Artis dan perancang busana Ivan Gunawan bangga mendapat kepercayaan merancang seragam defile kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ia menyebut keterlibatan itu sebagai pengalaman istimewa.
Pengalaman pertama di ajang olahraga
Ivan menuturkan, ia memperoleh banyak pelajaran dan pandangan baru dari keterlibatan di ajang tersebut, terlebih karena bisa berkomunikasi langsung dengan para atlet. “Satu kebanggaan yang luar biasa, pencapaian buat diri aku juga, karena ini pengalaman pertama bisa bertemu dengan atlet-atlet kebanggaan Indonesia,” kata Ivan kepada detikcom saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Ia menyebut ini kali pertama ia terlibat dalam kegiatan olahraga. Dari situ ia belajar banyak hal, antara lain bagaimana memikirkan penampilan atlet saat tampil di pentas internasional.
Rancangan bertema Sekar Jagat Vijaya
Ivan menyiapkan empat sampai lima rancangan untuk busana yang dipakai atlet ketika defile. Busana itu bertema Sekar Jagat Vijaya, yang digambarkan mewakili keberagaman yang indah, keberanian, ketangguhan, dan kemenangan.
Ivan menyebut proses persiapan sampai acara di Jepang berjalan tidak sederhana. Ia perlu memastikan busana dan penampilan para atlet benar-benar siap. “Oh, persiapannya lelah banget udah pasti. Di sana tahu sendiri kan kalau di Jepang semuanya serba rapi, semua serba detail, semua serba diatur. Jadi aku tuh bawa asisten lima, tapi ternyata kelima asisten aku tuh nggak bisa masuk ke wilayah atlet. Jadi akhirnya aku yang ngerjain semuanya, aku bantuin make up, bikin rambut dan segala macam,” jelasnya.
Penyesuaian juga dilakukan untuk kebutuhan atlet penyandang disabilitas. Ivan mencontohkan akses menuju bus, yang tampak sederhana, tetapi perlu waktu dan penanganan khusus supaya persiapan berjalan lancar. Kendati melelahkan, pengalaman tersebut memberi kesan kuat bagi Ivan. Ia berharap suatu hari bisa terlibat lagi dalam kegiatan serupa.
Inspirasi dari perjuangan atlet
Selain bangga dengan karyanya, Ivan menyebut dirinya semakin terinspirasi setelah melihat langsung perjuangan dan semangat atlet Indonesia. Ia pun mengapresiasi hasil kontingen. Menurut Ivan, Indonesia menempati peringkat delapan, jika tidak salah, dengan 70-an medali dan 15 emas. Ivan juga menuturkan sudah mengenal para atlet sejak beberapa bulan sebelumnya, sejak proses pembuatan video hingga busana itu dipakai.
Menurut Ivan, kerja keras para atlet memberi pelajaran bahwa semangat dan usaha perlu diapresiasi. Ketangguhan atlet penyandang disabilitas, katanya, bisa memantik orang lain agar tidak gampang menyerah saat menghadapi tantangan. “Melihat kerja keras mereka tuh juga luar biasa. Justru kadang kita yang sempurna seperti ini gak boleh santai-santai, ya, karena mereka aja tuh semangatnya luar biasa,” ujarnya.
