Foto: Sarah Beatrix
Jakarta, Trenzindonesia.com | Aktris muda berbakat Sarah Beatrix tengah naik daun berkat penampilannya dalam film AGAPE: The Unconditional Love, di mana ia memerankan seorang gadis pengidap leukemia dengan penuh penghayatan. Setelah mendalami karakter emosional tersebut, Sarah kini menyatakan kesiapannya untuk mengeksplorasi genre baru: film action.
Dalam peluncuran poster dan trailer resmi AGAPE yang digelar di DEMO BAR & BISTRO, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/7), Sarah membagikan pengalamannya menyelami peran berat sebagai pasien leukemia. Ia mengaku melakukan riset mendalam demi menghadirkan akting yang otentik dan menyentuh hati.
“Aku sampai nanya langsung ke teman yang pernah mengalami, bahkan sampai cara duduk, cara jalan, semua aku pelajari,” ungkap Sarah kepada awak media.
Sarah juga menyebutkan bahwa referensinya tidak hanya berasal dari pengalaman pribadi orang-orang terdekat, tapi juga dari sejumlah film bertema serupa yang direkomendasikan oleh aktor senior Tio Pakusadewo.
“Waktu itu Om Tio sempat kasih referensi film tentang penderita leukemia juga. Aku nonton itu sebagai bahan riset. Jadi benar-benar belajar dari semua sisi, termasuk dari cara mereka berbicara sampai gerak tubuhnya,” tambahnya.
Tantangan Emosional: Menangis Tanpa Air Mata

Selama proses syuting AGAPE, Sarah mengalami tantangan emosional yang cukup unik. Karena intensitas adegan yang menuntutnya menangis berulang kali, tubuhnya sampai mengalami kelelahan emosional.
“Aku sampai bingung, sedih banget tapi air mata gak keluar. Mungkin karena udah terlalu sering nangis di adegan-adegan sebelumnya,” kata Sarah sambil tersenyum.
Namun ia menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam dunia seni peran.
Impian Bintangi Film Laga

Usai menantang diri di ranah drama emosional, Sarah menyatakan minatnya untuk menjajal dunia film action Indonesia. Ia mengaku tertarik untuk memerankan karakter kuat dengan adegan bela diri.
“Aku pengin banget sih main film action. Yang ada adegan bela diri, tinju-tinju, jadi jagoan gitu,” ucapnya antusias.
Meskipun belum berlatih secara rutin, Sarah mengaku punya dasar latihan bela diri dan siap mendalaminya jika mendapat kesempatan.
“Pernah latihan, tapi gak rutin. Tapi kalau ada kesempatan untuk peran action, aku siap untuk mendalami lebih dalam lagi.”
Sarah juga menunjukkan sikap profesional terhadap dunia film tanah air. Ia terbuka terhadap berbagai tawaran peran, termasuk dari produksi dengan bujet terbatas, selama naskahnya kuat dan karakternya menantang.
“Selama ceritanya bagus dan karakternya menantang, aku gak masalah,” tutup Sarah.
