Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick Dharma, setiap langkah justru dibangun dari kerja keras, keberanian hijrah, dan konsistensi mengejar mimpi di industri entertainment Indonesia yang kompetitif.
Anak Karawang yang Tumbuh dengan Darah Seni
Erick Dharma lahir di Karawang pada 7 Oktober sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara. Ia merupakan putra dari pasangan almarhumah Imas Tyah dan Edeng Rivai.
Sejak kecil, Erick sudah akrab dengan dunia seni. Pengaruh sang ibu yang pernah dikenal sebagai penyanyi dangdut di Karawang menjadi salah satu fondasi kuat yang membentuk ketertarikannya pada dunia hiburan.
Tak hanya seni, Erick juga dikenal disiplin menjaga tubuh melalui olahraga gym yang hingga kini menjadi bagian penting dari kesehariannya sebagai entertainer.
Hijrah ke Jakarta Demi Mimpi Besar di Dunia Hiburan

Demi mengejar karier, Erick memutuskan meninggalkan kampung halamannya di Jawa Barat dan hijrah ke Jakarta. Keputusan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya.
Di ibu kota, ia memulai segalanya dari bawah—membangun relasi, mengikuti audisi, hingga mencoba berbagai peluang di dunia modeling, musik, dan akting.
Awal Karier: Dari Model ke Panggung Musik
Karier profesional Erick dimulai pada 2007 sebagai model photoshoot dan catwalk untuk berbagai brand. Wajahnya yang khas serta kepercayaan diri di atas panggung membuatnya mulai dikenal di dunia modeling tanah air.
Tiga tahun berselang, Erick melangkah ke industri musik dengan bergabung dalam grup JAWARA Boyband pada 2010. Bersama grup ini, ia merilis single “Jangan Ngambek Lagi” yang diproduseri oleh Sarwana dari grup Warna.
Ketertarikan Erick pada musik sebenarnya sudah lama tumbuh, terutama karena ia mewarisi kemampuan vokal bernuansa dangdut dari sang ibu. Dukungan dan respons positif terhadap suaranya membuatnya semakin mantap menekuni dunia tarik suara.
Solo Karier dan Deretan Lagu yang Pernah Dirilis

Setelah JAWARA Boyband bubar pada 2014, Erick memilih melanjutkan perjalanan sebagai solo singer. Dari titik inilah ia mulai menunjukkan karakter musikalnya secara lebih luas.
Beberapa single yang telah ia rilis antara lain:
- Don’t Worry Be Happy
- Datengin Pacar
- Indahnya Berdua
- Sadarku
- Let’s Party
- Jatuh Cinta
- Kota Madinah
Menariknya, sejumlah lagu Erick juga diciptakan oleh nama-nama besar seperti almarhum Dorce Gamalama, Aiz Arza, hingga CongQ Perwira, yang semakin memperkuat jejak musikalnya di industri hiburan Indonesia.
Selain bermusik, Erick juga aktif sebagai juri di berbagai ajang model daerah dan kompetisi dangdut, serta kerap tampil di berbagai event seperti pesta rakyat, pilkada, wedding entertainment, hingga corporate gathering di berbagai daerah.
Sukses di Dunia Akting: Dari FTV hingga Sinetron Nasional
Tidak berhenti di musik, Erick Dharma juga memperluas kariernya ke dunia akting pada 2014. Kesempatan casting pertamanya langsung membawanya lolos sebagai pemeran utama FTV di SCTV.
Penampilannya yang mendapat respons positif dari penonton membuka banyak pintu di industri televisi nasional.
Sejumlah program yang pernah dibintanginya antara lain:
- Tukang Ojek Pengkolan (RCTI)
- Suara Hati Istri (Indosiar)
- Misteri Gunung Merapi (MNCTV)
- FTV Ungkap dan Cinta Terlarang (SCTV)
- serta berbagai sinetron dan FTV lainnya
Masa Pandemi: Dari Dunia Hiburan ke Personal Trainer

Pandemi menjadi masa sulit bagi banyak pekerja seni, termasuk Erick. Minimnya job syuting dan panggung membuatnya sempat beralih profesi.
Selama sekitar tiga tahun (2022–2024), Erick bekerja sebagai Personal Trainer di sebuah gym. Namun, kecintaannya pada dunia entertainment tak pernah benar-benar padam.
Setelah kondisi industri kembali membaik, ia memilih kembali fokus ke dunia musik dan akting.
Konsisten sebagai Entertainer Multitalenta
Kini, Erick Dharma kembali aktif sebagai singer dan aktor. Dengan pengalaman panjang di dunia modeling, musik, akting, hingga fitness, ia terus menunjukkan konsistensinya sebagai entertainer multitalenta.
Perjalanan panjang dari Karawang hingga layar nasional menjadi bukti bahwa ketekunan dan keberanian mengejar mimpi masih menjadi kunci utama bertahan di industri hiburan Indonesia.
