dan terus berkembang. Mereka sedang fokus mempromosikan single terbaru berjudul “Sisa Suara”, lagu pop yang disiapkan agar enak dibawakan di panggung dan relevan untuk kebutuhan sinetron.

Soal target, Aesthetic memilih langkah realistis. Jawa dan Bali jadi wilayah promosi utama. Mereka juga masih setia dengan warna pop yang jadi ciri khas, salah satunya lewat lagu “Lakara” yang bercerita tentang kenangan masa sekolah.

Tak berhenti di situ, Aesthetic juga mulai melirik proyek lagu bernuansa religi. Meski mengakui waktu jadi tantangan, mereka tetap ingin mendorong rencana tersebut.

“Kami tetap pengin bikin lagu religi. Pelan-pelan tapi jalan,” tutup Rafie

( Kelana Peterson )

Latest articles

Strategi Jitu Meinl: Pertahankan Dica Melo, Bukti Nyata Talenta Muda Dongkrak Penjualan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Langkah berani kembali diambil brand alat musik global Meinl. Mereka resmi...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)

Ditjen Bina Bangda Kemendagri Perkuat Integrasi PJPK dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Jakarta , Trenzindonesia.com – Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menggelar Workshop Asistensi dan Supervisi...

More like this

Strategi Jitu Meinl: Pertahankan Dica Melo, Bukti Nyata Talenta Muda Dongkrak Penjualan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Langkah berani kembali diambil brand alat musik global Meinl. Mereka resmi...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Tak Hanya Film, Dewi Amanda Bangun Bisnis Kuliner hingga Siap Garap Konser di Timur Tengah

Jakarta Trenzindonesia.com – Produser film Dewi Amanda terus melebarkan sayap bisnisnya. Selain aktif...