Jakarta, 26 Juni 2026 – Film romantis biasanya identik dengan kisah cinta anak muda. Namun, CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) menawarkan sesuatu yang berbeda. Film produksi MIR Productions ini justru mengangkat kisah cinta yang belum selesai antara dua insan yang telah memasuki usia senja.
Bayangkan, bagaimana jika dua orang yang pernah saling mencintai kembali dipertemukan setelah berpisah selama 50 tahun? Pertemuan itu bukan hanya membangkitkan kenangan lama, tetapi juga mengguncang kehidupan keluarga mereka.
Itulah premis unik yang dihadirkan CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.
Film ini menghadirkan duet dua aktor senior, Slamet Rahardjo sebagai Akung Abi dan Widyawati sebagai Nin Sita. Keduanya menjadi pusat cerita lewat hubungan masa lalu yang ternyata belum benar-benar usai. Penampilan mereka dipadukan dengan kisah cinta Abi dan Sita di masa muda yang diperankan Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah, sehingga penonton diajak melihat perjalanan cinta lintas generasi.
Tak hanya itu, Sintya Marisca juga tampil di layar lebar sebagai Ambar yang dipasangkan dengan Iskak Khivano sebagai Raka. Keduanya menjadi generasi muda yang harus menghadapi rumitnya konflik keluarga akibat kisah cinta lama kakek dan nenek mereka.
Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain ternama seperti Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila.
Sutradara sekaligus penulis film, Ivander Tedjasukmana, mengungkapkan bahwa naskah CLBK telah ia simpan hampir satu dekade sebelum akhirnya diproduksi.

“Film ini sudah lama tersimpan dalam library saya, hampir 10 tahun. Baru dapat kesempatan tahun lalu bisa diproduksi dan akhirnya tayang tahun ini. Rasanya luar biasa. Men-direct dua orang senior dalam satu frame menjadi tantangan tersendiri, tetapi mereka sangat profesional. Saya belajar banyak dari Pak Slamet Rahardjo dan Ibu Widyawati,” ujar Ivander.
Sementara itu, Co-Producer sekaligus Founder MIR Productions, Vladimir Rama, menilai CLBK menawarkan cerita yang dekat dengan kehidupan, meski jarang diangkat ke layar lebar.
“Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman di dalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kami membutuhkan film-film seperti ini untuk dinikmati pecinta film Indonesia. Meski bergenre drama romantis, unsur komedinya juga cukup kuat sehingga penonton akan menikmati adu akting lintas generasi yang sangat menarik,” kata Rama saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta.
CLBK berkisah tentang Raka dan Ambar, pasangan muda yang tengah mempersiapkan pernikahan. Namun, rencana bahagia mereka mendadak berantakan ketika Sita, nenek Raka, mengetahui bahwa Abi, kakek Ambar, adalah cinta pertamanya yang pernah meninggalkan luka mendalam.
Berusaha menyatukan kembali kedua keluarga, Ambar membujuk Abi untuk meminta maaf kepada Sita. Sayangnya, niat baik itu justru membuka kembali luka lama yang membuat hubungan keduanya semakin memanas.
Konflik tersebut akhirnya merembet kepada Raka dan Ambar yang mulai saling menjauh demi membela keluarga masing-masing.

Keadaan berubah ketika Sita dan Abi dipertemukan kembali secara tidak sengaja di Bandung. Melihat kesempatan itu, Raka dan Ambar sengaja membiarkan keduanya menghabiskan waktu bersama dengan harapan bisa berdamai.
Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Pertemuan itu membuat api cinta lama kembali menyala. Kini, bukan hanya hubungan Raka dan Ambar yang berada di ujung tanduk, tetapi juga muncul romansa baru yang tak pernah mereka bayangkan—antara kakek dan nenek mereka sendiri.
Dengan premis yang segar, drama keluarga yang hangat, sentuhan komedi, serta deretan aktor lintas generasi, CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) menjadi salah satu film Indonesia yang menawarkan warna berbeda di tengah dominasi kisah cinta anak muda. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.
