Kalina Oktarani jualan Es Teler
Jakarta, Trenzindonesia.com | Dunia hiburan mungkin mengenalnya sebagai model dan selebritas yang selalu tampil glamor. Namun, di balik gemerlap lampu sorot, Kalina Oktarani justru membuktikan diri sebagai seorang pejuang kehidupan yang tak pernah gengsi untuk turun langsung berjualan es teler di kedai pinggir jalan. Ibu satu anak ini dengan berani membuka babak baru dalam hidupnya sebagai pedagang kuliner, mengukir kisah inspiratif tentang ketangguhan dan kemandirian.
Dalam wawancara eksklusif bersama Irfan Hakim di channel YouTube deHakims Story, Kalina dengan jujur membagikan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Setelah sebelumnya sukses berkecimpung di bisnis properti, pandemi Covid-19 memporak-porandakan usahanya. Namun, ia tak menyerah. Dengan semangat pantang mundur, ia memutuskan untuk bangkit kembali melalui bisnis kuliner yang kini digelutinya.
“Dulu kan sebelumnya tuh, sebelum Covid, gue jual beli rumah, properti. Tapi semua terhenti karena pandemi. Sekarang, gue memilih untuk berjualan es teler yang halal dan baik,” ungkap Kalina dengan tegas.

Tak jarang, keputusannya untuk berjualan di pinggir jalan menuai cibiran dari warganet. Banyak yang menganggapnya “sudah tidak laku” di dunia hiburan hingga harus turun ke jalan. Namun, Kalina memilih untuk tak ambil pusing dengan komentar negatif tersebut.
“Banyak banget yang ngatain gue, ‘Kalina udah kere ya, Kalina udah ini ya di pinggir jalan gini-gini’. Tapi yang penting, gue jualan halal, gue nggak jual diri,” tegasnya dengan lantang.
Di usianya yang kini menginjak 45 tahun, Kalina justru melihat peluang bisnis ini sebagai investasi berharga untuk masa depannya. Ia tak ingin bergantung pada siapapun, termasuk untuk masa tua kelak.
“Buat masa tua gue, untuk pensiunan gue,” ujarnya penuh keyakinan.
Kisah perjuangan Kalina Oktarani ini tidak hanya menginspirasi banyak orang, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan kejujuran adalah kunci kesuksesan yang sesungguhnya. Di tengah gempuran cibiran, ia tetap teguh menjalankan prinsip hidupnya: lebih baik berjualan halal di pinggir jalan daripada hidup dalam kemunafikan. /Foto: Ig@kalinaocktaranny/
